
ππππππ
"Dede....." panggil Reza dari pintu kamar cucu laki-laki pertamanya yang di gadang akan menjadi putra mahkota Rahardian Group. Kasih sayang pria itu pada Samudera memang tak terbantahkan.
"Dede sini, Appa. Dede lagi pake baju dulu, keh"
"Keh, ganteng" sahut Reza yang berjalan mendekat ke tepi ranjang, ia tak hanya menghampiri sang Tutut tapi juga Khumairahnya.
"Kakak belum pulang?" tanya Melisa sedikit menoleh karna tangannya sibuk mengurus Samudera.
"Belum, makan siang sama mereka itu lama makanya aku suruh kakak yang kesana. Aku sih mending main sama Tutut" kekeh Reza saat menjawab.
"Jahat ih, kakak tuh anak aku loh, Mas" protes Melisa.
"Anakku juga, cantik"
Sam yang sudah rapih dengan pakaian rumahan langsung duduk di atas paha Reza, banyak yang ia ceritakan dan tanyakan pada pria baya kebanggaannya itu. Sam tumbuh menjadi pribadi yang sangat hangat dan ceria, ia penurut dan mudah bergaul karna terbukti banyaknya teman ya dekat dengannya di sekolah. Jangan tanyakan dengan sifat senang berbagi dan ramahnya karna semua sudah di ajarkan sang Tuan besar saat keturunannya masih kecil.
"Dede mau apa? kita beli ice cream strawberry ya"
"Iya, tapi di Mall, keh" Sam mulai bernegosiasi yang tentunya langsung di iyakan oleh Reza.
"Kalau kesana gak cuma beli ice cream kayanya" sindir Melisa.
__ADS_1
Sam hanya terkekeh, tebakan Ammanya tentu tak pernah meleset. Selalu ada udang di balik bakwan dalam otak bocah tampan sekaligus bawel tersebut.
.
.
Sampai di Mall, Sam di gandeng oleh Reza. Kini hanya mereka berdua yang pergi karna Melisa memilih diam dirumah karna ada temannya yang akan datang berkunjung tiba-tiba.
Reza akan memberikan apapun yang di inginkan Samudera, sebagian yang ia miliki sudah jatuh ke tangan anak laki-laki tersebut sejak masih dalam rahim sang menantu.
"Ice cream yang ini atau yang di lantai atas?" tanya Reza saat sudah sampai di kedai Ice cream lantai dua.
"Yang ini aja, strawberry keh"
"Iya, kamu gak bilang juga Appa udah tahu" sahut Reza yang begitu gemas.
"Kok gak habis?" tanya Reza bingung, satu hal aneh melihat Samudera menyisakan sedikit strawberrynya.
"Dede mahu makan kentang goleng ya, pakai saus tomat, Keh" pinta Sam.
"Dede laper?"
"Nda, cuma mahu kentang aja. Tapi Dede mahu yang panas"
__ADS_1
"Ya sudah, kita ke tempat makanan cepat saji di lantai atas ya" ajak Reza sambil bangun dari duduk lalu mengulurkan tangannya.
Sam yang nampak senang langsung menerima uluran tangan Reza, tangan yang selalu hangat saat menyentuh dan memeluknya.
Saat masuk ke resto cepat saji, Reza kembali memesan apa yang di inginkan cucunya, ia meminta Sam menunggu di kursi yang tak jauh dari tempatnya akan memesan. Kali ini hanya satu porsi kentang yang reza pesan karna pria itu memilih ice cofee.
"Dede umpet ah" otak jahil bocah itu mulai bekerja.
Sam turun dari kursinya, ia masuk dan berjongkok di bawah meja sambil menutup separuh wajahnya agar tak bersuara saat melihat Appanya nanti mencari..
Lima detik..
Sepuluh detik..
Lima belas detik
"Doooooooor" Reza ikut berjongkok sambil mengagetkan Tutut Jajahnya.
.
.
.
__ADS_1
Dadet dede, oey...