
πππππππ
Sini bibirnya gue cium dulu...
Air langsung meraih tengkuk Hujan, ia yang sudah menggeser duduknya langsung me lu mat habis bibir ranum sang istri untuk ia nikmati.
Ia menyesapnya dengan begitu lembut sambil menggigit gigit kecil agar Hujan mau sedikit membuka mulutnya, kini lidahnya mulai bermain mencari kenikmatan yang lain.
Pemuda berusia sembilan belas tahun itu kini sudah semakin mahir bermain dalam rongga mulut sang istri, ia tak memberi sedetik pun waktu untuk Hujan mengambil nafas sampai akhirnya gadis itu hanya bisa mencengkram kuat kuat bahu Air.
"Huft..." Hujan membuang nafas kasar setelah mendorong paksa dada suaminya.
"Mati gue lama-lama, Ay" sentak Hujan dengan wajah merah dan nafas tersengal.
"Kenapa?, kan enak" jawabnya sambil mencoba ingin mengulangnya lagi namun buru-buru Hujan menghindarinya.
"Udah, ah. Gue telat"
Hujan yang hendak membuka pintu mobil kembali di cekal.
"Belajar yang rajin ya istri ku" kekeh Air setelah mencium kening Hujan, ucapan manisnya membuat kedua pipi Hujan langsung merah merona menahan malu.
"Maaf ya, gue janji gak akan ganggu waktu kuliah Lo lagi" bisik Air pelan sambil mere mas satu bukit bagian kanan miliki sang istri dengan lumayan keras sampai Hujan harus meringis karna kaget.
"Iseng banget, sih!" sentak Hujan, ia tahu Suaminya hanya menggoda.
"Gemes, pengen bejek bejek" Sahut Air sambil tertawa.
"Lo kira gue parutan kelapa" oceh Hujan sembari merapihkan bajunya.
Air menangkup wajah bulat sang istri dan kembali di ciuminya berkali-kali.
"Udah ah.. Dadah Ay" kekeh Hujan.
"Dadah, Jan Hujan dereeeeeees yang takut petir" sahut Air sambil tertawa.
"Sialan Lo!"
******
Air tak langsung menyalakan mesin mobilnya, matanya masih menatap punggung sang istri yang perlahan semakin jauh dan hilang dari pandangannya setelah itu barulah ia melanjutkan lagi perjalanan menuju kantor papanya.
__ADS_1
Senyum manis terlihat begitu jelas di wajah pengantin baru itu, malah ia sesekali menggigit bibir bawahnya sendiri jika mengingat ciumannya bersama gadis halalnya itu.
Setiap kali ia melakukannya selalu ada sensasi berbeda yang ia rasakan itulah yang membuat ia ingin lagi dan lagi, Hujan bagai candu baginya.
Mobil terparkir di lobby gedung pencakar Langit milik keluarganya yang sudah pasti beberapa tahun kemudian tentu akan turun pada dirinya sebagai anak dan cucu pertama Rahardian, tentu hak waris pun akan jatuh pada Air lebih banyak.
Semua yang melihat kedatanganya Langsung menunduk sopan sambil tersenyum seramah mungkin, hal dan sikap yang membuat Air kadang malas datang ke kantor, tapi rasa rindunya pada sang mama ternyata mengalahkan segalanya.
Tok..tok.. tok..
Air mengetuk pintu kaca ruangan papanya sedikit keras, karna yang ia tahu jika ada mamanya di dalam pria itu sering kali mendadak tuli jika ada yang mengganggunya.
"Paaaaaaaaaaah" teriak Air sampai sekertaris dan asisten Reza harus mengulum senyum, mereka sudah tahu kebiasaan anak bosnya itu.
CEKLEK
"Lama banget ih" oceh si sulung saat mamanya membuka pintu.
"Anak baik harus sabar" kekeh Melisa setelah mencium anak kesayangannya yang semalam tak tidur di apartemen.
"Sabar apa dulu nih"
"Paaaaaah" seru Air yang sudah bermanja dalam pelukan Reza.
"Apa?" jawab Reza sambil mengusap kepala Air.
"Kakak tidur dimana tadi?" tanya Reza.
"Tidur dimana ya?, kakak Lupa!" jawab Air yang mendadak amnesia.
"Masa lupa? atau jangan jangan ini kesini masih ngelindur ya" kekeh papanya yang membuat Air merengut.
"Kakak tidur dikelas Hujan, masa dia ninggalin kakak dirumahnya, Pah. Ya kakak langsung susulin ke kampus buat lanjutin tidur. Semalem kakak gak bisa tidur jadinya tidur mau pagi, pas Hujan berangkat kuliah Kakak gak tahu" Adunya panjang lebar menceritakan apa yang ingin papanya dengar.
Begitulah interaksi yang selalu Reza dan Air lakukan saat si sulung melakukan kesalahan.
"Kakak gak boleh gitu"
"Kakak cuma tidur, Pah. gak ganggu Hujan belajar" jawabnya meyakinkan Reza kalau ia hanya ingin tidur di temani sang istri.
"Papa tahu, tapi kan ada cara lain, Kak"
__ADS_1
"Cara lain apa?" tanya Air.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Kan bisa ajak Hujan ke HOTEL...
π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Jangan dengerin kak!!
Ajaran sesat tuh si gajah ππππ
Bukan di benerin malah sekalian di bengkokin.
Anak sama bapak otaknya gak jauh dari kasur ππ
Like komen nya yuk ramai kan β€οΈ
__ADS_1