
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
Kak.. ayo bangun! nanti gue lempar pisang Lo!
Bisikkan Bumi tetap tak membuat Air membuka matanya, Ia sangat panik saat papanya memberitahu kan keadaan sang mama yang sama tak sadarkan diri juga di apartemen bersama Langit.
"Pah, kakak gak apa-apa kan?" rengek Hujan.
"Sepuluh menit lagi kakak akan dipindahkan kerumah sakit milik keluarga"
Ucapan Reza membuat Diandra tercengang, ia yang memang baru menginjakkan kaki di ibu kota hanya tau jika Air adalah pemuda tampan dan kaya tapi ia belum tahu pasti sekaya apa pemuda itu.
.
.
Kedatangan team dokter yang akan memindahkan Air Ke kerumah sakit milik Rahardian membuat semua yang berada dalam ruangan menepi.
Reza, Bumi, Hujan dan tentunya Diandra langsung mengekor di belakang brankar yang membawa si sulung ke mobil ambulans.
"Om, saya ikut ya" pinta Diandra saat Reza hendak membuka pintu mobil.
"Terserah kamu!" Jawab Reza tak terlalu memperdulikan wanita itu.
Diandra langsung berlari ke area parkir untuk mengambil motornya.
Alasan utama ia datang ke rumah sakit berniat menjenguk tetangga kos nya yang katanya dirawat karena DBD namun siapa sangka ia justru tanpa sengaja melihat Air yang menjadi korban kecelakaan.
.
.
Hujan yang menemani Air di dalam mobil ambulance tak hentinya menangis, ia genggam tangan sang suami yang selalu menyentuh dirinya dengan sangat lembut itu, pikiran buruk menghantuinya selama perjalanan meski ia percaya jika Air pasti akan kuat tapi untuk dirinya yang baru pertama kali mengalami kejadian seperti ini tentu begitu takut.
"Aku akan marah besar kalau kamu terus begini, Kak. Ayo bangun!" Gadis itu sudah seperti kehabisan akal harus merayu apa lagi agar suaminya cepat membuka mata.
*******
Setelah di pindahkan kerumah sakit keluarga, Hujan tak sedikit pun beranjak dari sisi suaminya.
Melisa yang sudah datang menyusul pun melakukan hal yang sama. Dua wanita itu yang sama sakitnya melihat Air tak berdaya di atas ranjang.
"Mas, kata kamu kakak gak apa-apa. Kenapa ini belum sadar juga? biasanya gak selama ini!" ucapnya kesal sambil menangis dalam dekapan sang suami.
__ADS_1
"Tunggu, Ra. kamu yang Sabar. Kamu harusnya kuatin Hujan. Dia sama terlukanya kaya kamu"
Meski ini bukan yang pertama kalinya Air mengalami kecelakaan, tapi ini adalah pingsan yang paling lama bagi keluarganya, tentu semuanya panik meski dokter terbaik sudah meyakinkan jika tak ada masalah serius yang terjadi pada putra sulung Rahardian itu.
"Oh, iya. Kamu siapa?" tanya Melisa yang baru sadar dengan kehadiran Diandra bersama mereka.
"Saya temannya, saya yang bawa Air ke rumah sakit karna kebetulan ada disana" jawab wanita itu sambil mengulurkan tangan.
Melisa hanya mengangguk sambil menerima uluran tangan Diandra, tapi Melisa langsung melepasnya saat Reza berdehem kecil.
"Terimakasih sudah menolong dan membawa anak saya kerumah sakit" tutur Melisa pada Diandra.
"Sama sama, Tante. Mungkin ini sudah takdirnya saya di sana untuk menolong Air dan masih ada bersamanya sampai disini" balas Diandra dengan kata dan senyum ramah, ia berbicara bagai seorang dewa kebaikan yang berharap keluarga Rahardian akan membalas Budi padanya.
"Ya, Tuhan selalu mengirim orang orang baik pada kami, sekali lagi saya ucapkan terima kasih" Melisa yang belum tahu apa-apa hanya bisa percaya dengan yang di katakan Diandra tanpa ia sadar ada seorang gadis yang sedang mengepalkan tangannya menahan geram.
.
.
.
.
.
Udah cukup ngedongengnya!!
Laki gue gak butuh Lo...
Silahkan pergi sendiri atau gue seret Lo keluar!!
Hujan yang tak lagi bisa menahan emosinya langsung datang menghampiri Diandra yang masih berbicara basa basi dengan mertuanya meski wanita itu tak begitu di tanggapi.
Sikap Hujan membuat Melisa tersentak kaget, tapi tidak dengan tiga pria lainnya yang ada disana.
Bumi yang melihat Diandra di tampar hanya diam dengan tatapan datar begitupun dengan Langit yang hanya menoleh sekilas lalu kembali sibuk lagi dengan ponselnya.
Dan Reza hanya bisa menghela nafas berat, ia cukup tahu karakter Hujan tak berbeda jauh seperti KHUMAIRAHnya.
"Apa ini balasannya buat aku yang udah nolong suami kamu?" ujar Diandra sambil memegang pipinya yang terasa panas.
"Terus Lo mau apa?, gue harus bersujud di hadap Lo, gitu!" jerit Hujan yang langsung di tarik oleh Reza dan Melisa. mereka takut sang menantu akan lepas kontrol pada Diandra.
__ADS_1
"Aku cuma mau liat Air sampai sadar, apa itu salah?" ucapnya lirih sambil melihat kearah Reza dan Melisa berharap meminta simpatik.
.
.
Keluar Lo!
Bumi yang sedari tadi diam akhirnya menyeret wanita itu keluar dari kamar rawat inap Kakaknya.
"Lepas!" sentak Diandra pada kembaran pria incarannya itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Butuh berapa??
🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂🍂
Sama hiled hejo Bumi royal Banget.
Sama gue dia pelit 🤦🥺🥺🥺
Awas Lo ya Bu!!!
Gue siksa Lo di sebelah..
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan ♥️
Yang Marathon Like tiap bab ya 🙏