Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 24


__ADS_3

Hyuna pulang setelah berbuka puasa dirumah Daniar. Entahlah, pikirannya tengah gundah saat ini.


"Dek?!" panggil Iwang yang juga baru tiba dengan menenteng jas putihnya.


"Kakak darimana?" tanya Hyuna.


"Dari rumah sakit paman Bagas sekalian buka puasa di kantin rumah sakit." jawab Iwang.


"Oh!" jawab Hyuna.


"Kenapa?" tanya Iwang yang melihat kegundahan di wajah Hyuna.


"Kak...." Hyuna menatap sendu ke arah Iwang.


Perlahan Hyuna menceritakan mengenai Daniar yang meminta Hyuna untuk berkunjung ke rumahnya, mengenai papa Daniar yang kritis dan juga mengenai permintaan Daniar untuk membebaskan Alvaro.


"Dek, kakak juga bingung! baiknya kamu bicara hal ini sama ayah." saran Iwang.


"Hyuna juga berpikiran begitu kak! yaudah Hyuna mau ke kamar dulu!" ucap Hyuna.


Iwang menatap kepergian adik perempuannya itu. Jujur saat ini Iwang sangat bingung. Daniar dan juga Zanu telah sangat menyayangi Hyuna seperti anak mereka sendiri. Tapi Alvaro?! dia telah berbuat kesalahan. Namun balik lagi, darah lebih kental dibandingkan dengan air.


******


Setelah berbuka puasa dan melaksanakan ibadah tarawih, Hyuna berjalan menuju ruang kerja Darel. Semula dia ragu dengan keputusannya untuk bertanya kepada Darel mengenai permintaan Daniar tadi. Tapi Iwang mencoba menyakinkan dirinya untuk tidak menyembunyikan apapun lagi dari papinya itu.


Tok...tok...tok...


"Masuk!" teriak Darel dari dalam ruangan.


Darel menghentikan aktivitasnya kala melihat siapa yang memasuki ruangannya.


"Sayang? tumben? apa semuanya baik-baik saja?" tanya Darel.


"Baik kok papi!" jawab Hyuna.


"Duduklah dulu, apa ada sesuatu yang mengganjal di pikiranmu?" tanya Darel.


Hyuna menghela nafas panjang. Mencoba menceritakan semuanya perlahan.


"Kamu bersedia?" tanya Darel setelah Hyuna selesai bercerita.


"Hyuna bingung, pi!" ucap Hyuna karena memang saat ini dia benar-benar tengah bingung.


"Kalau papi mengikuti amarah papi, papi tidak akan pernah melepaskan dia! tapi, jika mengikuti kata hati papi, papi kasihan pada papanya Daniar. Kesehatannya semakin memburuk sejak penangkapan Alvaro." ucap Darel.


"Jadi Hyuna harus gimana pi?" tanya Hyuna.


"Papi akan membebaskan dia dengan jaminan dia tidak boleh mendekati kamu lagi!" ucap Darel.


"Aku ikut papi saja baiknya bagaimana!" ucap Hyuna.


"Ya sudah pi, aku kembali ke kamar dulu!" ucap Hyuna.


Setelah kepergian Hyuna. Darel memanggil Adi, Harri, Nakala dan juga Lukas ke ruangannya.


"Apa ada yang perlu kami urus, tuan?" tanya Lukas saat mereka berempat telah berdiri di hadapan Darel.


"Apa kalian sudah melaksanakan apa yang aku perintahkan?" tanya Darel dengan wajah datarnya.


"Sesuai perintah anda tuan! kami sudah menghancurkan keluarga mereka. Kini mereka telah jatuh miskin!" ucap Lukas.


Yang dimaksud mereka adalah orang tua dari teman-teman Alvaro, termasuk juga Amanda. Rupanya, beberapa dari teman-teman Alvaro ayahnya bekerja sebagai instansi pemerintah. Darel meminta bantuan Jack untuk meretas identitas mereka semua dan Jack menemukan bahwa orang-orang yang bekerja di instansi pemerintah itu melakukan korupsi hingga Jack atas perintah Darel mengirim bukti itu ke kantor KPK dan mereka pun ditahan. Tentu saja identitas Jack saat mengirim bukti itu tidak terlacak.

__ADS_1


Sedangkan beberapa lainnya ada yang sebagai pengusaha. Darel menggunakan kekuatan nama perusahaannya untuk menghancurkannya dengan mengultimatum bahwa siapapun yang berani bekerjasama dengan perusahaan itu maka mereka akan berhadapan dengan Darel. Mengingat perusahaan Darel yang memiliki power besar dalam dunia bisnis, para investor dari perusahaan itu pun menarik dana investasi mereka dan mengakibatkan kerugian bagi perusahaan itu.


"Aku ingin kalian melakukan satu hal lagi!" ucap Darel.


"Apa itu tuan? kami siap menjalankan tugas dari anda!" ucap mereka berempat serentak.


"Pertama, kalian bebaskan Alvaro dengan catatan dia harus menjauhi Hyuna dan tidak boleh mengganggunya! kedua, suruh beberapa anak buah kalian untuk menjaga Hyuna namun jangan sampai Hyuna tahu bahwa ada penjaga disekitarnya!" ucap Darel.


"Tapi tuan? Alvaro..." ucap Adi terpotong.


"Ini balas budi ku, Adi! papa Daniar telah merawat istriku dulu, sekarang mungkin dia berada di penghujung usianya, dan keinginan terakhirnya adalah bisa bertemu dengan cucunya." ucap Darel.


"Baiklah tuan, kami akan melaksanakan sesuai perintah anda!" ucap Adi.


Mereka pun keluar dari ruangan itu setelah mendapat isyarat dari Darel.


********


Kaj mulai merapikan pakaiannya, menatanya ke lemari pakaian. Juna telah pergi tadi setelah mengantarkannya. Setelah merapikan pakaiannya, Kak berjalan menuju balkon apartemennya. Apartemen Kaj berada di lantai paling atas yaitu di lantai dua puluh dan hanya ada satu apartemen di lantai ini.


Udara malam ini terasa sejuk meskipun sedikit sunyi karena tidak ada bulan dan bintang sebagai perhiasan malam karena mendung menyelimuti sejak sore tadi.


Pikiran Kaj berkelana kembali saat sore tadi dimana Hyuna menggenggam tangannya dan membawanya berlari seperti adegan di film-film. Kaj merasa aneh pada dirinya sendiri. bisa-bisanya dia diam saja saat Hyuna menarik tangannya?! padahal biasanya dia tidak suka disentuh oleh wanita manapun bahkan saat sesi pemotretan sekalipun.


Derttt....derttt....


Kaj meraih ponsel yang ada di sakunya.


"Hallo?" ucap Kaj saat panggilan terhubung.


"Hallo, Mr. K! aku Naruka! oh ya besok kita ada pemotretan bersama loh, aku seneng banget bisa satu sesi pemotretan sama kamu!" ucap Naruka.


Entah darimana Naruka mendapat nomor ponselnya, pikir Kaj.


"Eh, tunggu dulu!!" teriak Naruka dari sebrang telepon.


"Apa ada hal lain yang ingin kau sampaikan?" tanya Kaj mulai jengah.


"Emm, bisa tidak besok saat selesai pemotretan kita makan malam dulu? karena kan jadwalnya besok agak sore? boleh yaa?" tanya Naruka sedikit memaksa.


"Hanya kita berdua?" tanya Kaj.


"Tidak! ada kak Hyuna dan kak Shaki!" ucap Naruka.


Hyuna?!


"Baiklah! besok kita makan malam bersama!" ucap Kaj.


"Hah, serius?! AAAAA makasihhh!!!"


Tut....


Kaj mematikan panggilan sepihak. Kembali dia menatap luar balkon kamarnya.


Tik....


Setitik air turun dari langit. Tubuh Kaj mulai basah oleh air hujan yang kian deras. Kaj mendongakkan kepalanya dengan mata tertutup mencoba meresapi hujan kali ini. Bayangan- bayangan Hyuna kembali berseliweran di pikirannya. Langkah kakinya saat menuruni anak tangga ketika pertama bertemu, rambut yang naik turun seiring dengan langkahnya menuruni anak tangga, senyumnya yang tidak bisa hilang dari pikirannya, cara bicaranya, semuanya. Kaj menyukai semua yang ada di diri Hyuna. Entah mengapa, rasanya dia ingin sekali terus berdekatan dengan Hyuna.


Kaj masuk ke dalam apartemennya saat hujan semakin lebat. Mandi dengan air hangat, lalu meminum segelas susu hangat. Aktivitas malam Kaj selalu ditutup dengan segelas susu hangat.


********


Kaj berjalan memasuki area pemotretan. Pemotretan kali ini bertema Kingdom. Pemilik baju-baju yang akan dikenakan oleh model meminta Kaj dan juga Naruka sebagai king & queen, karena wajah mereka yang terlihat sangat cocok.

__ADS_1


Kaj berganti baju dengan pakaian yang telah disediakan lengkap dengan mahkota dan aksesoris lainnya. Dia tampak gagah dengan setelan baju itu. Sedangkan Naruka mengenakan dress, mahkota, beberapa perhiasan, dan lainnya. Dia tampak anggun dengan pakaian itu.


"Ayo! kita mulai sesi pemotretannya!" ucap sutradara foto.


Naruka mulai berjalan ke arah tempat pemotretan. Hyuna dan Shaki juga ada disana melihat penampilan Naruka yang sangat cantik dengan gaun berwarna gold dan merah itu.


"Naru kita cantik banget ya kak!" ucap Hyuna.


"Iya!" jawab Shaki.


Hyuna tidak ambil pusing dengan jawaban Shaki. Dia sudah terbiasa dengan sifat Shaki yang jarang berbicara panjang lebar.


Baru beberapa take, sebuah kecelakaan terjadi di lokasi pemotretan. Naruka hendak berpindah posisi yang semula berdiri di samping kanan Kaj yang saat itu posisinya tengah duduk di sebuah kursi singgasana berpindah duduk di pangkuan Kaj. Namun saat hendak melangkah, gaun Naruka yang panjang terpijak olehnya hingga membuatnya terhuyung ke belakang karena heels yang dia kenakan tidak seimbang.


BRAKKKKKK.....


Naruka pun terjatuh. Sontak semua orang berlari ke arah Naruka, sedangkan Kaj yang berada di dekatnya membantu Naruka berdiri. Namun kaki Naruka terkilir lagi. Disana ada dokter yang disediakan jika terjadi kecelakaan kecil seperti saat ini. Dokter itu memeriksa pergelangan kaki Naruka.


"Sepertinya kaki kamu ini mengalami patah tulang! apa sebelum ini juga pernah terkilir?" tanya dokter itu.


"Iya, baru kemarin!" jawab Naruka.


"Untuk sementara kaki kamu akan dipakaikan gips. Jadi untuk sementara kamu harus istirahat dulu!" ucap dokter itu.


"Maaf pak! kayaknya saya nggak bisa melanjutkan sesi pemotretan! kaki saya terkilir lagi. Kemarin juga sempat terkilir tapi sudah agak mendingan!" ucap Naru sambil menahan nyeri di kakinya.


"Aduhhh gimana ini?! mana deadline nya besok lagi!!! nggak sempat cari model lain yang kosong!" bingung tuan Boy.


"Emm, bagaimana kalau kak Hyuna aja? dia juga seorang model! kak Hyuna, bisa kan?" tanya Naruka pada Hyuna.


Hyuna terkejut dengan ucapan Naruka. Dia memang seorang model, tapi bukan yang profesional seperti Naruka dan Kaj. Dia hanya bisa model saja.


"Tapi, Naru...."


"Kamu bisa menggantikan dia? tolonglah!!! saya bingung harus mencari model pengganti dimana lagi. Waktu kita sudah mepet dan belum tentu ada model yang bisa!" ucap tuan Boy.


Hyuna terlihat menimbang keputusannya, namun karena desakan dari tuan Boy dan juga permintaan dari Naruka, Hyuna pun akhirnya bersedia. Dia dibawa ke ruang ganti untuk berganti baju serta aksesoris lainnya. Saat memasuki tempat pemotretan, Kak menatapnya tanpa berkedip.


Kenapa jantungku berdetak kencang begini?! batin Hyuna.


Cantik! puji Kaj dalam hati.


Mereka pun memulai kembali sesi pemotretan. Hyuna berpose dengan sangat cantik dan anggun meski sedikit kesulitan dengan heels yang dia kenakan.


"Ganti duduk ke sang raja!" teriak tuan Boy memberi arahan pada Hyuna.


Hyuna pun mengikuti arahan tuan Boy, dengan hati-hati dia berjalan lalu duduk di pangkuan Kaj. Jarak mereka saat ini sangat dekat.


"Oke, sekarang coba berdiri!" teriak tuan Boy lagi.


Singgasana pun di hilangkan dari panggung saat Kaj dan Hyuna berdiri.


"Coba bergaya yang romantis!" ucap tuan Boy.


"Emm, maaf ya!!" ucap Kaj.


"A...apa?!!" ucap Hyuna terkejut karena Kaj tiba-tiba mendekat ke arahnya.


Pipinya merah merona, bukan karena blush on, melainkan karena kedekatannya dengan Kaj. Benar-benar dekat. Kaj memeluk pinggang Hyuna lalu mendekatkan dirinya semakin dekat dengannya. Hyuna bisa merasakan getaran di dada Kaj, mungkin Kaj pun merasakan hal yang sama terjadi padanya.


"Oke!! perfect!!!!" teriak tuan Boy.


Hyuna dan Kaj segera menjauhkan mereka.

__ADS_1


"Fantastis!! luar biasa!!! kalian memiliki chemistry yang luar biasa!! foto-foto kalian sangat bagus!!! aku yakin pelanggan akan puas dengan hasil foto-foto ini!!!" girang tuan Boy saat melihat hasil foto Kaj dan Hyuna.


__ADS_2