
πππππππππ
"Eliza, panggil saja El"
"Air"
Keduanya saling berjabat tangan memperkenalkan diri saat ada pertemuan rapat dua perusahaan ketika jam makan siang di salah satu restaurant ternama ibu kota.
Eliza, ia adalah salah satu petinggi perusahaan yang dikirim untuk melakukan kerja sama dengan Rahardian Grup, parasnya yang cantik, rambut panjang tergerai, tubuh tinggi semampai serta kulit putih bersih pasti siapa pun akan terpesona jika melihatnya.
Daniel yang memang hari ini sedang berhalangan untuk ikut tentunya hanya Ada Air dan Eliza yang sekalian menikmati sajian makan siang di privat room setelah penandatanganan kontrak selesai dan dua perusahaan itu pun deal melaksanakan kerja sama.
"Saya senang bisa bertemu dengan Anda, Tuan" kata Eliza begitu sopan.
"Panggil saja Air, tak perlu ada embel embel Tuan lagi"
"Ah.. maaf" ucapnya senang, gadis itu bukan tak tahu jika pria di hadapannya kini sudah beristri. Namun, kharisma dan ketampan Air memang selalu menggetarkan hati setiap kaum hawa yang sedang bersamanya.
Keduanya berbincang sangat akrab padahal ini pertemuan pertama mereka, bahkan Air sampai begitu kagum karna gadis itu ternyata begitu pintar dan ramah.
"Saya pamit duluan, karna taxy yang saya pesan sudah menunggu" pamit Eliza sambil berdiri.
"Kamu gak bawa mobil?" tanya Air.
Gadis itu menggegelengkan kepalanya sambil tersenyum.
__ADS_1
"Mobilku masih di bengkel" jawabnya kemudian.
Air yang nampak berpikir sejenak lalu ikut bangun dari duduknya merapihkan jas hitam yang ia kenakan lalu mengajak Eliza untuk ikut bersamanya.
"Aku akan mengantarmu"
"Tidak perlu, terimakasih" tolak Eliza sopan.
"Tak apa, kantormu lebih dekat. Cancel Taxy nya dan ikut denganku" ajaknya lagi lalu pergi lebih dulu meninggalkan Eliza yang tersenyum simpul menahan rasa senangnya.
Air dan Eliza keluar dari privat room menuju parkiran tempat dimana mobil mewah sang Direktur Rahardian grup itu berada. Keduanya duduk saling ber dampingan di kursi depan, belum sempat Air menyalakan mesin kereta besinya ternyata ponselnya berdering. Senyum merekah di wajah tampannya manakala nama MiMoy tertera di layar benda pipih miliknya..
"Iya, Sayang" jawab Air saat kata Hallo dari sang istri begitu merdu di telingan kanannya. .
"Kakak dimana? Aku mau ke kantor ya" ucap wanita yang bagi Air selalu nampak cantik meski wajahnya sedang merengut kesal.
"Hem, tapi jangan lama lama, kakak tahu kan, kalau aku paling cepat bosan menunggu" Hujan mengingatkan suaminya itu dengan hal yang paling tak ia sukai.
"Iya, Sayang. Mau dibawakan apa? biar aku belikan nanti"
"Gak usah, aku sama Sam udah makan" sahutnya yang terdengar sangat buru-buru.
"Hati-hati di jalan ya, aku mencintaimu"
Air mengusap layar ponselnya yang terdapat foto Hujan Dan Baby bear nya setelah panggilah telepon terputus.
__ADS_1
"Istrimu? dia pasti menjadi wanita paling bahagia dan beruntung karna bisa mendapatkan cinta begitu besar dari sosok pria sempurna sepertimu" ucap Eliza tiba-tiba sampai Air harus menoleh padanya.
"Kamu salah, justru aku yang bersyukur karna memiiki istri yang punya rasa sabar luar biasa. Kamu hanya tau luarku tapi bagi dia yang tau semua tentangku tentu aku tak sesempurna yang kamu bayangkan" jawab Air, ia tersenyum manis kearah Eliza yang tercengang mendengar ucapannya.
"Benarkah? kurasa kamu tidak memiliki sisi buruk!" timpal Eliza
.
.
.
.
.
"Hahaha... biarkan Readers yang akan membisikkannya padamu, El.. bagaimana mereka sering ku buat emosi dengan tingkah lakuku!"
π»π»π»π»π»π»π»
Nah loh...
Siapa yang suka di bikin keluar tanduk sama si kakak?
Absen dulu gih π€£π€£π€£
__ADS_1
Like komennya yuk ramaikan!