
Galih bolak-balik ke kantor polisi untuk mengusut masalah kebakaran digudangnya.
"Makasih Sat, aku harap masalah ini cepat menemukan akarnya!" ucap Galih kepada temannya yang berasal dari Indonesia juga.
"Tenang saja, aku akan segera memberitahumu kabar baiknya. Oh ya, apa salah satu karyawanmu ada yang merokok?" tanya Satria teman Galih.
"Merokok? sepertinya tidak, karyawanku tidak ada yang merokok." ucap Galih.
"Emm, baiklah, tapi anak buahmu menemukan sisa puntung rokok disekitar tempat kejadian. Mungkin ada seseorang yang secara tidak sengaja atau bahkan sengaja membuangnya disana." jelas Satria.
Galih mendengarkan penjelasan Satria dengan seksama.
Apa salah satu saingan bisnisku? batin Galih.
Setelah penjelasan yang cukup panjang didengarkan oleh Galih, dia pun memutuskan untuk pulang. Rencananya untuk menggagalkan bulan madu Mentari dan Darel gagal karena masalah ini. Galih pun juga tidak tahu dimana tempat tinggal Mentari selama di Paris.
********
__ADS_1
Di apartemen, Darel yang baru saja mendapatkan kabar dari Adi mengenai kabar kembalinya Anisa, ditangkapnya anak buah Drago Mark, dan penyusup yang masuk ke perusahaan menjadi sedikit jengkel
Darel sudah memperkirakan semua keadaan yang mungkin terjadi ketika kepergiannya, namun tidak dengan kembalinya Anisa, salah satu sahabatnya dahulu.
"Bagaimana bisa Anisa kembali? ini bisa saja menjadi kelemahan Arul saat ini terlebih Anisa cinta pertamanya!" ucap Darel.
Tanpa sepengetahuan Darel, Mentari sudah berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri sedari tadi.
Anisa? siapa itu Anisa? batin Mentari.
Entah mengapa mendengar Darel menyebutkan nama wanita lain membuat Mentari jengkel. Dengan pelan Mentari menuju ke dapur dan hendak mengembalikan piring yang tadi dia gunakan.
Mentari tidak mendengarkan perkataan Darel, dengan marah dia meletakkan piring bekas dengan sangat kasar.
Bisa-bisanya aku marah cuma karena dia menyebutkan nama wanita lain? heh, sadar Mentari, dia itu anak konglomerat ya pastilah banyak cewek-cewek yang mau mendekati dia! jangan sampai perasaanmu ini berjalan lebih jauh dari yang semestinya!! batin Mentari memperingati dirinya sendiri.
Entah karena emosi atau bagaimana tanpa sadar Mentari meraih gelas yang dikatakan Darel tadi.
__ADS_1
Glekk....glekk....glek....glek.....
Mentari menghabiskan minuman itu dalam sekali teguk. Kepalanya menjadi pusing, pandangannya menjadi kabur.
Prankkk.....
Tanpa sengaja Mentari menyenggol piring yang dia bawa tadi hingga jatuh dan pecah. Darel yang mendengar suara pecahan piring dari arah dapur segera menuju dapur dan menemukan Mentari yang mabuk. Dia melihat gelas miliknya tadi yang semula berisi penuh sekarang kosong tidak tersisa.
"Kau?!!! bukankah sudah ku peringati jangan minum minuman yang digelas, kenapa malah kau minum ha?? kau tahu itu isinya apa? itu isinya alkohol kadar tinggi dan kau tidak pernah minum alkohol kan??!! kau sungguh bodohhh!!!" maki Darel sambil mengguncangkan tubuh Mentari.
"Ssstttt!! kau ini berisik sekaliiii aku kan cuma minum sedikittt, hekk!" ucap Mentari yang sudah mabuk alkohol sampai-sampai bersendawa.
Darel menggelengkan kepalanya pelan. Mau dimarahi bagaimanapun Mentari tetap tidak akan menganggapnya serius karena dalam pengaruh alkohol.
Darel pun menggendong tubuh Mentari menuju kamar, agar bisa beristirahat. Namun Mentari terus saja bergerak-gerak hingga Darel harus menggendongnya layaknya orang menggendong karung beras.
"Aaa, yeeee tinggi, tinggi lagiii..aku terbang tinggi wusssss!!" ucap Mentari meracau sambil melentangkan kedua tangannya bak sayap pesawat terbang.
__ADS_1
"Ishh, diamlah! kau pikir kau ini tidak berat apa? tubuhmu sekecil ini tapi kenapa berat sekali??? perasaan tadi tidak seberat ini!!" omel Darel.
Dasar wanita bodoh!!!! aku akan memberimu hukuman karena sudah meminum minumanku!!! batin Darel.