
πππππ
"Ya ampun, nguap aja ganteng banget ya" kekeh Air saat melihat putranya sedang bergeliat di box bayi dengan mata masih terpejam.
Hujan yang masih membersihkan dirinya di dalam kamar mandi tentu membuat Air tak bisa beranjak jauh dari sisi Baby Bear kesayangannya itu.
"Hari ini kita jalan-jalan ya, tapi Kamu janji gak boleh nyariin Gajah, Ok" ucapnya sambil mengusap pipi bulat Samudera, nama yang ia berikan pada anak pertamanya, berharap sang buat hati memiliki rasa sabar, cinta dan rejeki seluas samudera.
Air terus memandangi wajah tampan menggemaskan hasil siraman nya itu, kadang ia masih tak percaya jika saat ini ia dan Hujan sudah memiliki anak dari hasil Keringat cinta yang mereka lakukan hampir setiap malam, samburan lahar panas yang masuk kedalam kebun kecil milik sang istri membuahkan hasil yang luar biasa, menjadi kesayangan keluarga terutama Amma dan Appa sang Baby Bear.
.
.
.
"Sini gantian aku yang gendong" kata Hujan saat mereka berjalan berdua di sebuah taman kota.
Tempat yang tak pernah sepi pengunjung meski bukan akhir pekan karna disanalah surganya para penikmat kuliner yang ingin memanjakan lidah dan perut mereka.
"Gak apa-apa, kamu mau makan sekarang?" tanya Air saat dirasa Samudera sedikit rewel.
"Kita duduk aja deh" Jawabnya sambil menunjuk ke salah satu gazebo yang kosong.
Air kembali menggandeng tangan istrinya menuju tempat yang di maksud, ia langsung merebahkan tubuh montok Samudera sesampainya di Gazebo.
"Sambil pesen makan, Jan. Aku laper " pintanya seraya mengedar kan pandangannya untuk memilih,menu makan siang apa yang akan menggoyang lidahnya kali ini.
"Sate Madura kayanya enak tuh"
__ADS_1
Hujan menggeleng kepalanya.
"Sate padang aja,, Kak" protesnya pada sang suami.
"Ya udah, Kakak sate Madura terus kamu sate padang ya, tapi yang ayam" pesan Air karna takut jika Hujan malah memesan daging kambing.
"Ya ampun, makan aja kita sampe Long Distance Relationship, hahahahaha" kekeh Hujan sambil menutup mulutnya agar gelak tawa nya tak mengundang perhatian orang sekitar.
"Antara Madura dan Padang ya" timpal Air disela galak tawa nya yang di balas anggukan kepala oleh sang istri.
Hujan beranjak dari Gazebo untuk berjalan menuju stand makanan yang menjajakan puluhan dagangan berbagai bentuk rasa dan ciri khas sedangkan Air memilih untuk menjaga Samudera yang asik bermain dengan tangannya sendiri, ia membiarkan Hujan memilih dan memesan apapun yang ia mau dan ia suka.
"Udah?" tanya Air saat istrinya kembali, dengan wajah berseri.
"Iya, tinggal tunggu pesenan nya di anter" sahutnya sambil menyiapkan susu untuk anaknya.
Air dan Hujan begitu lekat menatap buah hati mereka yang sedang menyusu memakai botol dot karna sudah lebih dari satu minggu ini Samudera enggan sama sekali menyusu ASI secara langsung sampai pada akhirnya pasangan suami istri itu sepakat untuk mengganti asupan gizi Samudera dengan susu formula yang terbaik.
"Iya, kaya PapAy nya" ledek Hujan yang langsung membuat Air tergelak.
"Aku masih puasa loh, kapan aku buka?" bisik Air pelan.
"Ngapain buka, nanti juga bakal puasa lagi" balas Hujan dengan tawa kecil di ujung bibirnya.
"Yee... kan lumayan aku ada waktu beberapa bulan, Jan Hujan deres!"
Obrolan unfaedah mereka pun terhenti saat ada satu pelayan datang membawa makanan.
"Selamat menikmati" ucapnya sebelum pergi karna makanan yang berada di nampan kini sudah berpindah keatas meja.
"Loh, kok bukan sate? ini kan soto Lamongan" ucap Air bingung.
__ADS_1
"Apa gak salah meja, Jan?" tanyanya takut keliru.
"Enggak, aku emang pesen ini kok" jawab Hujan sambil mengaduk isi mangkok.
"Kenapa?"
.
.
,
.
.
.
.
.
.
.
kalau pesen sate, Aku takut mereka gak kuat tahan rindu di perut kita masing-masing karna LDRan
πΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏπΏ
Hujan mulai gak waras π€£π€£
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.