Air Hujan

Air Hujan
Gempa!


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Moy.... " bisik Air dengan nada pelan di telinga kanan Hujan.


00.21 adalah waktu yang di lihat Air saat ini, dimana sang istri justru sudah terlelap sedangkan ia baru saja bangun. Hujan yang tidur di tengah dan Samudra di pojok ranjang tentu memudahkannya untuk melakukan hal yang menyenangkan di tambah istrinya hanya memakai piyama tidur setengah paha. Tapi semua urung di lakukan saat kedua mata Hujan tak juga terbuka padahal kancing bajunya sudah terlepas semua.


"Kalo tidur udah kaya pingsan!" Cetusnya kesal.


Air bangkit dari atas tubuh Hujan, ia kancing kan kembali apa yang sudah di bukanya tadi.


Pria tampan yang sedang menahan hasrat itu pun akhirnya keluar dari kamar.


Dengan ponsel yang di genggam di tangan kiri, Air membukan pelan pintu utama rumah Bunda. Hal yang kadang membuatnya tak betah salah satunya adalah sering terbangun tengah malam dan tak bisa tidur lagi karna kamar Hujan yang berukuran kecil baginya.


Huft...


Air membuang napas kasar, bingung harus melakukan apa di tengah malam seperti ini. Pilihan pun jatuh pada game online yang berkali-kali berjanji berkali-kali juga ia ingkari. Mata dan jarinya yang begitu fokus sampai tak sadar jika Hujan sudah berdiri lebih dari lima menit di belakangnya yang sedang duduk di kursi teras.


Ehem...


Satu kali deheman ternyata tak mampu membuat si sulung menoleh, hingga tiga kali Hujan melakukan hal yang sama barulah Air bangun dengan cepat sampai keduanya berdiri saling berhadapan.

__ADS_1


"Moy!"


"Kenapa gak tidur?" tanya Hujan dengan tangan melipat di dada.


"Aku baru bangun"


Ya, air tertidur setelah ia menyerahkan ponselnya pada Sam, bahkan ia tak ikut makan malam karna rasa kantuk yang menyerangnya.


"Bangun ya tidur lagi, bukan keluar terus maen Game, kak" oceh Hujan.


"Besok kan Libur, gak apa-apa, kan?"


Jika sudah soal Game, Air bagai bocah yang merengek pada ibunya. Sekeras apapun ia di tentang ternyata hobbynya semakin susah hilang. Senang bermain game sejak remaja tentu sudah bukan hal baru bagi Air mendengar ocehan dan omelan. Jika dulu Melisa yang paling rajin memarahinya karna sulit bangun pagi untuk sekolah kini giliran sang istri yang melanjutkan drama tersebut. Tak jarang keduanya bertengkar karna hal yang sama.


"Ini udahan, Moy. Yuk masuk, dingin banget loh" ajak Air kemudian sambil merangkul bahu istrinya. Keduanya masuk kembali kedalam kamar setelah mengunci pintu utama.


Samudera yang tidur sangat lelap usai menyusu satu botol sampai tak terganggu sama sekali saat orangtuanya membuka dan menutup pintu, apalagi saay Hujan naik keatas ranjang yang kemudian di susul oleh Air juga.


Pasangan suami istri itupun langsung berbaring di bawah selimut tebal bercorak bintang bintang kecil berwarna kuning. Ada gajah dan si pisang juga disisi kasur yang ikut berbaring bersama mereka.


"Yuk, Moy." ajak Air dengan senyum menggoda.

__ADS_1


Hujan yang paham hanya mengangguk. Ia biarkan sang suami melakukan apa yang di inginkannnya.


Sadar akan adanya sang putra di sisi mereka, membuat pasangan yang sudah terbakar BI Rahi itu menekan has Rat bersuara nya. Dengan menggigit bibir bawah, Hujan berhasil tak mende sah.


Sedangkan Air melampiaskannya dengan cara meng Hi sap kuat kerikil kecil di ujung puncak bukit isterinya.


"Tahan ya, Sayang. Kita barengan!" bisik Air, Hujan yang sudah merasakan ada sesuatu di bagian intinya hanya tersenyum kecil sambil mengangguk.


Air yang masih terus berusaha, sesekali melirik kearah Sam yang bergeliat kecil, ia bergumam dengan mata tertutup rapat.


.


.


.


Ini apa ya.... dede kok goyang goyang...



πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚

__ADS_1


Diem de...


Ada gempa pribadi 🀣🀣🀣🀣


__ADS_2