Air Hujan

Air Hujan
Baby Bear 09


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Jam delapan malam Air kembali ke kamar orangtuanya untuk menengok Samudera yang seharian ini bersama Melissa karna Hujan sama sekali tak bisa mengurusnya.


Jangankan menggenong sekedar menyusui saja tubuh Hujan begitu lemas.


"Mah.. " panggil sambil mengetuk pintu.


Tak ada sahutan namun pintu langsung di buka oleh Reza.


"Sam, tidur?" tanya Air yang hanya menyembulkan kepalanya.


"Belum tuh, lagi main main sama mama"


Air mengulum senyum dan langsung masuk saat papanya membuka pintu kamarnya lebih lebar.


Kaki panjangnya terus melangkah ke arah kasur dimana sang buah hati tengah memainkan tantangannya sendiri.


"Dede bobo sama Amma dulu ya" ucapnya sambil menciumi Samudera yang sudah rapih dengan baju piyama bergambar gajah.


"Jangan rewel ya ganteng, MiMoy lagi kurang sehat" tambahnya lagi yang kini dengan senyum ia paksakan.


Air memegang tangan buah hatinya, ia gigit kecil sampai bayi gembul itu tertawa karna rasa geli karan ulah Air. Dua bayi yang selalu menggemaskan bagi Hujan yang kini sedang beristirahat di kamarnya.


"Papa rasa Hujan harus di bawa kerumah sakit, kasian loh"

__ADS_1


Air hanya menoleh namun tanpa jawaban, Ia pun sependapat tapi Hujan yang enggan di rawat karna pasti Samudera tak bisa bersamanya.


"Tunggu sampai besok pagi aja, Pah" jawab Air.


"Baiklah, semua sudah di siapkan oleh pihak rumah sakit" balas Reza lagi, ia memang tak pernah main main jika sedang berurusan dengan kesehatan. Apalagi kini ia bisa mengerti posisi si sulung yang pasti sangat khawatir sama sepertinya jika Khumairahnya sedang kambuh.


"Kamu gak usah mikirin Sam, ada mama sama Papa yang urus, Samudera anak baik dan gak rewel terbukti hari ini Hujan bisa istirahat full tanpa gangguan dari anaknya" timpal Melisa yang dengan sangat sigap mengurus cucu pertamanya itu.


"Terimakasih, Mah. Dulu mama selalu kakak repotin buat ngurus Hujan, sekarang buat ngurus Sam" ujar Air dengan mata yang. sudah berkaca-kaca.


"Gak usah nangis, malu sama Baby Bear" ejek Reza sambil melengos ke kamar mandi.


.


.


.


"Kok bangun?" tanya Air saat ia masuk dan semakin mendekat ke arah tempat tidur.


"Aku lemes banget, Ay" jawabnya yang memang sedang bersandar di punggung ranjang.


"Makan ya, kamu makan juga muntah terus kan." tawarnya yang panik saat kata lemas keluar dari mulut pemilik hatinya.


"Aku mual, pengen muntah"

__ADS_1


Air langsung memapah tubuh tak berdaya sang istri ke kamar mandi untuk memuntahkan isi perutnya tapi tak ada apapun kecuali cairan kuning sampai akhirnya Hujan menangis.


"Perut ku sakit" rintihnya lagi dalam pelukan sang suami.


Air hanya bisa mendekap istrinya dengan sangat erat sambil menciumi juga pucuk Kepalanya seraya menguatkan wanita yang telah melahirkan anaknya itu.


"Kita kerumah sakit ya, aku gak mau ada penolakan lagi. Cukup bilang gak apa-apa nya, Cukup bilang kamu akan sembuh tapi nyatanya makin sakit. Mual muntah gak berhenti sedangkan kamu gak makan apa-apa. Aku bisa gila Jan liat kaku kesakitan kaya gini, aku gak sanggup. Mending aku yang sakit dari pada kamu karna Samudera butuh kamu" oceh Air yang sudah sanga frustasi tak bisa lagi merendam kesal dan rasa takutnya.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


Aku pengen kue putu, Ay!! pengen denger bunyinya..


__ADS_2