Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 121


__ADS_3

"Tapi bukankah jujur lebih baik? akan lebih baik untukmu jika dia tahu hal ini dari mulutmu langsung dari pada dia tahu dari orang lain yang mungkin saja akan membuatnya lebih kecewa dan terluka!" saran Rohan.


"Baiklah, nanti akan aku coba memberitahunya!" ucap Darel.


Setelah pembagian tugas, Tomi dan Jack mendapat tugas mencari dalang dari keracunan ditoko kue Mentari beberapa hari yang lalu. Meskipun hal itu sudah teratasi dengan baik namun masih berdampak pada berkurangnya pengunjung di toko Mentari.


Rohan, ditugaskan untuk mengerahkan anak buahnya yang bertugas dilapangan untuk memantau desa itu bersama dengan anak buah Darel.


Zanu ditugaskan untuk mencari tahu siapa dalang dibalik kecelakaan pesawat tempo hari. Darel yakin benar bahwa kecelakaan pesawat yang menimpanya bersama Mentari adalah ulah dari musuhnya, entah apa niat dan tujuan utama dari sabotase pesawat pribadi miliknya.


Mereka pun kembali ke rumah masing-masing, sedangkan Darel kembali ke kamarnya dulu dimana Mentari sudah berada disana. Setelah sampai didepan pintu kamarnya, Darel berhenti sejenak. Dia berpikir tentang bagaimana cara memberitahu Mentari siapa dia yang sebenarnya. Cukup lama Darel berdiri disana, namun otaknya tetap tidak menemukan jalan keluar dari masalahnya.


Setelah mengumpulkan banyak keberanian, Darel akhirnya memasuki kamarnya.


"Tari, aku mau ngomong sesuatu padamu, aku...aku....ini mungkin terdengar konyol tapi itulah yang sebenarnya. Sebenarnya.... sebenarnya aku ini seorang bos mafia, ayahku juga seorang bos mafia. Dan mengenai dirimu, maaf tapi kau sudah tidak perawan lagi. Aku....aku tidak sengaja melakukannya dan terjadi begitu saja. Aku takut kau marah maka dari itu aku menyembunyikan ini semuanya. Aku rasa.....aku....mulai menyukaimu!!" ucap Darel sambil ngos-ngosan.


Darel menatap wanita yang membuatnya mengatakan perasaannya, namun ternyata Mentari sudah tertidur pulas diranjangnya. Salah Darel sendiri, karena dia tidak memperhatikan sekitar terlebih dulu. Apakah Mentari masih terjaga atau sudah tertidur.


Siall!! percuma aja dong kalau gitu aku ngomong panjang kali lebar tapi dia malah sudah tertidur?? batin Darel kesal.


Darel pun memilih tidur juga disamping Mentari. Namun saat Darel hendak memejamkan matanya, Mentari berpindah posisi menjadi menghadap dirinya lalu tanpa disadari tangan Mentari memeluk pinggang Darel. Darel yang sedikit terkejut menatap kearah Mentari dan memastikan bahwa wanita itu benar-benar tertidur.


Kenapa hanya dengan memelukku saja aku sudah baper yaa? apa aku benar-benar sudah menyukainya? batin Darel sambil terus menatap Mentari.


Darel melihat anak rambut Mentari menutupi wajahnya, dia pun menyibakkan rambut Mentari ke sisi lain agar wajah Mentari terlihat jelas.

__ADS_1


Kenapa susah sekali berkata jujur padamu kalau aku ini seorang bos mafia? aku kan Darel Sanjaya, bos mafia yang ditakuti semua orang!!! dan aku harus bertekuk lutut dihadapan wanita ini? oh tidak-tidak, itu terlalu seram bagiku!! batin Darel sambil terus menatap Mentari.


Cukup lama Darel menatap wajah indah Mentari yang tengah terlelap hingga dia pun ikut terlelap juga.


Keesokan harinya, Mentari terbangun dengan posisi Darel yang memeluknya. Mentari tentu saja langsung terkejut hingga reflek menjauhi Darel dan membuat Darel terbangun karena gerakan tiba-tiba dari Mentari.


"Ada apa? hah? apa ada masalah?" tanya Darel terkejut.


Mata Darel masih belum sepenuhnya terbuka. Mentari sedikit sungkan karena sudah membangunkan Darel yang terlihat sangat letih.


Bodohnya kamu Mentari, harusnya kamu pelan-pelan aja tadi jangan langsung menjauh gitu, kan Darel jadi bangun!!! duhhh bodoh...bodoh..bodoh!!! umpat mentari didalam hatinya.


"Ah, enggak kok. Aku cuma terkejut aja tadi soalnya kamu meluk aku!" ucap Mentari malu-malu.


"Emangnya kenapa kalau aku meluk kamu? orang aku juga udah....!" ucap Darel terhenti.


"Udah apa?" tanya Mentari.


"Emmm, itu....itu..apa...." ucap Darel sambil memikirkan alasan apa yang tepat di situasi ini.


Berpikir Darel, berpikir!! cari alasan, kamu nggak mau Mentari benci sama kamu kan karena udah mengambil keperawanannya!! batin Darel.


"Emm, oh iya bukannya kamu mau ke toko hari ini? siap-siap gih, aku anter nanti!" ucap Darel.


"Seriusan kamu nganterin aku? ini tanda-tanda kiamat kan?" tanya Mentari menggoda.

__ADS_1


"Enak aja kiamat! orang nggendong kamu aja aku mau kok!" ucap Darel spontan.


Ucapan Darel membuat Mentari tersenyum malu. Bayangan indah sewaktu Darel menggendongnya kemarin langsung terlintas dipikirannya. Bayangkan aja, seorang Darel Sanjaya mau menggendong wanita apalagi dengan jarak tempuh yang lumayan jauh. Mentari sedikit berbangga diri sih sebenarnya, jarang-jarang juga bisa membuat Darel mengikuti permintaannya.


Disisi lain, Daniar yang sudah ijin beberapa hari untuk mencari Mentari bergegas menuju kantor meskipun hari masih pagi. Tugas-tugas kantornya sudah menumpuk selama beberapa hari.


Sesampainya di kantor, Daniar langsung mengerjakan beberapa dokumen pentingnya. Baru mulai mengerjakan tugas kantornya, tiba-tiba ponsel Daniar berbunyi tanda pesan masuk.


"Hai, semangat kerjanya yaa!! nanti jam makan siang aku jemput kamu!"


Isi pesan itu. Daniar tertawa sendiri membaca pesan yang dikirimkan Zanu barusan, membuatnya bertambah semangat untuk mengerjakan tugas-tugas yang menumpuk ini.


Ya ampun, Zanu ternyata bisa sweet juga yaa. Tapi tunggu, terus kenapa Zanu bersikap dingin padaku beberapa hari yang lalu? batin Daniar.


"Ah, yasudah lah! yang penting hubungan kita baik-baik saja sekarang!" ucap Daniar sembari melanjutkan pekerjaannya.


Beberapa karyawan mulai berdatangan. Teman-teman Daniar yang satu bagian dengannya juga mulai datang.


"Oh masuk juga kamu ternyata? aku pikir setelah hampir tiga minggu nggak masuk kantor kamu bakal keluar, atau bakal dikeluarin, hahahaha!" sindir seniornya di bagian itu.


"Maaf ya kak, tapi saya rasa nggak ada hal apapun yang mengharuskan saya keluar dari kantor ini, ataupun dikeluarkan. Lagipula saya sudah ijin kok dan memang keadaannya mendesak sekali!" balas Daniar.


Daniar pun memilih melanjutkan tugasnya tanpa melihat ekspresi seniornya yang menahan amarah padanya.


Dasar anak baru songong! liat aja apa yang bakal gue lakuin ke lo!! batin senior itu.

__ADS_1


Senior itu bernama Wanda. Dia sudah bekerja di perusahaan Sanjaya selama hampir lima tahun. Kinerjanya juga bagus, oleh karena itu dia diangkat menjadi kepala bagian ditempat Daniar. Meskipun dia cantik tapi dia sangat sombong dan bahkan tidak jarang juga dia menyusahkan anak-anak baru dibagiannya dengan dalih dia ketua disana dan seniornya disana.


Banyak karyawan yang tidak menyukainya tapi karena posisinya tidak ada yang berani menyentuhnya. Terlebih pacar Wanda salah satu investor disini. Banyak yang bilang Wanda itu seorang pelakor, karena pacarnya lebih tua darinya. Yahh, kayak Daddy Sugar gitulah.


__ADS_2