Air Hujan

Air Hujan
bab 79


__ADS_3

♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️2



"Ye..... liburaaaaaaaaan"


Teriakan Air disisi laut membuat Hujan harus menutup kedua telinganya, pemuda tampan itu begitu antusias dengan liburannya kali ini yang akan memakan waktu hampir satu bulan lamanya.


"Ay.. kita ngapain disini?, sepi banget perasaan!" tanya Hujan saat ia menoleh ke sisi kanan dan kiri.


"Tidur, makan, mandi, tidur lagi makan lagi mandi lagi, jangan lupa main basah-basahannya, Hahaha" Air menjawab sambil tertawa senang. Otaknya yang di pakai untuk kuliah selama enam bulan full kini bisa ia refresh kembali dengan cara liburan bersama sang istri.


"Gitu doang?"


"Iya, mau apa lagi?" Air balik bertanya.


"Gak jalan-jalan gitu, kemana kek' masa iya gue udah tiap hari sama Air liburan ketemu sama Air lagi!" dengus Hujan kesal.


"Hahaha, jodoh Hujan itu ya sama Air" kekehnya sambil mencium bibir Sang istri sekilas.


"Gak ada mall?, Kita nonton gitu, Ay?"


"Gak ada! Meskipun ada juga gue gak akan bawa Lo ke sana" ucapnya dengan tangan ia lipat didada.


"Kenapa?" tanya Hujan.


"Kita nonton aja di kamar, diatas kasur 🤣" jawabnya sambil tergelak karna melihat Hujan sudah membulatkan kedua matanya.


"Otak Lo kasuuuuuuuuuuuur Mulu!"


****

__ADS_1


Langkah keduanya kini mulai memasuki rumah satu lantai yang tak terlalu besar namun nyaman. tak banyak barang mewah seperti di apartemen atau dirumah utama. Semuanya begitu sederhana namun tetap modern.


"Suka gak?" tanya Air yang kini sudah memeluk sang istri dari belakang.


"Suka, enak buat liburan meski cuma ketemu Air" Sindirnya masih sedikit kesal.


"Mang Lo mau ketemu apa?, dragon ball" kekehnya saat menjawab.


Hujan tak menjawab, ia menikmati sentuhan Air yang mulai nakal menyesap leher putihnya.


"Jangan berbekas, Ay"


"Gak apa-apa, gak ada yang liat juga meski gue bikin Segede gentong" jawab Air dengan nafas sedikit berat.


Hujan langsung membalikan tubuhnya, kini keduanya saling berhadapan dan itu tak disia-siakan oleh Air yang otaknya sering konslet dadakan.


Bibir pemuda itu langsung me lu mat lembut daging kenyal milik sang istri yang belum pernah ia bisikkan kata cinta sama sekali sepanjang mereka bersama.


Des Sahan Hujan membuat Air semakin bersemangat menjelajahi tubuh langsing itu dengan tangannya.


Satu persatu pakaian ia tanggalkan tak tersisa, kini bahan yang tadi menutupi tubuh mereka sudah beserak di lantai.


Air tersenyum jahil saat melihat tubuh polos istrinya dan ia semakin senang menggoda ketika kedua pipi Hujan merah merona menahan malu.


"Kenapa?" tanya Air yang kini sudah menyandarkan Hujan di tembok.


"Malu. Jangan di liatin terus" Jawab gadis itu sambil melengos.


"Masih malu aja, padahal udah gak keitung berapa kali ini gue nyentuh Lo Jan Hujan dereeeeeees" kekeh Air sambil mencium kembali bibir gadis halalnya sekilas.


"Ini tuh terang banget, Ay" Hujan menjatuhkan kepalanya didada polos sang suami.

__ADS_1


Air mengusap punggung Hujan sambil terus menciumi tengkuknya juga, semakin lama keduanya semakin terbuai oleh setiap sentuhan di awal kenikmatan yang akan mereka gapai bersama nanti jika sudah di permainan inti.


Air membalikan tubuh Hujan dengan tiba-tiba, kini ia berdiri dengan posisi tepat di belakang sang istri.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


" Masuk sekarang, boleh?"


🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂


Jangan lupa salam ya Ay kalo mau masuk 🤣🤣


Terserah kalian mau bayanginnya gimana 😂😂😂

__ADS_1


Otak traveling jangan jauh jauh ya takut nyasar 😓


like komen nya yuk ramai kan ❤️


__ADS_2