Air Hujan

Air Hujan
Bab 176


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀🥀


Selepas kepergian Alena kini tinggal Air dan Hujan yang masih berdiri di depan toilet rumah sakit. Air melirik ke arah istrinya yang masih tersenyum simpul meski gadis itu sudah lama menghilang dari pandangan mereka.


"Seneng banget yang punya temen baru" goda Air sambil mengeratkan pelukannya.


"Katanya aku harus sembuh"


Air mengernyitkan dahinya saat Hujan berkata demikian dengan tatapan kosong namun ia tersenyum penuh arti.


"Kamu udah sembuh, Jan. Asal kamu mau bangkit dari rasa takutmu sama dunia luar" ucap Air yang langsung membawa tubuh sang istri ke dalam dekapannya.


"Aku coba" jawabnya meyakinkan dirinya sendiri.


.


.


.


Keluar dari rumah sakit keduanya memilh makan malam bersama di salah satu kedai pinggir jalan yang dulu sering mereka datangi, meski Air harus merayu dengan sangat sabar agar Hujan mau berada di tempat keramaian lagi.


"Kan ada aku, lagian cuma makan siapa juga yang mau jahatin kamu, Jan Hujan dereeeeeeeess" ucap Air yang mulai merasa gemas dengan penolakan sang istri.


"Nanti makanannya ada..... " Hujan memilih menghela nafas dibanding harus melanjutkan ucapannya.


"Gak ada sayang, nanti kita pilih yang bening buat kamu ya" Rayu Air agar Hujan tak kembali menolak keinginannya.


Semenjak kejadian itu, Hujan menjadi pemilih dalam makanan Ia tak bisa melihat ada seiris cabai pun dalam piringnya.


Alhasil makanannya pun di pisah dari yang lain karna jika tidak ia akan histeris meski hanya melihatnya saja.


Selama dua tahun pula hanya lauk dan Sayur berkuah yang bisa ia santap selebihnya Hujan akan memilih kue dan buah.


"Yuk turun, kita jajan aja kalau kamu gak mau makan"

__ADS_1


"Hem, Es ya" pinta Hujan dengan sorot mata memohon.


"Iya ajalah yang penting kenyang"


Air keluar lebih dulu dari mobil dan setelahnya ia membuka pintu untuk Hujan.


Kini pasang suami istri yang sudah sukses melewati badai dalam rumah tangga mereka itu pun berjalan menuju salah satu meja kosong.


"Masih inget kan?"


Hujan mengangguk sambil tersenyum simpul.


"Tapi beda ya, kayanya lebih rame" jawabnya sambil mengedarkan pandangan ke sekelilingnya.


"Suka?" tanya Air yang sedari tadi memegang tangan Istrinya yang mungkin saja akan mendadak merasa takut.


"Suka, tapi ini terlalu ramai"


"Ya udah besok malem kita makannya di kuburan yang sepi, gimana?" goda Air sambil menaik turunkan alisnya.


"Kamu aja, aku sih mendingan tidur" sahut Hujan yang mendekat kan duduknya.


Cukup sekali baginya melihat Hujan dalam keadaan yang sangat menyedihkan dan ia tak ingin usaha dan rasa sabarnya menjadi sia-sia karna orang yang salah lagi.


"Ay, banyak banget ya yang pacaran. Kita juga lagi pacaran kan?" kekeh Hujan yang memang di sekeliling mereka lebih banyak pasangan muda mudi.


"Iya tapi pacaran kita halal" sahutnya dengan senyum menggoda.


"Sama aja" cetus Hujan sambil mencibir.


"Beda lah. Kakak halal ciumin kamu kaya gini nih" ucapnya lagi sembari menangkup wajah Hujan, lalu di ciumi nya tanpa ampun bertubi tubi.


"Udah, Ay. Malu di liatin orang nanti mereka iri" kata Hujan di sela gelak tawanya karna menahan geli.


"Sengaja!"

__ADS_1


"Kok gitu?" Tanya Hujan mengernyitkan dahinya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Karna aku takkan membuatmu iri pada wanita lain, justru aku akan membuat wanita lain iri padamu saat kamu mendapatkan Perlakuan spesial dariku..


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Kembali ke habitatmu ya kak..

__ADS_1


mulai bikin hati emak emak cenat cenut 🤣🤣🤣🤣


Like komennya yuk ramakaikan.


__ADS_2