
ππππ
Satu... dua.. tiga.. empat.. lima.. enam.. tujuh... jajah.. delapan.. sembilan.. sepuluh..
Semua yang ada di meja makan langsung menoleh kearah Sam yang sedang mengambil bakso ayam kesukaannya.
"Kok masih ada Jajah nya aja sih?" ucap Air pada sang putra.
"Kenapa? dede sayang Jajah oey" jawabnya santai sambil tersenyum karna sudah ada sepuluh bakso di mangkuknya yang siap di santap.
"Sayang sih sayang, tapi kalau berhitung ya jangan si selipin terus abis tujuh, Tut"
"Dede mahu ada Jajahnya "
Hujan tertawa kecil, kebiasaan Samudera memang sulit di rubah, kecintaanya pada sang Gajah membuat cara berhitung nya pun berbeda dengan yang lain.
"Terus ini baksonya ada berapa?" tanya Reza yang sudah begitu gemas dengan cucu pertamanya itu.
"Sepuluh!" jawabnya sambil mengangkat semua jarinya.
"Kan tadi ada Jajah, berarti sebelas dong" balas Hujan yang akhirnya angkat bicara.
"Jajahnya dede simpen dalam hati" jawab Sam sambil tersenyum kearah Appanya.
Uuugh... So Sweet.
.
.
Usai menikmati sarapan pagi, Hujan yang masuk lebih dulu ke kamar langsung menerima panggilan telepon dari Bunda, wanita yang mengurusnya sejak usia enam bulan sampai menikah itu meminta ia, suami dan anaknya datang berkunjung.
"Bunda kangen dede"
Kalimat sederhana tapi nyatanya begitu menghujam dada Hujan, sebagai keponakan rasa anak ia tahu jika Anna pasti merasa kesepian.
Hujan yang belum meminta izin pada Air hanya duduk lemas di sisi ranjang, pikirannya yang bimbang sampai membuat ia tak sadar jika sang suami kini tengah duduk disisinya.
"Moy, ada masalah?" tanya Air yang langsung membuyarkan lamunan Hujan.
"Hem, enggak, Kak"
__ADS_1
"Lalu?" Air bertanya sambil mengernyitkan dahinya.
"Bunda minta kita kesana, Bunda bilang kangen dede" jawab Hujan, pelan. Ia terkadang masih tak enak hati jika meminta pulang kerumah Bunda padahal Air tak pernah melarang atau menolaknya.
"Sekarang?"
"Iya, kalau bisa sekarang, kak"
"Tapi semalam kita udah deal buat ke Zoo, kamu yang bicara deh sama dede. Kalau aku yang bicara yang ada akan panjang karna tuh anak pasti ngajak debat dulu" Ucap Air yang membuat Hujan terkekeh kecil.
Sifat manja dan jahil Air memang menjadikan ia dan Sam bagai kakak adik, sering berdebat dan ribut kecil sudah biasa keduanya lakukan jika sedang bersama.
"Ok, aku nanti ngomong sama dede, aku akan janjiin weekend depan aja buat ke Zoo"
Hujan bangun dari duduknya setelah mendapat anggukan kepala dari sang suami, kini ia tinggal keluar dari kamar dan mencari keberadaan putranya.
Tap.. tap.. tap..
Langkah kaki menantu pertama itu begitu nyaring menuruni tangga karna ia memang sedikit berlari.
Tubuh tinggi semampai dengan rambut hampir sepinggang itu kini berdiri di ruang tengah sambil mengedarkan pandangan mencari sosok bocah laki laki tampan kesayangannya.
"De... Dede" panggil Hujan.
Hujan terus menengok ke kanan dan kiri tapi hasilnya sang buah hati belum juga terlihat. Rumah mewah yang teramat besar itu memang sulit jika harus mencari sesuatu sendirian.
Dooooolll.
"Moy, kena!"
Hujan yang tersentak kaget langsung menoleh dengan cepat kearah belakang, ada Samudera yang berdiri dengan senyum lebar sampai terlihat gigi putihnya.
"Moy cari dede, apa? kangen ya" godanya dengan nada manja mirip sekali dengan papAynya.
"Bisa kita bicara?"
"Ok, apa?" tanya Sam santai bergaya cool karna ia sudah melipat tangannya di dada.
"Bunda tadi telepon Moy, Bunda minta kita ke rumahnya karna Bunda kangen dede. Bisa kita kesana sekarang?"
"Kita kan mahu ke Zoo, Moy." ucapnya bingung.
__ADS_1
"Iya, Moy tahu. Kita bisa ke Zoo weekend depan nanti, gimana?" rayu Hujan lagi.
"Hem, Ok. Dede juga mahu ketemu Undah" jawab si tampan dengan cepat tanpa drama penolakan yang langsung membuat Hujan merasa lega.
"Syukurlah, kalau gitu Moy Siap-Siap dulu ya"
"Iya, dede mahu bilang Appa dulu"
Sam berkata sambil berlari menaiki lift, ia tak mau jika harus naik tangga karna akan lelah dan lama untuk sampai di depan kamar Reza yang tepat di depan pintu Lift.
.
.
Cek lek.
"Appa.... dede datang lagi" teriak Sam sembari membuka pintu kamar Tuan besar Rahardian.
"Belum juga pemanasan, udah nongol lagi, Tut" gumam Reza sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal sedangkan Melisa buru buru menggulung lagi rambutnya.
"Ada apa?"
"Dede gak jadi ke Zoo, dede mahu ke rumah Undah" ucapnya yang kini sedang memeluk manja Reza.
"Oh, ya udah. Dede main kerumah Bunda, nanti disana gak boleh nakal ya." pesan Reza yang akhirnya menciumi seluruh wajah Samudera.
"Dede kerumah Undah dulu ya. Nanti dede pulang lagi" balasnya sambil melakukan hal yang sama.
Tak hanya pada Reza, Samudera pun berpamitan dan menciumi wajah Melisa. Setelah drama pamitan yang lama dan berulang akhirnya Sam turun dari ranjang, ia melangkah untuk keluar dari kamar tapi sampai di depan pintu, bocah laki laki itu kembali menoleh.
.
.
.
Dadah Appa Jajah dede, dede pergi ya. Appa jangan nangis nanti Dede tanen banak banak Oey...
ππππππππ
__ADS_1
Iya Tut iya..
Paling gua kelonin Appanya ππ