Air Hujan

Air Hujan
bab 53


__ADS_3

🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Kak.... Papa pulang nih!


Air menoleh ke arah pintu yang sedang di ketuk oleh Reza, sudah bisa di pastikan jika pria itu kini sedang berdiri disana tak sabaran.


"Kakak, gak kangen Papa?" teriak Reza lagi.


Air dan Hujan saling pandang dengan rasa bingung antara lanjut atau berhenti di tengah jalan sedangkan keduanya sudah hampir polos, di tubuh gadis itu kini hanya tersisa kain tipis penutup kebun kecilnya yang begitu imut kata sang suami, sedangkan Air baru saja membuang kaosnya Secara asal.


" Ada papa" kata Hujan yang hanya di balas anggukan pasrah suaminya.


Miliknya yang sudah meronta seakan ingin segera menyembul dari balik celananya yang terasa begitu sesak jika sedang mode ON alias ingin segera uyek uyekan menggarap kebun kecil istrinya.


"Jangan berisik, Jan" pinta Air menutup mulut Hujan.


Keduanya terdiam karna sedang sibuk mendengarkan keributan diluar kamarnya antara Reza dan Melisa yang sepertinya sedang berdebat di balik pintu.


"Kamu ngapain, Mas?" tanya Melisa yang tiba tiba datang dari arah tangga.


"Kakak gak bukain aku pintu sih, Ra?" Reza balik bertanya sambil kebingungan.


"Masa?, ada kok di dalem baru pulang" jawab Melisa memastikan jika anak Kesayangannya itu ada di dalam kamarnya.


"Tapi ini gak dibuka, Ra"


"Tidur kali, Mas. Hujan juga belum keluar lagi kayanya" kata Melisa.


"Hujan? ya ampun!" pekik Reza sambil mengusap wajahnya sendiri.


"Kenapa?" tanya KHUMAIRAHnya bingung melihat ekspresi suami yang tersenyum simpul.

__ADS_1


"Pintu kamarnya gak dibuka, aku panggil juga gak nyaut pasti lagi otewe nyembur" kekeh Reza.


" Apa sih, Mas?"


"Hem, engga. Yuk" ajak pria itu kemudian pada sang istri.


"Kemana?"


"Nyelup dikit, Ra. Cih masa kalah sama cebong" cibirnya sambil memukul pintu kamar anaknya itu.


BUGH..


Air dan Hujan tentu kaget dengan suara tersebut tapi setelahnya ia tak lagi mendengar obrolan kedua orangtuanya.


" Terusin ya" pinta Air saat hening terasa di luar kamarnya.


"Tapi, Ay"


"Tanggung banget, Jan Hujan dereeeeeees"


Masih sedikit sulit ia melakukannya lagi, bahkan ia harus mencoba berkali kali menerobos pelan sampai akhir tenggelam, saat itulah ia baru bisa bernafas lega.


Air yang tahu jika istrinya masih belum terbiasa terus mencoba membuat gadis halalnya itu rileks menikmati sentuhannya, Ia terus men cum Bu Hujan yang terbaring pasrah di bawahnya.


Permainan yang begitu lembut berhasil membuat Hujan menutup matanya rapat, rasa sakit dan nikmat ia dapatkan Secara bersamaan.


Lenguhan yang keluar dari Air pertanda ia sudah berada di puncaknya saat ini.


Tanpa melepas penyatuannya ia kembali menikmati bibir ranum sang istri yang juga sama lelahnya seperti ia.


Hujan mengendurkan cengkeramannya di bahu juga pinggang suaminya. Rasa luar biasa yang mereka dapatkan secars bersama.

__ADS_1


"Udah, Ay" bisik Hujan.


" Tar, masih capek" jawabnya yang masih belum mau turun dari atas tubuh istrinya.


"Udah mau malem, gak enak sama mama"


Hujan mengusap kepala Air yang terbenam di ceruk lehernya yang sudah banjir keringat.


Perlahan ia dengan suara dengkuran halus dari suaminya yang ternyata sudah terlelap.


.


.


.


.


.


.


.


Ya ampun!! Ini lepasinnya gimana?


Orangnya tidur ekornya masih bangun!!


πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰πŸŽ‰


Dih.. keren si kakak 🀭🀭🀭🀭🀭

__ADS_1


Gak uyek uyekan paling uget ugetan dikit doang πŸ˜‚


Like komen nya yuk ramai kan ❀️


__ADS_2