Air Hujan

Air Hujan
bab 65


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Udah dong marahnya" rengek Air yang masih memeluk pinggang sang istri yang baru keluar dari kamar mandi, tubuh polosnya yang hanya memakai handuk sebatas dada membuat seluruh hasil karyanya jelas terlihat.


" Kan udah sering di Ingetin jangan suka bikin di leher!" sentak Hujan kesal.


"Kan lupa, Jan" rengeknya lagi tak mau melepas tangannya dari pinggang Hujan, ia malah mengusel wajahnya di perut gadis halalnya itu.


"Besok gak bikin disitu lagi deh, janji. Tapi udah ya jangan marah lagi" mohonnya pada Hujan dengan mendongakkan wajahnya, Hujan menghela nafas pelan saat ia melihat kedua manik mata suaminya mulai berkaca-kaca.


"Maaf" lirihnya lagi.


Bayi buaya cengeng itu terus merengek, karna ia tak ingin kejadian Minggu lalu terulang lagi saat ia sama sekali tak di izinkan sang istri main basah-basahan di kebun kecil milik Hujan karna keisengannya meninggalkan dua jejak di tengkuk dan leher.


Saat itu entah kenapa otaknya tak konsen sama sekali, semua pelajaran yang diberikan dosen tak sedikit pun masuk kedalam otaknya..


Tanem.. Tanem.. Tanem..


kalimat itu yang mengganggu konsentrasi belajarnya.


Hingga saat ia bertemu dengan Hujan ia langsung menariknya ke bawah tangga yang sepi.


Aksi penjelajahan pun dimulai meski hanya sekedar bercumbu karna Hujan sangat menolaknya, ia langsung melepas pelukan Air dan pergi, tanpa sadar ada karya sang suami yang tertinggal di tubuhnya.


*****


"Kemaren juga bilangnya gitu, janji doang" cibir Hujan.


"Kapan?, gak pernah bikin lagi disitu. Baru ini kan?" elak Air yang tak terima dengan tuduhan istrinya.


"Kalo mau bikin yang kecil, biar gampang ilangnya"


"Iyaaaa.. itu kegedean, maaf. Nanti besok tutupin pake foundation lagi ya, minta sama adek"

__ADS_1


Hujan memutar bola matanya malas, Ia yang tak pernah punya alat make-up lagi-lagi harus meminta pada adik iparnya itu.


"Malu, minta terus!" dengus Hujan kesal.


"Ya udah ayo kita beli" ajak Air, pemuda itu semakin frustasi karna Hujan belum mau menciumnya sebagai tanda ia sudah di maafkan.


"Gak! kalo punya begituan yang ada bikin terus!"


Hujan tak ingin terus termakan akal bulus kemesuman suaminya itu.


"Kan buat kalo darurat gini enak, Jan!"


Hujan membuang nafas kasar, rasanya tubuhnya begitu lelah hari ini.


Kegiatan sehari-hari ditambah harus melayani suami yang tak kenal waktu dan tempat cukup menguras tenaganya selama sebulan.


"Awas! gue mau pake baju, dingin" Hujan mencoba ingin melepas pelukan Air tapi pemuda itu masih enggak melepasnya.


telan jangnya.


Air menggelengkan kepalanya, ia masih menenggelamkan wajahnya di perut rata sang istri.


"Maafin dulu" gumamnya manja.


"Hujan.....maafin kakak" lirihnya dengan tatapan mata memohon dan sendu, Ada cairan bening di ujung matanya.


Hujan tak bisa mengelak atau bertahan pada amarahnya jika sang suami sudah menyebut dirinya sendiri dengan Panggilan Kakak ..


Bagi Hujan itu adalah kata paling manis yang keluar dari mulut suaminya Karna Air hanya akan mengatakan itu jika Sedang dalam keadaan manja tingkat akut dan bucin level maksimal saja.


" Ya... ya... Kakak minta maaf"


"Huft... iya, tapi janji ya, kalo Airnya Hujan gak boleh bikin di tempat yang bisa di liat orang, kan malu!" jawab Hujan, kemudian mencium kening suaminya sebagai tanda permintaan maaf di terima.

__ADS_1


Tapi bukan Air namanya jika ia tak iseng, tangan jahilnya kini sudah menarik handuk yang masih membelit tubuh polos sang isteri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Nambah boleh?


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Bayi buaya tipe dikasih hati Minta jantung πŸ™„πŸ™„πŸ™„


Gaplok pake bakiak, boleh?


Like komen nya yuk ramai kan β™₯️

__ADS_1


__ADS_2