
Galih datang lagi ke depan apartemen Darel dan Mentari. Setelah kasus rumit yang menimpa usahanya, dia kembali melanjutkan misi meraih pujaan hatinya.
"Pasti yang ini!" ucap Galih setelah berada disebuah pintu kamar apartemen.
Galih berani mengetuk pintu kamar itu setelah mendapat informasi yang bisa dia percaya dari orang suruhannya.
Galih pun menekan tombol kamar.
Ceklekkk....
Pintu terbuka....
"Kau!!! mau apa lagi kau kesini ha!" ucap Darel tidak suka.
"Heh, ya tentu saja untuk menemui Mentari masa mau menemui mu!" ucap Galih langsung memasuki apartemen tanpa permisi.
"Hei, kau ini punya sopan santun nggak? main masuk ke rumah orang, kalau kau tidak mau pergi maka..." terpotong.
"Maka apa? kau mau membunuhku? silahkan saja! tapi ingat Mentari tidak akan pernah memaafkan mu karena itu!" ucap Galih tersenyum.
"Sialll!" umpat Darel.
"Dimana dia!" tanya Galih.
"Untuk apa kau tau? bukan urusanmu!" jawab Darel ketus.
"Ah, baiklah aku bisa cari sendiri. Pasti dikamar itu!" ucap Galih berjalan menuju sebuah pintu.
"Hei, kau berhenti disitu!" teriak Darel penuh emosi.
"Apa lagi?" tanya Galih malas.
__ADS_1
Tentu saja dia malas melihat Darel karena tujuannya adalah Mentari, bukan Darel. Darel berjalan menghampiri Galih, memaksanya untuk keluar dari apartemennya.
"Hei kau ini apa-apaan!!!" ucap Galih yang terdorong keluar.
"Kau tidak layak berada disini!!!! Mentari adalah milikku, dia sudah menjadi istriku, jadi jauhi dia kalau kau mau selamat!" ucap Darel menatap Galih tajam.
"Heh, kau pikir dengan menikahinya berarti kau bisa memilikinya? bahkan Mentari sendiri lebih nyaman denganku dari pada bersamamu!" ucap Galih meremehkan.
"Hehh...apa kau bilang!!" ucap Darel semakin marah.
"Tari hanya nyaman denganku bukan denganmu!!" jawab Galih.
Bukkkk....
Sebuah pukulan mendarat tepat di ujung bibir Galih membuat sedikit sobekan disana.
"Aku harap itu bisa membuat mu sadar bahwa kau mencintai orang yang salah! jika kau berada disekitar Mentari lagi aku tidak akan mengampuni mu!" ucap Darel sambil menutup pintu apartemennya.
Lihat saja, aku yakin kalau Tari tidak mencintaimu, dia hanya terpaksa menikah denganmu. Aku akan menunggu hingga Mentari menjauh darimu dan saat itulah aku akan merebutnya darimu!!! batin Galih.
Di sisi Darel, dia menuju kamar tempat Mentari istirahat. Memeriksa kalau pertengkarannya dengan Galih tidak mengganggu istirahat Mentari. Darel mengambil ponselnya, menekan sebuah nomor disana.
"Hallo, Ferry! siapkan semuanya segera! aku mau malam ini juga kembali ke Indonesia!" perintah Darel dalam telepon
"Baik tuan, tapi kalau boleh saya tahu kenapa mendadak sekali? apa ada masalah?" tanya Ferry.
"Sudah jangan banyak tanya, siapkan saja seperti yang aku inginkan. Oh ya jangan sampai ada masalah nantinya!" ucap Darel memperingati.
"Baik tuan, saya akan segera menyiapkan semuanya." ucap Ferry
Darel pun memutuskan panggilannya. Raut wajahnya kini berubah menjadi khawatir dan takut.
__ADS_1
"Aku tidak akan membiarkan siapapun merebutmu dari sisiku!" ucap Darel sambil merapikan pucuk rambut Mentari yang menutupi wajahnya.
********
Di Toko Mentari, terjadi kerusuhan. Banyak pelanggan yang komplain karena keracunan setelah memakan kue dari toko Mentari.
"Mbak tanggung jawab dong, ini anak saya masuk rumah sakit nih abis makan kue dari sini!" teriak seorang ibu-ibu.
"Iya nih suami saya juga langsung muntah-muntah habis makan kue dari ini!! jangan-jangan bahan bakunya nggak bener nih!" timpal yang lain.
Keadaan semakin rusuh hingga terjadi pengeroyokan antara pelanggan dengan karyawan. Beruntungnya Harri, Adi dan anak buah mereka sampai tepat waktu hingga bisa meredam emosi para pelanggan.
"Semuanya tenang! kami akan ganti kerugian kalian harap antri disana untuk uang ganti ruginya?" ucap Adi melerai kerumunan pelanggan yang marah.
"Gini dong, lain kali kalau mau jualan yang bersih masa toko sebesar ini, malah mau membunuh pelanggan!" ucap seorang wanita.
"Iya, bener tuh bener!!!" timpal yang lainnya.
Setelah mendapatkan uang ganti rugi, pelanggan pun keluar dengan masih menyisakan perasaan kecewa terhadap toko Mentari.
"Aduh, kok bisa kayak gini ya? padahal semua bahan masih fresh loh!" ucap Laila kebingungan.
"Mungkin ada yang tidak suka pada toko ini dan mereka berbuat curang tanpa sepengetahuan kalian!" ucap Harri berusaha menghibur.
"Kalian, cepat cari tahu kenapa kejadian ini bisa terjadi! jangan sampai saat tuan kembali nanti dia sendiri yang mengatasinya!" perintah Adi.
"Baik tuan!" ucap anak buah Adi dan Harri.
Ditempat Lain...
"Hallo, tuan! saya berhasil menjalankan sesuai rencana. Tidak lama lagi toko ini pasti akan bangkrut!!" ucap seorang pria dengan penutup wajah dan pakaian serba hitam.
__ADS_1
"Hahaha bagus-bagus!!! kau pergilah dari kota ini untuk sementara waktu, anak buah si breng**k Darel itu pasti akan mencarimu. Bayaranmu akan ditransfer nanti!" ucap ketua kelompok Drago Mark
Yah, orang itu adalah suruhan Drago Mark yang sengaja ingin menjatuhkan usaha Mentari.