
ππππππππ
Eaaaak.. eeeakkkk... eeeeeeaaaakkk..
Hujan yang baru saja ingin memulainya langsung menoleh kearah box bayi saat mendengar Baby Bear menangis semakin kencang. Hujan langsung merapihkan baju bagian dadanya memasukkan lagi lalu mengancingkannya.
Ia yang hendak turun dari atas tubuh sang suami langsung di cekal oleh Air.
"Mau kemana?"
"Dede bangun, kak" jawab Hujan.
"Tapi punya ku juga udah dari tadi, 'kan BANGUN!" tegas Air.
"Dede udah nangis" balas Hujan lagi.
"Aku juga bisa nangis, Jan"
Hujan mendengus kesal, ia yang malas berdebat benar-benar turun dari ranjang menuju box bayi, di gendongnya Baby Bear untuk di susui di sofa depan TV.
Lima menit berlalu tampak tak ada suara apapun sampai akhirnya Hujan menoleh ka arah tempat tidur.
Air yang di yakini Hujan pasti sedang kesal itu ternyata sedang menutup wajahnya dengan bantal tapi membiarkan punyanya begitu saja seperti terakhir Hujan tinggalkan.
__ADS_1
"Bukannya di rapihin, ntar kalo ada yang ngisep gimana coba" kekehnya sambil mengusap hasil garap tanam dan siraman lahar panas sang suami.
Baby Bear yang kembali terlelap di baringkan lagi ke box bayinya, di ciuminya pipi bulat itu dengan penuh kasih sayang sampai bergeliat karna geli dan sedikit kaget.
"Uugh.. Cayang nya MiMoy. Maaf ya ganteng"
Hujan mengusap kepala sang buah hati dengan pelan takut Samudera terbangun lagi dan menangis karna ia akan meneruskan mengurus bayi buaya cengengnya. Dua bayi yang sangat merepotkan namun menggemaskan.
Untung pada ganteng jadinya cinta banyak banyak!
*******
Air menggeliat di balik selimut yang menutupi tubuh polosnya sehabis main main meski ala kadarnya tanpa menggarap lebih dulu. Waktu yang tak memungkinkan akhirnya membuat Air langsung tanam dan siram setelah main dan basah. Pertualangan berkebunnya kini tak seindah bulan bulan kemarin sebelum ada Baby Bear.
"Kenapa, Jan?" tanya Air yang kini sudah duduk di atas ranjang, ia belum mendekat karna sadarnya belum
terkumpul sepenuhnya.
"Abis mandi, biasalah" jawab Hujan yang sepertinya sedang menenangkan Baby Bear dengan cara menyusui.
"Bawa sini, Jan" pintanya agar sang istri mau membawa Samudera padanya.
Hujan tak menjawab, tapi ia langsung dan mendekat kearah tempat tidur
__ADS_1
"Nih, aku mau mandi" ucapnya sambil menyerah kan Baby Bear.
Air langsung menerima tanpa berkata lagi dan membiarkan Hujan melenggang ke kamar mandi.
Pria yang masih dalam kedaan polos itu menciumi Samudera dengan sangat gemas bukannya menenangkan justru ia semakin membuat Baby Bear semakin menangis kencang dan Air justru tertawa senang.
"Hahaha, lucu banget sih kalo lagi begini, kita samaan ya gak pake baju. Jadi makin imut pengen cium cium" ucapnya yang kini beralih pada ke perut Samudera.
Ia baringkan tubuh montok putranya yang belum di pakaikan baju itu, ia ajak bicara dan bermain meski Baby Bear terus merengek.
"Kalau abis mandi pasti nangis terus kenapa sih?" ujarnya lagi sambil mengangkat Samudera dari kasur.
Bayi montok yang masih menangis itu akhirnya tenang saat Air bangun dan menggendongnya sembari sedikit menimang, ia malah tersenyum saat Air menggodanya lagi saat menempel kan kedua hidung mereka.
Ceklek..
Ya ampun!!! kalian ini kenapa pada gak pake baju sih!!
π»π»π»π»π»π»π»π»π»
Gak bisa bayangin gue bayi beruang sama bayi buaya sama2 TeL an jang π€£π€£π€£π€£π€£..
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1