Air Hujan

Air Hujan
Baby bear 109


__ADS_3

πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Reza tersenyum bangga karna hadiah darinya begitu pas di pakai oleh sang cucu, bandana berbentuk kuping Gajah yang ia pesan khusus untuk si Tutut Jajah kesayangannya.


"Kiyeeeen, dede anteng loh. Tupingna banak benel ya" kekehnya yang benar-benar merasa senang.


"Sekarang kupingnya banyak, nanti kalo di panggil harus nengok, Ok" ucap Melisa mencubit pipi Sam.


"Keh, Amma. Tupingnya besal banet kalo dede lali ntal doyang doyang nda?" tanya Sam pada dua orang yang kini berada di depannya itu.


"Gak tahu, coba dede lari sana kalo perlu lari yang jauh ya ke kamar papAy sama MiMoy, Ok" titah Reza dengan senyum menyeringai sambil melirik kearah Khumairahnya.


"Keh, dede mahu acih iyat PapAy tuping balu dede ya" ucapnya yang langsung berlari keluar dari kamar Appa dan Ammanya menuju kamar orangtuanya.


"Yes... keluar juga tuh tutut, Yuk, Ra" ajaknya pada sang istri.


"Ngapain?" tanya Melisa yang malah meringsek menjauh.


"Jangan ke GR an, Appa mau minta Amma pijitin pinggang nih, sakit banget kejar kejaran mulu sama si Tutut" jawabnya sambil menarik tangan pemilik hatinya yang mengulum senyum.


"Appa udah tua, udah gak bisa kejar kejaran" kekeh Melisa.


"Iya, tapi alhamdulillah masih bisa kuda-kudaan"


#Eh...


*********


Braaaaak...


Samudera membuka pintu kamar dengan cukup keras, Hujan yang baru keluar dari kamar mandi sampai terlonjak kaget dan mengelus dadanya sendiri.


"Dede gak bisa pelan pelan sih"


"Dede puna tuping balu, beliin Appa dong, badus Nda?" ucap Sam yang langsung naik keatas pangkuan Air.


"Tuping na besal, nanti dede tenok kalo papAy panggil dede"

__ADS_1


"Masa?" ledek Air sambil mengambil bandana anaknya.


"Ini kuping gajah?" tanya Air setelah ia memperhatikan benda yang kini ia pegang itu.


"Tuping dede, butan tuping Jajah" protes si gemoy.


"Appa yang beliin?" kini Hujan yang bertanya saat ia ikut bergabung duduk di sofa.


"Iyyaaah.. badus Nda?"


"Bagus. Udah bilang terimakasih belum sama Appa?"


"Dede lupa! dede lali agih ya" ucap Sam yang langsung turun dari atas pangkuan papAynya.


Tubuh kecilnya itu berlari keluar kamar dengan tak lupa membanting pintu dengan cukup keras sampai kedua orangtuanya mengusap dada mereka masing-masing.


"Ya ampun, anak siapa sih itu?" gumam Hujan yang kadang harus extra sabar melihat tingkah putra semata wayangnya.


"Anak AirHujan lah, kamu pikir anak siapa?" cetus Air masih kesal karna seharian di abaikan.


"Kamu masih marah? maafin aku, Kak" ucap Hujan yang mengakui kesalahannya.


"Enggak, aku janji nanti akan sering hubungin kamu"


Hujan menggoda dengan duduk di atas pangkuan suaminya.


"Mau apa kamu?" tanya Air pura pura.


"Suka suka aku lah" jawab Hujan dengan tangan sudah membuka tiga kancing piyama tidurnya.


"Kunci dulu sana pintunya!"


"Siap, Sayang" kekeh Hujan, demi mengembalikan senyum suaminya ia rela melakukan apapun untuk menebus kesalahannya.


.


.

__ADS_1


.


Tok... tok... tok...


"Appa, buta pintu na ih.... "


"Appa.... buta oooey!"


Samudera terus saja menggedor pintu kamar Reza dan Melisa yang terkuci rapat, lama ia menunggu tapi tetap tak ada sahutan sama sekali membuat bocah bawel itu kembali ke kamar orang tuanya.


Cek lek.. cek lek.. cek lek..


"Tunci agih sih?" gumam Sam yang terus mencoba membuka pintu kamar papAy dan MiMoynya.


"Pay.. buta"


"Moy... dede mahu acuk ih.... "


.


.


.


.


.


.


.


Ya awoh.. dede napa di uwang sih?


πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚πŸ‚


Kesian banget sih nih bocil punya emak bapak nini jeng aki tukang mesum 🀣🀣🀣🀣🀣

__ADS_1


Ganggu mulu sih makanya di BUANG 🀭🀭🀭🀭


Like komennya yuk ramaikan.


__ADS_2