Air Hujan

Air Hujan
Dimana ya???


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Reza menatap lekat penuh kasih sayang cucu laki laki pertamanya yang sedang lahap menikmati seporsi kentang goreng dengan saos tomat. Sedangkan Reza cukup menyesap ice cofee miliknya yang kini tinggal setengah.


Dengan senyum kecil pria baya itu sabar mendengar semua celoteh Sam, Sam benar-benar kebahagiaan Reza yang tak bisa di tukar dengan apapun sekalipun nyawanya.


"Sudah?" tanya Reza saat makanan Sam habis.


"Sudah, dede kenyang" sahut bocah tampan itu sambil mengangguk.


"Mau pulang, atau ada yang mau kamu beli?"


"Beli apa ya, pulang aja. PapAy sama Moy udah pulang belum?" tanya Sam, ia tahu jika kedua orangtuanya sedang ada urusan di luar.


Air dan Hujan, pasangan suami istri yang sama-sama sibuk di dunianya yang berbeda tapi masih mengusahakan memberi waktu untuk putra mereka di akhir pekan. Sam paham, ia tak pernah merengek atau membuat janji apapun. Baginya kasih sayang Amma dan Appa sudah cukup menemani.


"Mungkin sudah, yuk pulang" ajak Reza sambil bangun dari duduk. Ia mengulurkan tangannya mengajak sang cucu keluar dari resto cepat saji menuju pintu keluar Mall yang semakin ramai pengunjung.


.


.


.


Sampai di rumah utama, mereka di sambut oleh Air yang ternyata menunggu di teras sambil memainkan ponsel, pandangan pria itu teralih saat mendengar teriakan putra semata wayangnya.


"PapAy..... dede pulang!"


"Duh, gantengnya paPay jalan-jalan gak ngajak" sahut Air yang langsung menggendong Sam. Rasa rindunya membuat Sam akhirnya di hujani oleh ciuman sayang dan gemas.

__ADS_1


"Hem, wangi strawberry. Abis makan ice. crem ya?" tanya Air yang di jawab anggukan kepala oleh Sam di sela gelak tawa bocah tersebut.


"Iya, ice creamnya warna emping"


Dua pria dewasa itu pun tertawa bersama lalu masuk kedalam rumah. Reza meneruskan langkahnya kearah tangga menuju kamar pribadinya sedang kan Air tetap di ruang tengah lantai bawah siap mendengar apapun yang di ceritakan Samudera hari ini sampai Hujan datang dan ikut bergabung.


"Besok main kerumah Ala yuk" ajak Sama, Air langsung menoleh kearah istrinya menunggu jawaban.


"Besok siang ya, Moy ada kuliah pagi"


"Iya, gak apa-apa"


Hujan mencium pipi putranya, memang se pengertian itu Samudera pada Hujan maupun Air. Ia tak pernah menuntut waktu dari kedua orangtuanya.


"Anak pinter"


"Nginep boleh?" pinta Samudera.


"Dede mandi dulu yuk" ajak Hujan


"Mandi sama papAy, Keh"


"PapAy udah mandi. Moy juga. Di mandiin aja ya"


"Nda, dede mahu mandi sama Jajah dede aja"


Sam turun dari pangkuan Air, ia berlari menuju tangga lalu di naikinya satu persatu sedikit berlari.


Braaaak..

__ADS_1


"Dede mahu mandi, jajah dede udah mandi belum?" tanya si bocah aktif itu pada Melisa yang masih mengusap dadanya karna kaget.


"Dede bisa pelan-pelan?"


"Dede pengen pipis, Amma. Jajah dede mana?"


"Lagi mandi, mandi sekalian sana" titah wanita baya itu sambil menggeleng kan kepala, namun sorot matanya tak lepas mengikuti arah kemana sang cucu melangkah.


"Appa, mandi"


Reza yang sedang berendam di bathup langsung menoleh, ia tersenyum sambil melambaikan tangan meminta Sam mendekat.


"Dede pipis dulu"


Setelah buang air kecil, Sam mendekat ke arah bathup. Reza bangun karna harus membantu Sam melepas baju.


"Tutut Appa besal, dede masih tecil ya"


"Nanti juga besar, sabar ya ganteng" jawab Reza sambil terkekeh.


"Kalau besal, ntal kalau mau Pup talo mana tututnya?"


.


.



Taro depan pintu 🀣🀣🀣

__ADS_1


Titipin ke mak Othor juga boleh, buat maenan de, 🀭🀭🀭...


__ADS_2