
ππππππππππ
"Bangun, Ay" rengek Hujan saat tubuhnya belum juga di lepas oleh Air
"Ini udah bangun dari tadi, tinggal di nunggu di elus doang," goda pemuda itu.
"Bukan yang itu, ayo ih"
"Hayu atuh cepetan!.. mau gaya apa?" kekeh Air yang semakin senang menjahili istrinya.
Hujan memukuli dada sang suami bahkan ia tak segan mencubit pipi dan lengan Air.
Gadis itu terus meronta ingin bangun untuk segera ke kamar mandi
"Elus elus dulu, cepetan!" titah Air yang justru mengeratkan pelukannya.
"Gak mau, semalem kan udah tumpah tumpah"
Penolakan Hujan semakin membuat Air tertantang untuk menggodanya, ia yang sedang berpuasa sejak lima malam lalu malah menggendong sang istri ke kamar mandi ala bridal style.
"Eh, mau apa sih?" jerit Hujan yang kaget dengan perilaku Air yang tiba-tiba.
.
.
"Hayo, Mau ngapain?" tanya gadis itu saat Sang suami mendudukkannya di atas wastafel.
"Gak usah nanya, padahal tau kan gue mau ngapain!" ucapnya dengan senyum menyeringai.
Tangannya yang iseng kini sudah mulai membuka satu persatu kancing piyama Hujan meski gadis itu sempat melawan dan mempertahankan bajunya.
"Diem!"
Hujan menggelengkan kepalanya sebagai tanda ia tak ingin melakukan apapun saat ini, sudah cukup baginya malam tadi harus berusaha sendiri membuat suaminya menggapai puncak pelepasan.
"Lo juga harus ngerasain, Jan" bisik Air saat baju atasan Hujan berhasil ia lepaskan.
"Enggak, gue gak apa-apa, yang penting itu Lo!" ujar Hujan yang tak pernah mempermasalahkan bathinnya.
"Harus adil" bisiknya lagi sambil menyesap leher Hujan yang putih mulus, kini tangannya sudah mencoba membuka pengait kain yang menutup bukit kembar sang istri.
Setelah benar benar terlepas, Air pun memulai aksinya bermain-main di area Favoritnya itu, Hujan memejamkan matanya saat Air menyentuhnya dengan sangat lembut bahkan Kuku panjang gadis itu sudah mencengkram bahu dan punggung sang suami.
"Udah, Ay.." de sah Hujan ketika ia tak sanggup lagi menahannya.
"Lepasin, Jan"
__ADS_1
**************
Hari ini keduanya memilih seharian di apartemen, karna Reza dan Melisa sedang mengantar si bungsu ke rumah sakit, sedangkan Bumi sudah ke kantornya sehabis sarapan.
"Kita ngapain disini?, gak kemana-mana?" tanya Hujan saat menghampiri Air di ruang tengah yang baru saja menyalakan PlayStation.
"Terserah Lo mau ngapain" jawabnya tanpa menoleh sama sekali membuat Hujan mendengus kesal.
Hujan kembali lagi ke kamarnya, berguling di tengah kasur memainkan ponsel. Sampai akhirnya ia pun merasa bosan sendiri.
"Ya ampun, jenuh banget sih!" gerutunya kesal.
Gadis cantik bertubuh langsing tapi berisi itu melempar benda pipih yang ia pegang sedari tadi, mencoba memejamkan mata namun tetap tak bisa.
"Apa iya, dia lupa?" gumam Hujan sedikit melamun.
"Kebangetan banget kalo sampe iya! kebanyak modus gitu tuh. isinya hal yang gak jelas tapi sesuatu yang penting dia cuek dan gak perduli."
Hujan menghela nafasnya dalam-dalam, meraih lagi ponselnya lalu membuka galeri.
Hampir seribu foto dan video ia dan Air tersimpan disana, mulai dari awal mereka menikah sampai kemarin malam.
Tinggal hari ini sepertinya mereka belum foto bersama, karna Air sibuk dengan game online dan PlayStationnya.
CEKLEK
Hujan menoleh kearah pintu yang terbuka, Ada sang suami yang berjalan santai mendekat kearahnya.
"Kita kerumah sakit yuk" Ajak Air yang duduk di tepi ranjang.
"Ada apa? adek kenapa,?" tanya Hujan panik langsung bangun dari tidurnya.
"Gak apa-apa, kita kesana aja, yuk"
Hujan mengangguk, lalu mereka bergegas berganti pakaian.
.
.
.
"Loh, mau kemana , Ay?" Hujan kebingungan saat Mobil yang di jalankan suaminya malah melewati rumah sakit tempat Cahaya kontrol.
"Berisik!"
Gadis itu mengernyitkan dahinya, ia diam tak lagi bertanya. Sampai mobil masuk kedalam sebuah resto yang ia tahu itu adalah milik Suaminya.
"Ngapain?"
__ADS_1
"Tidur!" jawab Air santai sambil membuka setbelt.
pemuda itu menatap Hujan yang masih diam tak melakukan apapun.
"Mau turun gak?, apa mau gue tinggal?" ancam Air dengan nada ketus.
"Iya! galak banget sih" gerutu Hujan, kesal.
Air dan Hujan turun dari mobil langsung masuk kedalam Resto, semenjak menikah ia baru tiga kali menginjakkan kaki disana karna Hujan lebih suka jajanan pinggir jalan yang beraneka ragam dan rasa.
"Apa ini?" Wajahnya langsung merona saat dua pelayan meletakan dua kue di hadapannya.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Yang coklat buat Lo.. 'selamat setahun gak perawan'
Yang vanila buat gue 'selamat setahun gak perjaka'
πππππππππ
Romantis dikit apa kak, kata-katanya.
Malu banget kalo di denger orang π€£π€£π€£
ketauan Lo udah setahun udah gak ORI π€
tapi kaga jadi-jadi π€
__ADS_1
Like komen nya yuk ramai kan β€οΈ