Air Hujan

Air Hujan
bab 68


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁


"Yang ini belom" seru Air pada istrinya.


"Udah, Ay" jawab Hujan yang mulai kesal.


"Lagi.. cepetan!" titah pemuda itu memaksa agar Hujan mau mengulangnya.


"Ya ampun! masa mau berkali-kali sih!"


"Belom bersih tuh"


Keduanya terus saja berdebat, Air menghukum Hujan yang pulang larut malam dengan harus memandikannya pagi ini, drama menyabuni tubuhnya berulang kali pun terjadi.


"Udah yuk, nanti masuk angin" ajak Hujan, sudah hampir satu jam mereka di dalam kamar mandi tanpa benang sehelai pun.


"Sini gue sabunin lagi" tawar Air menarik tubuh polos sang istri yang baru saja ingin meraih bathrobe kembali kebawah guyuran air shower.


"Gak mau" tolak Hujan.


"Stop mandinya sekarang atau stop main-mainnya sebulan!" ancam Hujan dengan tegas.


Air menelan Salivanya, dengan wajah yang sangat menggemaskan ia pun ikut meraih bathrobenya.


"Lama banget sebulan!" gerutunya kesal.



Keduanya langsung memakai bathrobe tanpa berdebat lagi, ancaaman sang istri membuat Air langsung menurut dan mengekor di belakang gadis itu menuju wastafel dan kaca besar.


"Hari ini gue kuliah sampe sore, tapi siang jam sebelas off sampe Jam satu, Ay" jelas Hujan pada suaminya agar tak marah-marah jika ia tak bisa membalas pesanannya nanti.

__ADS_1


"Terus itu dua jam mau ngapain?" tanya nya kesal karna di jam itu justru adalah jam kuliahnya, saat Hujan nanti masuk di kelas kedua justru ia baru keluar.


"Paling ke perpus atau ke kantin?, tapi--_" Hujan sengaja menggantung ucapannya agar Air penasaran.


"Tapi apa?" tanyanya dengan menautkan kedua alis.


"Tapi kalo di izinin buat ke mall, boleh juga tuh" goda Hujan, ia meraba dada suaminya dengan jari telunjuk


"Ngapain?" tanyanya lagi yang langsung menarik pinggang Hujan agar lebih dekat dengannya.


"Ngabisin duit satu milyar dari Lo" kekeh Hujan.


Uang mahar yang belum seperak pun ia pakai malah justru semakin bertambah, uang saku dari papa mertuanya dan juga hasil kos-kosan empat puluh lima pintu masuk semua ke rekeningnya saat ini, ia benar-benar tak menyangka menjadi kaya mendadak dalam waktu satu bulan.


"Kasih aja ke gue, ngapain harus ke mall" kata Air yang langsung mendapat cubitan dari istrinya.


"Udah ngasih dipinta lagi, PAMALI Ay." kata Hujan sambil mencibir.


"Gue gak nyangka banyak duit, Ay" kata Hujan sambil tertawa , kadang ia masih mencubit pipinya Sendiri untuk meyakinkan dirinya jika ini bukan mimpi di siang bolong.


"Tapi gak boleh sombong ya Jan Hujan dereeeeeees, pake uang seperlunya, di luar sana banyak yang gak seberuntung kita, hemat bukan berarti pelit tapi ria dan foya-foya juga gak baik, Tuhan gak suka semua hal yang akhirnya mubazir, paham" tutur Air pada sang istri.


"Siap Airnya Hujan!"


Gadis itu berhambur memeluk suaminya, begitu banyak sisi lain dalam diri pemuda itu tergantung kondisi yang sedang mereka alami, dan semakin hari Hujan semakin tahu hal itu. Tak ada sesal dalam dirinya sudah menikah muda meski karna alasan kesalahpahaman.


"Eh, mau ngapain?" tanya Hujan yang kaget saat ia dudukan di atas wastafel.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Mau nanem gaya baru!! bosen di kasur Mulu...


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Berulah lagi dia 🀭🀭🀭🀭


Baru juga kelar ceramah tong πŸ™„πŸ™„πŸ™„πŸ™„


Eh entong yang Laen ternyata udah geleng-geleng πŸ˜‚

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan ❀️


__ADS_2