
πππππ
"De' bangun ayo. Katanya. mau sekolah" bisik Reza pada Samudera yang masih terlelap dalam pelukannya.
"Dede ganteng, sayangnya Appa, Turut Jajah"
Reza semakin mengeratkan pelukannya, ia ciumi dengan gemas pipi dan leher cucunya sampai bocah berumur tiga tahun itu bangun karna geli.
"Gili oey" ucapnya dengan suara serak khas bangun tidur.
"Biarin Oey. Biar bangun ini tutut" sahut Reza semakin gemas, padahal waktu sekolah masih ada dua jam tapi berhubung Sam begitu sulit untuk mandi jadi ia harus membangunkannya lebih awal.
"Dede mahu melem agih, anan banunin ih. Atuk benel dede" ucapnya yang kembali memejamkan mata. Siapapun akan langsung jatuh hati dengan tingkah lucu Samudera, jadi tak tak salah jika Reza menyerahkan seluruh dunianya hanya pada sang cucu pertama dari anak pertamanya juga.
"Melem mulu kapan banunnya oey" timpal Air yang kini ikut meringsek naik keatas tempat tidur kedua orangtuanya.
Melisa tersenyum simpul saat melihat suami, anak dan cucunya berkumpul dalam satu ranjang saling memeluk.
"Kakak gak ke kantor?" tanya Reza saat melihat si salung baru bangun tidur.
"Nanti siang, gantian sama Hujan. Aku yang anter nanti dia yang jemput" jawab Air, jadwal keduanya yang bentrok di hari pertama Sam sekolah jadi harus saling bergantian mendampingi putra mereka.
"Gimana mau sekolah, malah tidur lagi tuh" kekeh Reza, Sam benar-benar kembali terlelap tanpa terganggu dengan obrolan papAy dan Appanya di sisi kanan kirinya.
"Dede gak akan bangun, dia nya malah makin nyaman kalian peluk begitu" sahut Melisa, delapan dari Reza dan Air malah semakin membuat sang putra Mahkota Rahardian melesat jauh ke alam mimpi.
"Siram yuk pake aer biar melek"
Plaaaak...
Reza langsung memukul tangan anaknya yang membuat Air meringis karna kaget.
"Papa sekerang lebih sayang dede di banding kakak" protesnya kesal.
"Oppa juga lebih sayang kalian daripada papa" balasnya tak mau kalah.
__ADS_1
Karma turun menurun oey!!!
******
"Nti dede apain tekoyanya?" tanya Sam bingung saat perjalan menuju sekolah bersama Air yang mengantar.
"Nanti dede kanalan sama temen temen, main, mewarnai terus kadang nyanyi juga" jawab Air menjelaskan kegiatan yang biasanya di lakukan anak-anak saat di playgroup.
"Nani apa? putak putak nunung?" tanya Sam lagi.
"Hahaha.. iya. Lagu kebangsaan Appa tuh naik naik ke puncak gunung" sahut Air sambil tertawa dengan tangan terus memutar stir mobil mewahnya yang melaju dengan kecepatan sedang.
"Yuk turun" ajak Air saat sampai di gedung besar taman kanak-kanak bertaraf internasional.
"Nda ada olang" tanya Sam.
"Ada didalam mungkin, yuk masuk. Janji gak boleh nangis ya harus berani dan gak boleh malu, Ok"
"Nda Ok" sahutnya datar.
"Iya iya Ok" balasnya pasrah.
"Gak usah manyun tuh bibir, udah kaya soang" ledek Air pada Sam saat ia menuntunnya masuk.
Keduanya berjalan menuju salah satu kelas dengan di antar salah satu staf saat Air lebih dulu ke kantor sekolah.
Sam terus mengedarkan pandangannya karna ini kali pertama ia datang karna saat pendaftaran ia tak ikut bersama Hujan dan Air.
"Ayo masuk, di dalam sudah banyak teman teman" ajak salah satu guru yang di panggil Miss Nayra.
"Apain acuk?" tanya Sam mendongakkan wajahnya kearah Air yang begitu gemas melihat ekspresi Sam yang sangat menggemaskan sebab terlalu banyak bertanya.
"Katanya mau sekolah, ya sekolah begini" jawab Air yang kini sudah berjongkok di hadapan putranya.
"PapAy ungguin nda?"
__ADS_1
"Iya, papAy tunggu disni, sebentar lagi miMoy juga dateng, dede masuk dulu ya ganteng"
" Iyyaah"
Samudera masuk bersama Miss Nayra dengan bergandengan tangan, sampai di depan teman teman sebaya Sam, bocah tampan itu di minta menyebutkan namanya.
"Sekarang perkenalkan dirimu di depan teman teman ya" titah Miss Nayra yang di jawab anggukan kepala.
"Ini dede" ucapnya singkat padat jelas.
"Iya, dede namanya siapa? biar temen teman tahu nama dede kalo mau panggil nanti"
"Namana dede ih, papAy ama Moy anggilnya dede" balas Sam yang langsung membuat Air menepuk jidatnya sendiri.
"Hem, ok. Kalau yang lain panggil dede apa?"
.
.
.
.
.
.
Tutut Jajah.
ππππππππππππ
Gue kasih nama bagus2 malah nyebut begitu ππ
Bikin bubur merah sama putih deh kalo mau ganti.
__ADS_1
Like komennya yuk ramaiakan.