Air Hujan

Air Hujan
bab 128


__ADS_3

🌻🌻🌻🌻🌻🌻


Melisa keluar dari kamar putranya dengan perasaan sedih, bagaimana pun sebagai seorang ibu ia masih belum puas mengurus anaknya terlebih jika dalam keadaan sakit.


Tapi Melisa cukup tahu diri jika kini ada Hujan yang bersama dengan Air, ia akan membiarkan menantunya menunaikan kewajibannya sebagai seorang istri yang ada di dalam keadaan apapun.


"Kenapa?" tanya Reza yang tiba-tiba datang dan duduk disisi istrinya yang terlihat melamun di kursi meja makan


"Kakak sakit, agak deman sedikit" jawabnya lemas lalu berhambur memeluk suaminya.


"Sakit?"


Melisa hanya mengangguk pelan, matanya mulai berkaca-kaca karna ia begitu ingin berada di sisi putra kesayangannya yang kini meringkuk dalam keadan demam.


"Kecepean mungkin, Ra. kakak lagi ada masalah" ucap Reza mencoba menenangkan istrinya


"Masalah apa?"


"Kemarin dia ngurus lansianya yang meninggal, kayanya dia ketakutan ada di pemakaman" kekeh Reza, ia tahu betul bagaimana anaknya itu memang tak bisa berlama-lama di area yang menurutnya sangat mencekam.


"Pisangnya ketinggalan dirumah Bunda Hujan" cetus Melisa kesal.


"Masih aja tuh si kuning cari gara-gara bikin anak aku sakit terus"


Reza terus mengusap sambil menciumi pucuk kepala istrinya. Ia tahu jika Melisa tak pernah bisa diam jika terjadi sesuatu kepada empat anaknya.


"Gak harus kerumah sakit kan?" tanya Reza meminta kepastian.


"Gak, cukup bawa pulang pisangnya"


Reza meraih ponsel yang tadi ia letakkan di atas meja, meminta salah satu asistennya untuk datang kerumah Anna mengambil benda keramat sang putra.


.


.


.


"Kak.. bangun"


Hujan mencoba mengguncang bahu Air karna teh dan buburnya sudah hampir dingin.

__ADS_1


"Hem.. " pemuda tampan itu bergeliat kecil di balik selimut.


"Pusing Kepalanya?" tanya Hujan yang kembali memegang kening Air.


"Enggak" jawabnya sambil menggeleng.


"Aku mimpi ketemu sama Mak jum" ucapnya lagi dengan suara parau.


"Mak Jum siapa?"


"Lansia yang kemaren meninggal, oh iya. kakak belum cerita ya sama kamu"


Hujan hanya mengangguk, lalu menyodorkan sendok berisi teh hangat ke mulut suaminya.


"Enggak, aku mau air putih" tolaknya sambil menggeleng.


Hujan bangun dan meletakkan kembali teh hangat buatan mertuanya, ia meraih gelas kaca yang sudah terisi air putih.


"Emang kemarin darimana?" tanya Hujan lagi setelah Air menghabiskan minumannnya hingga setengah.


"Nisa kemarin bilang kalo di panti ada masalah, salah satu lansia minum cairan pembersih lantai. Aku yang panik langsung kesana. kirim pesan ke kamu pun aku bingung jelasinnya, karna belum tahu pasti" tutur Air memulai ceritanya.


"Terus?"


"Selamat, kan?" tanya Hujan.


Air menggeleng, ia meringsek mendekat kearah sang istri memintanya untuk di peluk.


"Mak Jum meninggal, aku sedih, aku takut dan kecewa sama diri aku sendiri kenapa bisa kaya gini" lirihnya yang sudah meletakan dagunya di bahu Hujan.


Hujan hanya bisa mengusap punggung Air yang memang tak mengenakan apapun.


"Udah takdirnya, jangan takut apa lagi kecewa sama diri kamu sendiri. Kamu udah ngelakuin yang terbaik buat almarhumah" bisik Hujan menenangkan.


"Aku harap ini kejadian pertama dan terakhir, aku akan bikin panti jauh lebih ketat penjagaannya dan bersih jangan sampai barang-barang yang seperti itu mudah di jangkau mereka, karna semakin tua prilaku mereka balik kaya anak kecil" ucapnya meyakinkan diri sendiri jika hal ini tak boleh lagi terjadi.


"Kaya siapa?" tanya Hujan.


"Apa?" Air balik bertanya.


"Makin tua makin kaya anak kecil tuh kaya siapa?" goda Hujan bermaksud menyidir.

__ADS_1


"Siapa ya?" Air menarik tubuhnya dan kini keduanya saling berhadapan.


"Hayo.. aku tanya kaya siapa?" ejek Hujan lagi, ia senang karna wajah suaminya mulai merah menahan malu.


"Bukan aku! aku belom tua, Jan Hujan Dereeeeeeees!"


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


Aku tau..


aku selalu menjadi orang yang paling menjengkelkan bagimu, membuatmu marah bahkan lelah.


Tapi kamu juga harus tau..


Kalau kamu adalah satu-satunya perempuan yang paling aku inginkan.


🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿🌿


Tolong pake baju dulu ya..


Tar lo abis ngeluarin rayuan maut malah minta basah-basahan 🀣

__ADS_1


Like komennya yuk ramaikan 😘


__ADS_2