Air Hujan

Air Hujan
bab 13


__ADS_3

πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Hujan yang kembali panik mengguncang tubuh Air yang berada di atasnya namun perlahan ia merasa ada nafas hangat dan dengkuran kecil.


"Pingsan apa tidur sih?" gumam Hujan sambil terus memperhatikan.


"Ay... pindah ke kasur yuk"


"Ay, gue sakit kalo Lo tidur begini" ucap Hujan lagi.


Pemuda itu menggeliat Kecil, hidung mancungnya yang menggesek di area sensitif Hujan tentu membuatnya panik.


"Ay!" lirih Hujan.


Air membuka sedikit matanya, ia menatap sang istri dalam hitungan beberapa detik lalu bangun.


"Tidur di kasur sana" kata Hujan.


"Pisang kakak mana?" tanyanya polos dengan raut wajah bingung mencari bantalnya.


"Ada di kasur, tidur sana" titah Hujan lagi.


Ia yang merasakan hal aneh dalam hatinya seakan melupakan kantuk yang sempat menyerang.


Dengan lugunya Air benar benar beranjak dari atas tubuh sang istri menuju tempat tidur, ia meringsek ke tengah kasur setelah menarik bantal Pisangnya.


Air melanjutkan tidur dengan si pisang tanpa mengajak Hujan.


"Mau marah tapi lucu, mau ketawa tapi gue kesel" gumam Hujan sambil menatap Air yang kembali terlelap memeluk pisangnya.


Ia yang tak lagi kuat menahan kantuknya mau tak mau ikut meringsek keatas tempat tidur, punggungnya yang pernah mengalami kecelakaan memang sedikit sakit jika tidur diatas tempat yang tak nyaman termasuk sofa.


"Maaf ya, gue tidur disini juga" ucapnya yang ikut masuk kedalam Selimut dengan bantal yang sengaja Hujan letakkan di tengahnya.


Baru saja ia ingin terlelap, namun harus di kagetkan dengan gumaman gumaman kecil dari suaminya.


"Ay, kenapa?" tanya Hujan pelan namun tak ada jawaban.


Tangan mencoba menyentuh kening Air untuk memastikan suhu tubuh pemuda itu.


"Demam" gumam Hujan.


Ia turun kembali dari tempat tidur, kini langkahnya langsung menuju dapur bersih mengambil air dalam wadah dan handuk kecil.

__ADS_1


Dengan cekatan dan rasa sabarnya ia mengompres Air hingga demamnya berangsur turun.


Serasa sang suami sudah lebih tenang, iapun kembali naik keatas kasur.


"Mah, mama.. sakit, Mah" Air kembali bergumam kali ini ada isakan kecil yang keluar dari mulutnya.


Hujan yang tau betapa manjanya Air segera meringsek mendekat, ia posisikan tubuhnya lebih tinggi agar sang suami bisa nyaman dalam pelukannya.


"Udah malem, tidur lagi ya" bisik Hujan yang sudah berkali-kali menguap.


Dalam dekapan sang istri bayi Buaya Cengeng itupun kembali terlelap.



Pagi hari Air yang baru bangun dari tidurnya harus terlonjak kaget saat matanya terbuka ternyata hal yang pertama ia lihat adalah area sensitif Hujan yang begitu lembut ia rasakan semalam.


"Mimpi apa gue?" ucapnya dalam hati.


Namun perlahan ia melepas pelukan Hujan dari tubuhnya.


"Ya ampun!" pekiknya lebih terkejut saat si pisang ternyata tergeletak di bawah.


"Kok tidur di lantai, sih?" Tanya pada bantal berwarna kuning itu.


Ia meletakkan si pisang kembali ke kasur sebelum beranjak ke kamar mandi.


Pikirannya melayang jauh entah kemana sambil memperhatikan miliknya.


"Apa sih, biasanya juga gak gini?" umpatnya kesal karna rasa pusing yang ia rasakan secara mendadak saat bangun tidur tadi.


"Harus gimana ini?"


Air yang mengumpat kesal terus memegangi miliknya, ia ingin tapi ia juga bingung cara memulainya.


Dengan rasa frustasi dan kesal iapun menarik handuknya lagi dan keluar dari kamar mandi, menghampiri sang istri yang masih terlelap di buai mimpi.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Jan.. Jan Hujan deres!!!


Sunahan yuk?


πŸ’—πŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’žπŸ’ž


Positif thinking ya..

__ADS_1


si kakak lagi ngajakin puasa Senin Kamis itu 🀭🀭


Like komen nya yuk ramai kan β™₯️


__ADS_2