
"Terus kamu mau tetap tinggal disini?" tanya Hyuna mengalihkan pembicaraan agar Naruka tidak kembali mengingat hal buruk itu.
"Gue masih mau disini! Gue nggak mau ketemu mama sama uncle Rangga! Walaupun mereka orang tua kandung gue, tapi gue nggak mau ngeliat wajah mereka, kak!" ucap Naruka.
"Kakak tau kamu kecewa. Tapi mereka tetap orang tua kandung kamu, Naru. Kakak juga tau ini berat buat kamu, kehilangan semua yang kamu punya, dan fakta bahwa uncle Juna bukan papa kandung kamu. Tapi kakak mohon, kembali pada orang tua kamu. Kakak tidak minta sekarang, tapi nanti. Nanti setelah hati kamu sudah bisa menerima semuanya." ucap Hyuna.
"Kamu udah minum obat penunda kehamilan?" tanya Hyuna.
"Belum. Gue takut buat keluar rumah! Gue takut sama penilaian orang-orang. Gue takut kejadian semalam terulang lagi." ucap Naruka sendu.
"Gimana kalau kakak yang beliin?" tawar Hyuna.
"Emang kakak mau?!" tanya Naruka.
"Mau lah. Yaudah kamu tunggu disini dulu ya, biar kakak beliin." ucap Hyuna.
Hyuna langsung pergi begitu saja menghampiri Kaj yang menunggu didalam mobilnya. Tadi Hyuna memang pergi bersama Kaj untuk mencari Naruka. Saat Hyuna bertelepon dengan Naruka pun dia tengah bersama Kaj sehingga mereka langsung menuju alamat yang Naruka berikan. Hyuna meminta Kaj untuk menunggu di mobil saja karena dia ingin berbicara empat mata dengan adik sepupunya itu.
"Gimana?!" tanya Kaj saat Hyuna telah duduk di sampingnya.
"Kita ke apotik ya." ucap Hyuna sambil memasang sabuk pengaman.
"Kenapa ke apotik?! Emangnya Naruka sakit apa?" tanya Kaj bingung namun tetap melajukan mobilnya mencari apotik terdekat.
Hyuna pun menceritakan apa yang Naruka ceritakan tadi. Kaj terkejut mendengar cerita Hyuna.
"Serius?! Terus siapa laki-laki yang udah mengambil kesuciannya?!" tanya Kaj.
"Aku nggak tau. Naru nggak mau cerita soal siapa laki-laki itu. Mungkin dia masih syok." ucap Hyuna.
Mereka pun sampai didepan sebuah apotik. Hyuna turun dari mobil dan membeli obat penunda kehamilan. Tidak lupa juga Hyuna pergi ke mall untuk membeli beberapa baju untuk dikenakan Naruka.
"Aku ikut kamu ya!" tanya Kaj.
Mereka sekarang telah sampai dibawah apartemen Naruka.
"Tapi..."
"Aku cuma ingin memastikan kamu aman aja." ucap Kaj.
"Jangan gr, ini perintah mommy. Aku nggak bisa melawan perintahnya!" ucap Kaj saat menyadari tatapan aneh Hyuna.
"Terserahlah!" ucap Hyuna lalu berjalan lebih dulu.
"Biar aku aja yang bawa!" ucap Kaj langsung meraih tas belanjaan ditangan Hyuna.
Hyuna terkejut namun membiarkan saja Kaj membawa tas belanjaan itu.
Ting...tong....
Ting....tong....
Ting...tong....
"Kak, kok Naruka nggak buka pintu kamarnya sih? Aku jadi khawatir sama dia!" ucap Hyuna cemas.
"Mungkin dia lagi tidur atau nggak lagi dikamar mandi." ucap Kaj santai.
__ADS_1
"Tapi perasaanku nggak enak banget!" ucap Hyuna.
Hyuna masih terus memencet bel kamar Naruka, namun tetap saja Naruka tidak membuka pintu kamarnya.
"Aku coba cari satpam kalau gitu!" ucap Kaj.
"Cepat ya!" ucap Hyuna.
"Naru, jangan bikin kakak khawatir dongg!!!" gumam Hyuna sambil terus menekan bel kamar apartemen Naruka.
Tidak berselang lama, Kaj datang dengan seorang pria sedikit gemuk.
"Ini pak, ini apartemen milik saudara kami. Dari tadi kami sudah pencet belnya tapi nggak dibuka-buka. Kami jadi khawatir!" ucap Kaj.
"Oh, sebentar ya mas kalau begitu!" ucap satpam.
Pria itu mengambil segerombolan kunci didalam sakunya lalu membuka pintu kamar Naruka. Begitu pintu terbuka, Hyuna langsung masuk kedalam kamar.
"Naru?!!! Naru?!!!" teriak Hyuna.
Hyuna, Kaj dan satpam tadi mendengar suara dari kamar mandi.
"Naru, kamu didalam?! Naru?!!! Buka pintunya, Naru!!!" teriak Hyuna sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi.
"Hyuna, minggir!" ucap Kaj.
Hyuna mundur beberapa langkah. Kaj berdiri tepat didepan pintu kamar mandi lalu....
BRAKKK...
Kaj menendang pintu kamar mandi dengan sangat kuat hingga terbuka.
Naruka terbaring lemas dibawah shower yang menyala dengan pergelangan tangannya yang mengalir darah. Darah itu bercampur dengan air dari shower membuat kamar mandi itu penuh dengan darah.
"Biar saya panggilkan ambulance!" ucap satpam yang langsung menghubungi ambulance.
"Naru!!! Kenapa kamu kayak gini?!!! Naru bangun!!!" teriak Hyuna.
Hyuna menangis. Harusnya dia tidak meninggalkan Naruka sendirian tadi. Harusnya Hyuna tetap berada didalam kamar apartemen ini, mengawasi Naruka. Hyuna menyesal meninggalkan Naruka sendirian hingga Naruka nekat untuk mengakhiri hidu*nya.
"Ambulan sebentar lagi tiba!" ucap satpam.
"Ayo kita bawa ke bawah!" ucap Kaj.
Kaj menggendong tubuh lemas Naruka apa bridal style. Hyuna juga tidak mempermasalahkan hal itu karena keadaan yang memang genting.
Kaj, Hyuna dan satpam itu berlari menuju lift, namun sialnya pintu lift tertutup dan di atasnya memperlihatkan lift turun ke lantai satu sedangkan saat ini mereka berada di lantai enam.
Tidak ingin membuang-buang waktu, Kaj pun membawa Naruka menuruni anak tangga sampai ke lantai satu. Saat mereka keluar, mobil ambulance juga baru saja tiba. Naruka pun langsung diambil alih oleh tim medis.
"Kaj, Naru..." tangis Hyuna.
"Kondisi pasien sangat lemah. Kita harus segera membawanya ke rumah sakit!" ucap petugas medis.
Mereka pun meninggalkan apartemen menuju rumah sakit. Hyuna berada didalam ambulance sedangkan Kaj mengikuti dari belakang. Hyuna terus menggenggam tangan kiri Naruka sedangkan tangan kanannya yang terluka tengah diberi penanganan pertama oleh pihak medis.
********
__ADS_1
Disinilah mereka. Hyuna menatap nanar Naruka yang tengah terbaring lemah di brankas rumah sakit. Tadi Naruka telah ditangani oleh dokter. Untung saja mereka segera membawa Naruka ke rumah sakit, jika mereka telat satu detik saja, mungkin akan lain jadinya. Setelah melewati masa kritisnya, Naruka dipindahkan ke ruang rawat.
"Hyuna.." lirih Kaj.
"Harusnya aku tadi nggak ninggalin Naruka sendirian. Harusnya aku tetap ada di apartemen bersama Naruka. Harus aku nggak keluar tadi. Harusnya..." isak Hyuna.
Kaj membawa Hyuna kedalam pelukannya. Hyuna menangis sejadi-jadinya didalam pelukan Kaj.
"Ini buka salah kamu. Mungkin Naruka tengah khilaf sehingga tidak berpikir jernih. Kamu jangan salahin diri kamu sendiri." ucap Kaj.
Saat mereka berpelukan, tiba-tiba pintu kamar dibuka dengan sangat kencang membuat mereka terkejut.
"NARUUUU?!!!!!" teriak Zoe.
Zoe menangis menghampiri putrinya yang terbaring lemah diatas ranjang rumah sakit. Hatinya sakit melihat putrinya mencoba mengakhiri hidu*nya sendiri.
"KAMUUU!!!!" teriak Zoe.
Zoe mendekat dengan tatapan tajam menatap ke arah Hyuna yang berdiri didekat Kaj.
"INI SEMUA PASTI GARA-GARA KAMU!!! KAMU MAU BUNUH ANAK SAYAA!!!!" teriak Zoe.
Zoe seperti orang kesetanan. Dia berusaha untuk meraih tubuh Hyuna, namun karena Kaj langsung berdiri didepan Hyuna membuat Zoe tidak bisa meraihnya.
"SINI KAMU PEMBUNUH!!!! SAYA TIDAK AKAN MENGAMPUNI KAMUUU!!!!" teriak Zoe.
"BEEHENTIIIII!!!!!" teriak seseorang dari arah pintu.
Kaj, Hyuna dan Zoe menatap ke sumber suara.
"Papi?!" tanya Hyuna.
Tatapan mengintimidasi Darel membuat nyali Zoe menciut.
"Kamu sudah saya beri kesempatan untuk pergi dari kehidupan keluarga saya, Zoe. Kamu pikir setelah apa yang kamu dan Rangga lakukan, saya akan diam saja begitu?! TIDAK!!!!" ucap Darel dengan suara menggelegar.
"Kamu menyalahkan putri saya atas apa yang telah kamu lakukan?! Kamu tidak sadar kalau kamu sendiri yang telah menghancurkan Naruka?!!" Tanya Darel dengan tatapan tajamnya.
Zoe terdiam. Dia tahu dia dan Rangga yang bersalah, namun Zoe tidak mau mengakuinya dihadapan semua orang.
"TAPI KALAU HYUNA TIDAK DEKAT BAHKAN SAMPAI BERTUNANGAN, NARUKA TIDAK AKAN SENEKAT INI MENGAKHIRI HIDU*NYA!!!!" teriak Zoe nyalang.
"ASAL TANTE TAU, NARUKA SEPERTI INI KARENA TERTEKAN. KARIRNYA HANCUR DAN DIA BAHKAN TAKUT UNTUK KELUAR KARENA ORANG-ORANG MENGATAINYA SEBAGAI ANAK HARA*!!!!" bentak Kaj.
Kaj tidak rela jika Hyuna disalahkan oleh Zoe padahal Hyuna tidak berbuat apa-apa. Dasarnya Zoe yang memang tebal muka dan tidak mau mengakui kesalahan sehingga kesalahannya dilemparkan pada orang lain. Jelas-jelas Zoe dan Rangga yang membuat Naruka seperti ini, namun seolah menutup mata, dia justru menyalahkan Hyuna.
"BAWA DIA BERSAMA DENGAN RANGGA!!!" perintah Darel.
Adi, dan Lukas membawa Zoe secara paksa.
"TIDAK!!! LEPASKAN AKU!!! AKU MAU MENEMANI PUTRIKU!!!!" teriak Zoe saat Adi dan Lukas membawanya pergi.
"Papi, kemana papi akan bawa aunty Zoe?!" tanya Hyuna saat Adi dan Lukas telah keluar dari ruangan.
"Ke suatu tempat!" ucap Darel.
"Kaj, saya titip Hyuna sebentar. Saya ada hal yang harus diurus." ucap Darel.
__ADS_1
"Baik, om!" ucap Kaj.
Darel pun keluar dari ruangan. Hyuna menatap bingung ke arah papinya bahkan saat tubuh Darel telah menghilang dibalik pintu.