Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 109


__ADS_3

Rombongan Tomi sampai ke tempat tujuan. Mereka langsung dihampiri oleh Harri dan Adi yang sudah menunggu sedari tadi.


"Bagaimana, ada perkembangan apa?" tanya Tomi.


"Belum ada tuan, kata kepolisian jika tidak ditemukan dalam kurun waktu seminggu maka akan dianggap tidak selamat." ucap Adi lesu.


Meskipun sebagai bawahan Darel, Adi dan Harri sangat dekat dengan keluarga Sanjaya terlebih lagi kepada Darel yang memangsudah bertahun-tahun mengabdikan dirinya kepada Darel.


Adi bahkan terus mengutuk dirinya karena tidak bisa menjaga tuannya disaat terpenting seperti sebelum kecelakaan pesawat.


"Sudahlah, kita cari bersama-sama! kau tahu Darel kan? bahkan malaikat maut saja takut kepadanya, bagaimana bisa dia meninggalkan kita dengan begitu mudahnya?" ucap Arul sambil menepuk pundak Adi pelan.


Daniar hanya melihat adegan itu, dia merasa mereka semua sudah menjadi sebuah keluarga. Tidak ada lagi batasan antara bawahan dan atasan.


"Begini saja, kita bagi menjadi dua tim! Aku, Tomi, Adi dan Harri dalam satu tim. Sisanya, Kau Rohan, Zen, Bagas, dan Daniar dalam satu tim!" ucap Arul.


"Hem, saran yang bagus, kalau begitu dari sini kita berpencar, ambil ini! gunakan jika kalian menemukan petunjuk tentang mereka!" ucap Tomi sembari memberikan walkie talkie yang dibawa Jack kepada masing-masing orang.


Setelah menerima walkie talkie, mereka pun berpencar mencari Darel dan Mentari.


Daniar merasa canggung, ingin rasanya dia berteriak kepada Zanu dan mempertanyakan perubahan sikapnya kepada dirinya.


Zanu bahkan tidak berani menatap Daniar, sedetik saja dia berpaling maka runtuh sudah tembok pemisah yang dia bangun beberapa hari terakhir. Zanu akui, dirinya memang mencintai Daniar namun dia tidak bisa meneruskan perasaannya itu karena sahabatnya juga mencintai Daniar.

__ADS_1


Bagas mulai melupakan perasaannya kepada Daniar meskipun butuh waktu yang tidak singkat namun dia terus mencoba agar Daniar bisa bahagia, dan sahabatnya juga bahagia.


Rohan yang merasa canggung dengan cinta segitiga sahabatnya itu merasa prihatin dengan keadaan mereka. Mereka mencintai orang yang sama, dan mundur disaat yang bersamaan hingga mereka melupakan perasaan si wanita. Rohan tahu benar bagaimana tersiksanya Daniar dengan kondisi seperti ini. Merasa dipermainkan? tentu, sudah pasti Daniar merasakan itu kepada Zanu.


Mereka bertugas mencari diarea pesisir pantai dan hutan sekitar tempat kejadian. Karena kemungkinan Darel dan Mentari sudah keluar dari pesawat sebelum jatuh dan meledak di laut. Sedangkan grup Tomi ikut mencari di lautan, mereka yang memang handal menyelam memilih membantu mencari didasar laut.


Semua cara sudah dilakukan namun hasilnya tetap nihil. Tidak ada petunjuk dari mereka entah masih hidup atau sudah tewas.


Hari demi Hari terus berganti, pencarian terus dilakukan. Mereka terus mencari keberadaan Darel dan Mentari tanpa kenal lelah.


Dikediaman Sanjaya juga terasa gundah gulana. Para pelayan dan penjaga yang ditugaskan menjaga keamanan rumah dan orang didalamnya juga terlihat sangat murung dan sedih. Bukan hanya karena kejadian yang menimpa keluarga atasan mereka, namun merek juga menganggap bahwa itu juga kelalaian mereka sehingga kejadian ini bisa terjadi. Terlebih pak Joni yang ditugaskan untuk kembali ke rumah utama dan menjaga nyonya Ardi yang dalam kondisi tidak stabil.


"Ma, mama makan dulu ya, habis itu minum obat biar sembuh." ucap Randita sambil membawa sepiring makanan untuk mamanya.


"Enggak! mama mau Darel dan Mentari yang menyuapi mama!" ucap nyonya Ardi dengan tatapan kosong.


Hati Randita ikut tersayat, dia tahu benar bagaimana sedihnya nyonya Ardi sekarang terlebih dia juga seorang ibu. Tidak ada seorang pun ibu didunia yang tidak ikut merasakan kesedihan anaknya, bahkan seorang ibu akan rela mengorbankan apapun demi keselamatan dan kebahagiaan anaknya.


"Ma, tapi mama harus makan dulu ya." ucap Randita membujuk.


"Mama mau Darel! mama nggak mau yang lain, Dita!!! mama cuman mau Darel!! Darel nakk, kamu kemanaaa, kamu tidak kasihan sama mamaaa!!! ayo pulang sayanggg!!!" racau nyonya Ardi sambil menitikkan air mata.


Randita memeluk mamanya dengan sangat erat, berharap dia bisa meredakan kesedihan yang dialami mamanya.

__ADS_1


Tidak lama kemudian bel pintu berbunyi. Seorang pelayan membukakan pintu, dan terlihatlah Rangga dan juga Juna berdiri diluar pintu.


"Tuan!" ucap pelayan.


Mereka pun memasuki rumah dan langsung menuju kamar nyonya Ardi setelah diberitahu oleh pelayan tadi bahwa kondisi nyonya Ardi sedang memburuk.


"Ma?!" ucap Juna baru memasuki kamar mamanya.


*


*


*


*


*


Hallo kakak-kakak, mohon maaf aku baru bisa lanjut update nya🙏🙏🙏 karena jadwal yang sangat padat jadi nggak sempat buat up😞


Oh ya insyaallah aku bakal kasih crazy up dihari Jum'at depan ya, jangan sampai ketinggalan lanjutan cerita SUAMIKU MR. MAFIA🤩🤗


Jangan lupa juga dukungannya lewat like, komen, vote+tip. Buat yang sudah like, komen, dan vote aku ucapkan terimakasih sebanyak-banyaknya yaa🤭😉😍❤️

__ADS_1


__ADS_2