Air Hujan

Air Hujan
bab 90


__ADS_3


"Masuk angin Ay, udahan yuk" titah Hujan sambil mengeringkan rambut basah nya dengan handuk kecil didepan kaca besar.


Air menggelengkan kepalanya, tak mengindahkan ucapan sang istri yang sudah lebih dulu keluar dari kamar mandi.


dua menit lima menit delapan menit sampai dua belas menit Air belum juga keluar membuat Hujan kembali membuka pintu kamar mandi.


"Udah, Ay.. Tar Lo sakit" oceh Hujan saat melihat suaminya masih berendam dalam bathtub yang sudah hampir satu jam lamanya.


"Bentar lagi, Jan" jawabnya Santai tak menanggapi omelan sang istri yang sudah berdecak pinggang di ambang pintu.


"Gue tinggal, awas kalo nangis!" ancamnya kemudian.


Air langsung bangun dari bathup kemudian bergegas membilas tubuhnya di bawah guyuran air shower.


"Tungguin" pintanya pada Hujan.


"Ya udah cepetan, kalo siang nanti rame"


"Diem disitu! jangan kemana-mana" Rengek Air agar sang istri diam di tempat.


Hujan membuang nafas kasar, meski sudah lebih dari setahun menikah, tetap saja ia masih merasa malu sendiri jika harus sengaja melihat suaminya mandi karna tak ada apapun yang menutupi tubuh tinggi polosnya.


***



Usai mandi dan sarapan pasangan suami istri itu langsung bergegas menuju sebuah bazar yang di selenggarakan di kota sebelah.


Bazar buku, pakaian, aksesoris, makanan hingga berbagai buku bacaan tersedia disana, sudah bisa di bayangkan bagaimana Hujan akan bahagia hari ini.


"Mau cari apa lagi?" tanya Air saat ia sudah menenteng dua paperbag berisi tas dan sandal yang di beli sang istri.


"Makan yuk, cari yang pedes" ajak gadis itu sambil menarik tangan suaminya ke bagian kedai makanan yang cukup lumayan ramai, banyaknya pengunjung membuat mereka sulit mencari tempat duduk.

__ADS_1


"Tuh ada yang kosong" tunjuk Air pada salah satu meja.


Air menuntun tangan Hujan kearah meja yang dimaksud tapi langkah keduanya berhenti meski sudah tepat di sisi meja.


"Maaf, udah gue pesen" ujar seorang gadis dengan nafas tersengal.


Air menakutkan kedua alisnya seperti sedang mengingat sesuatu.


"Ay.." sebutnya lebih dulu.


"Riska ya?" tebak Air meski ragu.


Gadis itu mengangguk senang sambil mengulurkan tangannya.


"Apa kabar?" tanya Riska basa basi.


"Baik, Lo?"


"Kaya yang Lo liat, Ay. baik banget" jawabnya sambil terkekeh.


"Ini?" tanya Air yang mengerti maksud dari Riska dan wanita itu pun langsung mengangguk mengiyakan.


"Hem, siapa ya?" gumam Air yang membuat Hujan dan Riska bingung.


"Ini tuh..." ucapnya yang terpotong Karna tangannya kini sudah menangkup wajah cantik sang istri.


"Apa, pacar Lo apa gebetan Lo Ay?" tanya Riska semakin dibuat penasaran.


"Ini tuh dunia gue, hidup gue, warna gue, pelengkap kekurangan gue, segalanya buat gue, Ris" jawab Air dengan bangganya memperkenalkan Hujan di depan Riska.


Riska sedikit terkejut namun setelahnya ia mengangguk paham.


"Yuk, duduk. Kita makan bareng" ajak Riska sambil menarik kursi.


"Gak apa-apa, kita cari tempat lain aja" jawab Air di luar dugaan dua gadis yang sedang bersamanya itu.

__ADS_1


"Rame loh, Ay. Nanti susah lagi, udah keburu laper juga, kan?" Riska masih sedikit memaksa sambil menatap Air dan Hujan bergantian.


Hujan mengeratkan genggamannya pertanda betapa tak nyamannya ia saat ini.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mending laper deh dari pada di amuk pawang Hujan.


🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Awas kak.. bini kalo mode cemburu itu


Senggol dikit, bacok 🀣🀣🀣🀣🀣


Like komen nya yuk ramai kan β™₯️

__ADS_1


__ADS_2