Air Hujan

Air Hujan
bab 56


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


"Selamat sebulan Jan Hujan dereeeeeees"


Hujan mengerutkan kedua alisnya saat mendengar ucapan dari sang suami.


"Sebulan?" tanya Hujan bingung.


"Cih.. Lo gak inget kita nikah udah sebulan?" dengus Air kesal, niat hati ingin seromantis mungkin tapi nyatanya harus berujung rasa jengkel saat sang istri malah melupakan hari bersejarah bagi mereka.


"Lupa, Ay. Ganteng!" Rayu Hujan sambil mengusap pipi Air.


Pasangan suami istri itu memang baru saja terbangun dari tidur nyenyak mereka setelah tiga kali melakukan pertempuran sepanjang malam, Kini bayi Buaya Cengeng Kesayangan Hujan itu sudah tak sepolos dulu, tepatnya Sebulan lalu saat awal mereka menikah. kini Ia sudah banyak tau tentang main basah-basahan di atas kasur empuknya.


Jika ada yang bertanya Siapa yang mengajarinya?


Tentu gajah senior Jawabannya wkwkwk 🀭🀭🀭


.


.


.


Weekend kali ini mereka memilih menghabiskan waktu untuk berlibur seharian di salah satu taman bermain terbesar di ibukota, padatnya jadwal kuliah dan aktivitas lainnya kadang membuat pasangan baru itu hanya bertemu dari waktu petang hingga pagi, tapi jika ada kesempatan lain mereka akan menyisihkan waktu untuk makan siang bersama di kantin atau cafe di sekitaran kampus.


Keduanya berjalan sambil bergandengan tangan memasuki gerbang pintu utama, Senyum dan gelak tawa selalu mengiringi langkah mereka yang terus menyusuri jalan tanpa arah, bahkan teriknya matahari tak lagi mereka hiraukan.


"Mau naik apa?" tanya Air pada sang istri saat keduanya sudah ada di tengah tengah berbagai wahana bermain.


"Enggak, gue takut, Ay" jawab Hujan malu.


"Cih, gede badan doang" ejek suaminya.


"Apa mau makan?" tanya pemuda itu lagi.


"Hem, boleh deh. beli cemilan aja ya" pinta Hujan.


"Cemilan doang? gak sekalian cepuluh sama cebelas?" goda Air sambil mencium pipi bulat istrinya.


"Ay....."

__ADS_1


"Haha, ia ampun Jan Hujan dereeeeeees"


Air menarik tangan sang istri menuju salah satu kursi di depan sebuah toko makanan.


"Tunggu disini, gue beli dulu ya" pesan Air pada gadis halal Kesayangannya itu


"Siap Bos" kekeh Hujan, ia menatap punggung sang suami sembari tersenyum. Tak terasa tiga puluh hari sudah mereka melewati waktu bersama dalam suka duka tangis canda marah dan segala hal lainnya.


Hidup Hujan memang berubah drastis setelah menjadi nona muda RAHARDIAN.


Tak lebih dari sepuluh menit akhirnya Air datang kembali dengan makanan ditangannya, Hujan tentu menyambut kedatangan Air dengan senyum terbaiknya



"Jangan suka senyum-senyum di tempat umum" ketus Air yang mendadak ingin menyembunyikan wajah sang istri kedalam bajunya.


"Dih, orang gue senyum buat Lo" sahut gadis itu.


"Tapi nanti banyak yang liat, gue gak suka!"


.


.


Keduanya masih sering bertengkar atau berdebat tentang hal yang tak penting, namun entah kenapa masalah sepele itulah yang menjadi warna tersendiri di dalam rumah tangga mereka yang baru seumur jagung.


Air dan Hujan menikmati makanan yang di beli pemuda itu dengan di selingi obrolan ringan, menyusun rencana apa dan sampai kapan keduanya bermain, mengingat waktu selalu cepat berlalu jika mereka sedang bersama, berbeda halnya jika keduanya sedang berada dalam kelas saat kuliah.


"Pokonya gue gak mau naik apapun!" tegas Hujan yang masih keukeh dengan pendiriannya.


"Terus Kesini mau ngapain?" tanya Air mulai kesal.


"Mau jalan-jalan" jawab gadis halalnya itu.


"Kenapa gak keliling komplek aja kalo gitu!" sentak Air namun membuat Hujan tertawa.


"Yuk, ah.." ajaknya sambil bangun dari duduknya.


Air yang di tarik tangannya pun reflek bangun juga mengikuti langkah sang istri kemanapun ia mau sambil menggerutu pelan.


Hujan yang tau hanya bisa tersenyum menikmati ocehan suaminya yang menurutnya itu sangat menggemaskan

__ADS_1


"Apa sih, Ay? gak cape emang ngomel terus?" tanya Hujan sambil terkekeh.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Abisnya Lo tuh nyebelin..


Udah manis, cantik, lucu , galak. kan bikin repot hati gue doang jadinya!!!


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Bang, bungkus ya nih anak satu jangan lupa karetnya dua soalnya dia spesial banget 🀭🀭🀭🀭


Mang Lo doang yang bisa kak? πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚


Jungkir balik dah sono Lo. 🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Like komen nya yuk ramai kan β™₯️


__ADS_2