
ππππππππ
Samudera yang lelah seharian ini bermain di luar langsung terlelap usai mandi dan minum susu, bahkan bayi menggemaskan itu tak sempat makan malam karna kedua matanya seakan tak bisa untuk di ajak bekerja sama.
"Sam udah tidur, Pah" jawab Air saat papanya menelepon, hal rutin yang dilakukan Reza saat cucunya sedang tak bersamanya.
"Tidur jam segini siap-siap aja kalian bergadang" kekeh Reza meledek, ia yang begitu dekat dengan Sam tentu sangat paham dengan kelakuan buntut gajahnya itu..
"Gak apa-apa, biar dia nonton aksi luar biasa PapAy sama MiMoynya" gelak tawa Air sungguh menggema ke seisi kamar sampai Hujan harus melemparnya dengan bantal karna takut putranya terbangun.
"Jangan nodai mata suci Sam, Kak" ancam Reza pada si sulung yang sedang berusaha menahan tawanya.
"Lah, kaya papa gak pernah aja!" ejeknya tak mau kalah.
Keduanya mengobrol dan bertukar cerita hingga hampir dua jam lamanya, Hujan sampai berkali-kali menguap karna harus menahan kantuk, entah apa yang anak dan papanya itu bicarakan sampai melebihi obrolan sepasang kekasih.
Gelak tawa, saling ejek sampai harus saling melempar tebak tebakan mereka lakukan bagai tak perduli ada orang lain di sekitarnya.
"Au ah, papa curang!" cetus Air saat ia harus rela berkali-kali salah saat menjawab pertanyaan papanya.
"Papa tunggu jawabannya saat kamu pulang ya, Papa mau otewe dulu"
"Otewe kemana pah?" tanya Air bingung karna ini sudah hampir jam sepuluh.
Patroli malam ke hutan belantara!!
********
Ini adalah hari terakhir keluarga kecil Rahardian berlibur di luar kota, maka itu waktu yang tersisa akan di gunakan sebaik mungkin oleh Air dan Hujan untuk membawa Samudera kembali jalan jalan. Pilihan jatuh kembali pada salah satu taman yang jaraknya tak begitu jauh.
Hanya kurang dari satu jam mobil mewah milik si sulung pun sudah sampai di area parkiran.
__ADS_1
"Dede pasti seneng nih, kemarin dibawa ke tempat Abang aja betah banget" ucap Hujan saat turun dari kereta besi mewah milik suaminya.
"Iya sampe readers rame dikira ada pocong" kekeh Air saat mengingat kejadian Samudera memberi makan kambing berwarna hitam.
Keduanya berjalan santai mengikuti Sam yang sudah melangkah lebih dulu, balita tampan yang kini mengenakan kaos berwana hijau itupun tampak tak takut dengan apa yang ia lihat di sekitarnya.
Bahkan Sam berkali-kali menunjuk hewan apa saja yang ia temui.
Num, Moy.
"Aku beli dulu sebentar minumanya, jaga Sam dengan baik" pesan Air pada istrinya sebelum ia pergi menuju salah satu stand jajanan yang berjejer rapih.
"Iya"
Hujan segera menarik tangan putranya, tentu ia tak ingin sesuatu terjadi saat sang suami sedang jauh darinya.
"Sini de' PapAy lagi beli minum dulu"
Lima menit menunggu, Air datang dengan satu plastik berisi tiga botol minuman dan dua snack untuk cemilan.
Dah.
Samudera kembali melanjutkan langkahnya, ia yang masih antusias belum mengeluh capek seperti yang sudah sudah, padahal Air sudah sangat ingin menggoda anaknya itu.
Tuh apa?
"Burung kakak tua"
Tata noh.
Hujan tertawa saat Sam malah menunjuk kearah Air, anaknya itu mungkin sering di mendengar papAynya itu dipanggol dengan sebutan kakak.
"Ini papAy" tegas Air
__ADS_1
PapAy.
"Pinter, asal jangan dipanggil buaya lagi aja" omelnya kemudian.
Tuh apa?
"Itu kelinci" sebut Hujan, Sam yang paham malah mendekat dan berjongkok di depan hewan ber kuping pajang itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
Cinci atik ya.
πππππ
Gak gosong ya de' π€£π€£π€£π€£π€£
masih orok tau cantik ππ sok gera ngala ka bapak na tukang ngagembelπ€£π€£π€£ dasar turunan buaya gajah ππ
__ADS_1
Cantikan mana hayo sama mak othor yang masih setia dapet cium dari Appa? ππππ
Like. komennya yuk ramaikan.