
πππππππ
Sam yang ditinggalkan dengan Melisa dan juga Reza seakan tak ingat kedua orangtuanya yang sedang berada di luar, Air sibuk di kantornya sedangkan Hujan sedang mengantar si bungsu ke rumah sakit bersama Kahyangan, entah apa yang akan mereka lakukan setelah Cahaya chekup nanti.
"Dede mau makan?" tanya Melisa karna Sam hanya minum susu saat bangun tidur.
Nda.
Jawaban Samudera yang tak menoleh itu pun menjadi kesempatan untuk Reza menjahili istrinya seperti biasa.
"Mas diem gak?" pinta Melisa saat tangan Reza terus saja me re mas sala satu gunung kembarnya.
"Enggak!"
"Diem, Mas."
"Ini aku diem!
" Tangannya diem"
Reza tertawa saat melihat khumairahnya itu sudah membulatkan mata dengan sempurna.
"De' Ammanya galak banget" goda Reza lagi.
Sam hanya menoleh dengan tatapan datar tanpa ekspresi.
Ia melanjutkan lagi mainnya dengan berbagai mainan berserak di lantai kamar kakek dan neneknya.
Reza sengaja membawa cucunya itu ke kamar agar leluasa saat mencuri kesempatan bercu mbu dengan sang istri.
"Ra, sayang aku gak?" tanya Reza saat kepalanya sudah berada di atas pangkuan Melisa.
"Masih berani tanya?"
Reza menggelengkan kepalanya, ia semakin terlena dengan sentuhan tangan bidadari hatinya itu yang sedang mengusap kepalanya.
"Aku cuma punya kamu, jelas rasa sayangku semua untukmu dan keluarga kita" kata Melisa, ia yang hidup Sendiri tentu bisa apa tanpa keluarga Rahardian.
__ADS_1
"Aku sedang tak ingin membahas apapun, aku sudah nyaman dengan kalian"
Reza bangun dari tidurnya, ia raih tubuh langsing Melisa ke dalam dekapannya, Ia ingin menjadi tempat berbagi tapi sayangnya Wanita itu terlalu kuat untuk menyimpan semuanya sendiri.
Amma apa?
Sam yang merangkak, terus mendekat ke arah pasangan yang selalu nampak manis itu.
"Gak apa-apa" jawab Melisa dan Reza, ia lalu memangku Samudera, di dekapnya tubuh montok itu penuh kasih sayang dan kehangatan keluarga.
"Kalo aku bisa memohon, aku ingin hidupku sampai ribuan tahun agar bisa melihat semua keturunan kita, Ra" ucap Reza seperti sedang menahan air mata.
"Tinggal cium mak othor, apapun beres Mas"
******
Reza terus saja melayangkan gombalan mautnya saat sedang menemani sang istri memasak di dapur, Nyonya besar Rahardian itu langsung sibuk dengan wajan warna warninya saat si Bungsu menelpon jika semuanya akan makan malam di apartemennya. Ia rindu kebersamaan berkumpul di meja makan seperti saat ke empat anaknya masih kanak-kanak.
"Nanti aku lupa masukin garem kalo mas Reza terus godain aku," umpat Melisa yang akhirnya harus berdecak pinggang menghadap sandaran hatinya yang sedang menatapnya jahil di meja makan yang terhampar bermacam jenis masakan.
Melisa mencibir lalu kembali meneruskan aksi memasaknya.
Reza yang di abaikan kini bergantian mengganggu Sam yang sedang berguling dengan gajahnya di ruang tengah, anak itu begitu nyaman jika sedang memelintir belalai hewan berhidung panjang itu.
"De, nyanyi yuk"
Yuk..
"Nyanyi apa?"
Apa.
"Appa nanya kok balik nanya sih" kekeh Reza gemas sambil menciumi kedua pipi bulat cucu tampannya itu.
"Kita nyanyi pok ame ame ya"
Iyaah.
__ADS_1
"Yuk mulai, Ok"
Keh
"Mulai ya, dede yang terusin pas Appa berenti"
Iyaaah..
"Ok, Pok ame ame belalang... "
Tupu tupu
"Siang makan nasi kalau malam.... "
.
.
.
.
.
.
.
.
Beyi ecim
Gigi duanya diumpetin ya de'
Fix harus dapet cium Appanya π€£π€£π€£
Like komennya yuk ramaikan.
__ADS_1