Air Hujan

Air Hujan
bab 134


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Udahlah..


mau aku jaga kamu kaya gimanapun kalo dasarnya suka maen perempuan tetep aja gak akan pernah setia!!!


Air menautkan kedua alisnya, ia cekal tangan istrinya yang hendak pergi setelah mengucapkan kalimat yang ternyata membuat emosinya terpancing.


"Lo bilang gue main perempuan?! lo Pernah liat dimana gue jalan sama cewek lain selain sama lo! apa pernah gue tidur sama cewek selain sama istri gue sendiri!" Sentak Air dengan sorot mata tajam.


Hujan langsung tersentak kaget, Air seperti kembali pada sosok dimana mereka pertama kali bertemu di rumah sakit dua tahun lalu, bersikap kasar dan arogan.


"Lo bilang gue gak pernah setia! kapan gue selingkuh?!" pekiknya lagi semakin erat mencekal sampai istrinya meringis kesakitan.


"Kak.... "


"Gue yang selalu jadiin lo tujuan gue selama ini masih aja lo curigain. Lo ngerti gak sih kalo di mata gue cuma ada lo doang, Jan!"


"Lo sadar gak sih kalo gue gak bisa jauh dari lo, gue yang segini bergantungnya sama lo mana bisa sih tanpa lo, dan lo masih gak percaya sama gue? "


Air akhirnya melepas cekalannya, ia mundur tiga langkah dengan mata berkaca-kaca menahan kecewa atas tuduhan istrinya yang meragukan kesetiaannya.


"Ay... tunggu!" Hujan yang panik langsung memeluk tubuh Air dari belakang yang hendak pergi meninggalkannya.


Ada rasa sesal saat mendengar sang suami mengutarakan isi hatinya tadi, ucapannya ternyata sebegitu menyakiti hati pria yang jelas sangat mencintainya itu.


"Aku gak maksud gitu" lirih Hujan yang menyadarkan kepalanya di punggung lebar Air.


Air melepaskan tangan isterinya, ia benar-benar pergi tanpa menoleh.

__ADS_1


.


.


.


.


"Gimana, Om?" tanya Air saat ia duduk di hadapan seorang pria dewasa yang mungkin umurnya tak jauh dari papanya.


"Masih om selidiki, kamu yang sabar ya" jawabnya sambil menenangkan Air si pemuda tampan yang kini tengah pusing karna ia sedang mendapat musibah di salah satu bengkelnya.


"Pencurinya om rasa bukan orang biasa atau orang luar, Ay. jadi kita harus menyelidikinya dengan perlahan."


"Jangan libatkan polisi, aku bahkan gak tau, apa papa tau atau enggak soal ini, Om" lirihnya semakin resah.


"Gak ada masalah kan kalau sampai Tuan Reza tahu?" tanya Pria tersebut sambil mengernyitkan dahinya.


Maafin kakak ya..


Kakak tahu ini salah, tapi kakak gak mau nambahin beban pikiran kalian termasuk kamu Jan Hujan dereeeeeeesss!!


Air menegak minumannya hingga habis setengah gelas, ia berharap semua bisa terungkap dengan cepat siapa pencuri dan penguntit uang serta barang di bengkelnya.


Jam menunjukkan pukul empat sore saatnya kini ia pulang setelah urusannya selesai.


"Aku pamit, Om. Lain kali biar aku yang menghubungi om dulun ya, atau om cukup mengirim pesan padaku" pinta Air, ia tak ingin kejadian hari ini terulang lagi.


Ia belum ingin menceritakan apapun pada istrinya mengingat kesibukan Hujan yang menguras otak dan tenaganya setiap hari.

__ADS_1


Air melangkah pergi menunju mobilnya, tujuannya kali ini tentu pulang ke apartemen, otak dan tubuhnya hanya ingin istirahat bahkan rasa lapar pun tak ia perdulikan hari ini.


Air merogoh ponselnya di saku celana, nyatanya tak ada satu pesanpun dari sang istri untuknya meski hanya sekedar menanyakan kabarnya ada dimana.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


*Ternyata s**esakit ini ya di tuduh gak setia*!!


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


kan emang kamu tuh selingkuh kak.


selingkuh sama si pisang 🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2