
πππππππππ
Usai dimandikan Reza, bocah yang tak mau diam itu kembali lagi ke kamar orang tuanya. Kamar yang bersebelahan tentu memudahkan Sam untuk sering sering mengganggu Air yang sengaja hari ini tak ke kantor dengan alasan kurang sehat.
"Moy, dede mau susu, boleh?" pintanya saat naik keatas ranjang.
"Boleh, Moy bikin dulu ya" Sahut Hujan yang langsung turun dari tempat tidur meninggalkan suaminya yang sedari malam tak lepas memeluknya.
"Dede jalan-jalan gih sana sama Appa" ujar Air, hawa dingin karna habis hujan yang tak henti dari subuh benar-benar membuatnya hanya ingin bersembunyi di balik selimut bersama sang istri.
"Nda, mau ama Moy aja" jawabnya sambil menggeleng, kemudian meraih botol susu yang di sodorkan Hujan padanya.
"Appa mau jalan-jalan ke apartemen Onty nyang nyang loh" bisik Air, ia akan mengerahkan semua rayuannya asal si bocah menggemaskan itu tak mengganggunya hari ini.
"Apain?" tanya Sam.
"Jalan-jalan sama Uncle Bu juga" jawab Air. Hujan yang tahu jika suaminya sedang merayu hanya bisa merutuk kesal karna jika anaknya pergi sudah bisa di pastikan ia akan di kerjai Air habis-habisan tanpa ampun.
"Dede au Appa" Susu yang masih tersisa setengah pun langsung di lempar oleh Samudera, anak itu berlari keluar dari kamar orangtuanya menuju halaman samping sambil berteriak..
"Appaaaaaaa"
"Appa dede mana sih?"
"Dede cali cali ih.... "
"Appaaaaa..... "
Teriakannya berhenti saat di tengah tangga, Sam duduk dengan memangku wajah dengan kedua tangannya.
"Capek ih"
Melisa yang melihat cucunya duduk sendiri di tengah tangga langsung memeluk Sam dari belakang.
"Dede lagi apa?" tanya Melisa.
"Dede cali Appa, mana sih?" bocah itu malah balik bertanya.
__ADS_1
"Appa lagi sama Oppung, yuk kesana"
"Yuk.. yuk.. yuk..."
Melisa menuntun Sam meneruskan langkah menuruni tangga sampai habis dan sampailah mereka di lantai bawah.
Reza yang baru masuk kedalam langsung menghampiri cucu dan istrinya.
"Dede mau kemana?"
"Dede cali cali Appa, Appa mau alan alan ama Onty nyang nyang ya?" tanya Sam saat sudah ada di gendongan Reza.
Reza dan Melisa saling pandang, tapi langsung paham apa yang sedang terjadi jika semua ini pasti akal modus putra mereka.
"Appa mau ke apartemen Onty Chaca, mau ikut?"
"Nda, ntal dede ubit ubit" tolak nya sambil menggeleng.
Reza dan Melisa tertawa bersama sambil menciumi pipi Sam saking gemasnya, keduanya memang kerap masih sering bertengkar jika bertemu.
"Ke Oppung yuk"
Ketiganya kini menuju halaman belakang, Sam bermain dengan burung-burung peliharaan keluarga yang sudah ada sejak dulu, Sedangkan Oppa, Reza dan Melisa duduk di gazebo sambil memperhatikan Sam.
Namun, anak itu merengut saat datang menghampiri ia langsung duduk diatas pangkuan Reza yang duduk di sebelah istrinya.
"Kenapa?"
"Susu, dede au susu"
"Ya udah, kita kemar ya, minta susu sama miMoy"
"Iyyaaah"
.
.
__ADS_1
Didalam kamar Hujan langsung membuatkan susu lagi, sedangkan Sam sudah berbaring diatas ranjang sambil di peluk oleh Air, pria itu benar-benar tak ingin beranjak sama sekali. Hari ini akan menjadi hari malasnya dirumah.
"Janji ya, abis minum susu harus bobo" pesan Air.
"Iyyaaah, dede bobo ama Moy ya" pintanya dengan menegosiasi.
"Tidur kamar kamu lah"
"Nda ih... "
Air mendengus kesal, ia menarik tubuh Hujan untuk masuk lagi kedalam pelukannya, mengabaikan Samudera agar bocah bawel itu cepat terlelap.
"Jangan macem-macem, tar dede liat, kak" bisik Hujan saat suaminya menyesap lehernya penuh naf su.
"Kayanya udah tidur, udah gak ada suaranya" sahut Air yang menoleh kearah putranya yang tidur membelakangi nya dengan botol susu yang sudah kosong.
"De' bobo gak? awas ya kalo bohongan" ucap Air pelan.
.
.
.
.
.
.
.
Dede udah bobo.. tapi matanya gak au melem melem...
Bintitan loh de' πππππ
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan.