
Hari berganti minggu, minggu berganti bulan. Hari ini saat yang paling ditunggu keluarga Sanjaya yaitu pernikahan putra mereka, Darel dengan Mentari. Berbagai persiapan sudah siap jauh hari sebelumnya. Mereka juga sudah membooking sebuah gedung mewah untuk melangsungkan ikatan suci Darel dan Mentari.
Berbagai kalangan atas juga ikut diundang, bahkan awak media tidak luput diundang agar mereka bisa mempublikasikan kecantikan menantu keluarga Sanjaya, sang pengusaha kaya raya.
Hari itu tepat pukul satu siang, para tamu undangan sudah mulai berdatangan. Keluarga juga sudah bersiap sedari tadi. Darel memakai jas berwarna hitam dengan kemeja berwarna putih dengan dasi berwarna hitam dan disakunya terselip hiasan bunga berwarna putih.
Mentari juga sudah dirias sebegitu cantiknya. Rambutnya ditata sedemikian rupa dengan ditambahkan poni dan sanggul kecil untuk menambah kesakralan suasana saat itu. kebaya yang sudah dia dan Darel pilih seminggu sebelumnya yaitu gaun berwarna putih. Sederhana namun terlihat sangat mewah.
Kini sudah waktunya dia menuju ruang akad. Dia ditemani beberapa pelayan dari rumah utama. Dia menghampiri Darel yang sudah menunggu diluar gedung.
Cantiknya dia! batin Darel saat melihat Mentari dengan balutan kebaya putih pilihannya.
Tatapan mata Darel tidak bisa lepas dari pemandangan itu. Hal ini membuat Mentari semakin tersipu malu.
"Hei, jauhkan pandanganmu itu dari sahabatku sebelum sah ya!" goda Daniar yang langsung berjalan didekat Mentari.
Mentari menyiku perut Daniar pelan.
"Apa sih kau ini!" ucap Mentari lirih yang hanya bisa didengar oleh Daniar.
"Tuan, semua sudah saya atur sesuai arahan anda! tidak ada pergerakan dari kelompok itu lagi!" ucap Adi mendekati Darel dengan berbisik.
Darel membalas dengan anggukan, dan Adi pun kembali ke pos penjagaan bersama Lukas, Harri, Merish, dan Joni. Joni sangat senang bisa satu tempat dengan anaknya, dia pun beberapa kali mengobrol dengan Lukas yang memang akhir-akhir ini banyak tugas dari Darel sehingga membuatnya sibuk. Merish dan yang lain pun memaklumi hal itu, terlebih Joni merupakan singel parent bagi Lukas sedari kecil dimana ibu Lukas meninggal sesaat setelah melahirkan Lukas karena pendarahan yang cukup hebat pasca melahirkan.
"Sepertinya do'a kita terkabulkan hari ini ya!" ucap Lukas yang sudah tidak berbincang dengan sang ayah.
Adi dan Harri saling bertatapan, kemudian diam sesaat.
"Aku rasa kau benar, kita tunggu saja takdir akan membawa mereka kejalan yang mana!" ucap Adi.
__ADS_1
"Maksudnya?" tanya Harri dan Lukas bersamaan.
"Kau tahu sendiri kan sikap tuan, setelah kepergian wanita itu dia seperti tidak punya hati lagi. Aku harap sih nona Mentari bisa membuat tuan Darel menjadi bucin, sebucin-bucinnya!" ucap Adi sambil tertawa.
"Hemm, aku rasa tuan sudah mulai jatuh cinta padanya, jika tidak apa mungkin dia mau merombak taman yang sudah bertahun-tahun gersang itu menjadi taman penuh dengan bunga? ditambah lagi setiap sudut didalam rumah pasti ada bunga anggrek, apa kau pikir tuan bisa melakukan itu atas kemauannya sendiri? maksudku apa mungkin tuan sudah mulai menaruh perasaan pada nona?" jelas Lukas yang menginat hari dimana dia dan pengawal yang bisanya memegang pistol dan komputer beralih profesi menjadi tukang kebun.
"Hahaha, kau benar juga! aku rasa itu alasan yang masuk akal sih, terlebih tuan yang memang tidak suka pada bunga-bungaan seperti itu! uh, aku saja masih bisa merasakan capeknya hari itu!" ucap Harri menimpali perkataan Lukas.
Adi dan Lukas hanya memutar bola matanya malas kemudian saling memandang.
Disisi lain, Darel yang sudah menggandeng Mentari mulai memasuki ruangan gedung tempat pernikahan dilangsungkan. Ijab qobul dilakukan oleh papa Daniar selaku wali dari Mentari.
"Saya terima nikah dan kawinnya Mentari Angeliska Tia dengan mas kawin 100 gram emas, uang tunai sebesar 1 milyar rupiah , dan satu set perhiasan dibayar tunai!" ucap Darel dalam satu tarikan nafas.
"Bagaimana saksi? sah?" tanya pak penghulu.
"Sah!" teriak para tamu serentak.
Setelah membaca do'a, Darel disuruh untuk mencium kening Mentari. Meski dengan sedikit berat hati, Darel tetap melakukan hal itu disusul Mentari yang diminta mencium tangan kanan Darel.
Mentari pun melakukan itu dengan sepenuh hati, terlebih dia sudah sah menjadi nyonya Darel Sanjaya sekarang.
Ibu, ayah semoga ini awal yang baik untukku! aku harap kalian merestui keputusanku ini, agar aku tidak merasa sudah salah karena telah mengambil keputusan ini! batin Mentari.
Mentari pun kembali keruangan ya, berganti baju dari yang semula menggunakan kebaya, kini dia sudah berganti gaun yang sama berwarna putih. Setelah berganti Mentari kembali keruangan akad yang sekarang berganti menjadi pesta pernikahannya dengan tatanan rambut yang terlihat lebih santai namun masih memberikan kesan anggun. Kepalanya juga dihiasi rangkaian bunga.
Kali ini gaun yang dipakai Mentari atas usul Randita, kakak iparnya. Dengan gaun tanpa lengan, membuatnya terlihat semakin cantik meski dalam balutan kesederhanaan.
Sesampainya diruangan itu, Darel langsung mendekati Mentari, membawanya untuk berdansa. Yah, walaupun sebenarnya itu bukan hasil inisiatif Darel sendiri sih, melainkan hasil paksaan dari papanya, tuan Ardi.
__ADS_1
Awak media pun meliput sang penerus perusahaan Sanjaya Group yang tengah berdansa dengan istrinya dengan diiringi musik romantis. Hal itu membuat sebagian wanita disana menjadi iri kepada Mentari, namun tidak jarang juga yang memuji kecantikan Mentari bahkan mencocokkan Mentari yang cantik dengan Darel yang tampan meski jarang tersenyum.
"Lihat mereka, sangat serasi ya! yang satu cantik, yang satunya ganteng tajir pula!" ucap salah seorang tamu undangan kepada temannya.
"Iya lah, namanya juga orang kaya mana mungkin nyari orang biasa buat menantunya. Si cewek itu beruntung banget ya bisa dapet keluarga setajir keluarga Sanjaya!" timpal temannya.
"Iya nih, jadi iri aja!" ucap tamu wanita itu sambil tersenyum kecut.
Setelah puas berdansa, Darel dan Mentari pun diarahkan untuk foto bersama, untuk dipajang dirumah utama dan di rumah Darel.
Darel dan Mentari pun hanya mengikuti arahan orang tua Darel saja.
"Oke, satu..dua..cekrekkk..!" fotografer memfoto Mentari dan Darel.
Foto Darel dan Mentari dihari pernikahan
********
Disisi lain, ada beberapa orang yang menyamar menjadi penjaga saat pesta pernikahan berlangsung. Yah, siapa lagi kalau bukan anak buah dari Drago Mark. Ketua kelompok itu menyuruh mereka untuk mencari informasi apa saja yang bisa mereka dapatkan disana.
Setelah bisa mendapatkan informasi yang dicari, orang-orang itu pun segera pergi menggunakan mobil tanpa sepengetahuan siapa pun, bahkan Adi, Harri, Lukas, Joni, dan Merish sekalipun.
"Hahaha kami sudah mendapatkan apa yang anda minta tuan!" ucap salah seorang anak buah Drago Mark.
"Hahahaha, bagus-bagus. Ke markas sekarang! aku mau lihat hasil kerja kalian!" perintah bos besar.
Panggilan pun terputus.
__ADS_1
Pelan tapi pasti aku akan menghancurkan mu beserta seluruh keluargamu, Darel! batin bos besar Drago Mark.