Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 231


__ADS_3

Tap...tap....tap...


terdengar suara langkah kaki berat mulai mendatangi Jo. Jo yang saat ini berada di ruangannya, tersenyum saat melihat kedatangan pria misterius yang tidak tahu dari mana asal usulnya itu.


"Oh kau rupanya! terimakasih atas bantuanmu menangkap Suli!" ucap Jo berterimakasih.


"Heh, aku sudah memenuhi janjiku. Sekarang, aku ingin kau memenuhi janjimu!" ucap pria misterius itu berdiri dihadapan Jo hanya berjarak satu buah meja saja.


"Oh, Darel Sanjaya? bagaimana aku bisa membantumu? kau dan aku sama-sama tahu kalau dia bukan orang sembarangan. Banyak anak buah yang hebat-hebat, di tambah dia memiliki banyak dukungan dari kelompok mafia lain." ucap Jo.


Memang tidak salah yang dikatakan Jo, Darel adalah salah satu mafia yang paling ditakuti oleh mafia lain. Meski pun anak buah yang dimiliki Darel tidak sebanding dengan yang dimiliki Jo, tapi tetap saja skill bertarung pasukannya tidak bisa dianggap remeh.


"Kau tidak perlu menyerangnya secara langsung!" ucap pria misterius itu dengan tersenyum penuh arti.


"Lalu?" tanya Jo bingung.


"Ini!" ucap pria misterius sambil melemparkan sebuah foto tepat berada dihadapan Jo.


"Foto siapa ini?" tanya Jo setelah mengamati foto yang diberikan pria misterius.


"Dia adalah Mentari Angeliska Tia. Istri Darel Sanjaya, orang yang sangat dicintai oleh Darel!" ucap pria misterius itu.


"Lalu, akan kita apakan wanita ini?" tanya Jo.


"Kita bisa menjadikannya umpan untuk memancing mangsa besar kita datang! jika dia menjadi tawanan kita, maka Darel bisa kita taklukkan!" jelas pria misterius.


"Dimana dia sekarang?" tanya Jo mulai tertarik.


"Disebuah resort tidak jauh dari sini!" ucap pria misterius.


********


Darel masih cemas karena letak posisi anak buah Jo yang berada disekitar Mentari. Dia ingin pergi ke sana, namun terhalang kata-kata Mentari sebelum dia pergi.


"Aku pergi jauh darimu, dan kau tidak boleh mencariku sebelum dua tahun! jika kau melanggar janji itu kau akan kehilangan aku untuk selamanya!"


Kata-kata itu masih diingat dengan sangat jelas oleh Darel. Kata-kata yang menjadi awal . Kata-kata yang menjadi awal kesepiannya. Kata-kata yang sangat Darel benci selama satu tahun ini dan satu tahun ke depan.


"Tuan, ada sebuah pesan dari nomor yang tidak dikenal!" ucap Jack sembari menunjukkan pesan yang dikirim entah dari siapa.


"Cepat buka!" perintah Zanu karena merasakan firasat tidak enak.


Jack menganggukkan kepalanya lalu mulai membuka isi pesan itu yang berisikan sebuah rekaman. Jack menekan tombol play untuk memutar rekaman itu.


"Hei siapa kau?! berani-beraninya kau menyentuh Mentari!!! lepaskan diaaa!!!" teriak Candra.


Terlihat dari rekaman itu, Candra sudah babak belur dengan luka diwajah dan sedikit cairan darah yang ada di bibir, hidung, dan pelipisnya.

__ADS_1


"Kak, tolong!!!!" teriak Mentari dengan air mata.


Dari rekaman itu jugalah terlihat orang-orang di resort Candra sudah tidak sadarkan diri dengan kondisi tubuh penuh luka.


"Hahahahaa, kau sudah melihatnya kan Darel! jika kau ingin istri tercintamu ini selamat! temui aku di resort miliknya! aku tunggu tiga jam dari sekarang!" ucap pria misterius sambil tertawa lepas.


Karena pria itu mengenakan topeng, Darel dan yang lain tidak bisa mengetahui wajah aslinya. Namun batin Darel mengatakan dia mengenali suara itu.


"Dwi?! Darel" ucap Zanu, Tomi, Rohan, Bagas, dan juga Arul bersamaan.


Mereka menatap ke arah Darel yang mengepalkan tangannya. Terlihat jelas emosi yang kini tengah melanda Darel. Aura sekitar tiba-tiba menjadi horor. Kadar oksigen juga dirasa semakin menipis hingga membuat mereka ngos-ngosan.


"Sekali saja dia menyentuh Mentari, ku pastikan dia habis di tanganku!" ucap Darel menyeramkan.


"Tuan?!" panggil Adi yang terkejut dengan perubahan tuannya.


Sudah sangat lama Adi tidak melihat ekspresi menyeramkan ini dari tuannya. Dan sekarang pertama kalinya dia setelah sekian lama melihat ekspresi itu, namun dia juga yang merasa ketakutan.


"Adi, bawa semua pasukan kita! kita gempur Bali sekarang juga!" perintah Darel.


"Rel, kami ikut!" ucap Arul menepuk pelan pundak Darel.


"Terimakasih!" ucap Darel tersenyum tulus.


Woww...ini pertama kalinya senyum Darel tidak menyeramkan seperti dulu. Mentari benar-benar telah merubah monster menjadi manusia yang punya belas kasih dan empati. Ya, itulah Darel sekarang setelah mengenal Mentari.


"Kenapa?" tanya Rohan.


"Aku harus menjemput Shiren! aku rasa ini saatnya kita mempertemukan keluarga Shiren Yangs sebenarnya!" ucap Tomi.


Tomi sebenarnya agak tidak yakin dengan ucapannya sendiri. Tapi mungkin ini adalah jalan yang terbaik nantinya. Semoga saja begitu.


"Tomi, jika itu kau rasa pilihan yang baik, kamu akan mendukungmu!" ucap Arul.


"Emm!" Tomi mengangguk.


"Tapi anak buah ku akan pergi bersama kalian!" ucap Tomi.


"Darel, sebaiknya kau pergi dulu karena waktunya sangat terbatas!" ucap Zanu.


"Tentu saja!"


"Adi, suruh Lukas membawakan motor Dodge Tomahawk V10 Superbike kita!" perintah Darel.


"Apa?! motor Dodge?!" ucap sahabat Darel terkejut.


Hanya butuh waktu sekitar setengah jam, Lukas datang dengan truk trailer.

__ADS_1


"Pesanan anda sudah sampai tuan!" ucap Lukas.


"Kalian, ambil ini satu-satu!" ucap Darel sambil melemparkan kunci motor ke arah Bagas, Arul, Rohan, Zanu, juga Tomi.


"Lah Gas, kau juga ikut?" tanya Arul bercanda.


"Hei, apa kau pikir aku tidak bisa bertarung?" tanya Bagas.


"Memang tidak bisa, hahaha!" ejek Arul.


"Setidaknya aku bisa menembak!" ucap Bagas.


"Keluarkan motornya sekarang!" perintah Darel.


Enam buah motor dengan harga $555.000 atau jika dirupiahkan bisa mencapai 6,6 milyar itu diturunkan dengan penuh kehati-hatian oleh anak buah Lukas.


Motor Dodge Tomahawk ini dapat melaju dari 0 hingga 60 mph hanya dalam 2,5 detik dengan kecepatan tertinggi yang luar biasa 350 mph (563 km / jam).


"Woahhhh!!!! keren sekalii motornyaa!" ucap Arul dan Bagas berwow ria.


"Ayo cepat kita bergerak!" ucap Darel mulai menaiki motornya.


Tidak lupa juga helm untuk menunjang keselamatan mereka dalam berkendara.


"Di motor ini sudah ada macam-macam senjata, mulai dari pistol sampai pedang yang bisa kalian gunakan untuk persenjataan. Lukas, aku tunggu pasukanmu dan Adi disana!" ucap Darel lalu mulai menyalakan mesin motor.


"Baik tuan!" ucap Lukas.


Kedatangan motor Darel yang sangat epic itu pun mengundang perhatian warga sekitar. Mereka semua berkumpul hanya untuk sekedar melihat motor yang berharga milyaran rupiah itu. Tidak sedikit juga dari mereka yang memvideokan atau memfotokan keenam pria yang tengah mengendarai motor langka itu.


Darel dan yang lain mulai melajukan motornya. Mereka berpisah di perempatan jalan karena Tomi harus menjemput Shiren terlebih dahulu.


Tari tunggu aku! akan aku langgar janjiku padamu! sekali saja mereka menyentuhmu, akan aku patahkan tangan mereka! batin Darel.


Mereka menambah kecepatan motor mereka. Dengan handal mereka berhasil menyalip satu demi satu pengguna jalanan yang ramai itu dengan sangat memukau. Bahkan disepanjang perjalanan mereka tidak henti-hentinya mendapat perhatian dari pengguna jalan yang lain. Orang yang berada di kursi penumpang juga tidak kalah heboh, mereka mengambil gadget mereka dan mulai mengabadikan momen tersebut.


"Hei lihat mereka!" tunjuk salah seorang wanita yang ada dibelakang kursi disamping kemudi.


Pria yang mengemudi langsung menoleh ke sisi yang ditunjukkan oleh sang istri. Terlihatlah, Arul yang tengah berada cukup dekat dengan mobil mereka mengendarai motor itu dengan sangat memukau.


"Wahhh, kerennn!!" puji anak mereka yang langsung merekam adegan itu.


Arul mengedipkan satu matanya lalu melambai dengan menekuk jari kirinya menyisakan jari telunjuk dan tengah lalu didekatkan di ujung alis. Membuat gaya yang sangat keren. Mobil yang berisi lima orang, orang tua dan tiga anak itu pun menjerit histeris saking berdamagenya Arul. Arul pun mulai menyalip mobil itu.


"Ibu...ibu....aku juga mau motor kayak kakak tadi...brummm...brum....brummm!!!" ucap anak sulung sambil memperagakan menaiki sebuah motor.


"Iya nanti kalau kamu sudah bisa cari uang sendiri, kamu bisa beli dengan uang kamu! makanya sekolah yang rajin biar bisa membeli motor itu yaa!" ucap si ibu.

__ADS_1


__ADS_2