Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 34


__ADS_3

"Kenapa nasibku sangat buruk sih, mana ponselku tertinggal di mobil pria sombong itu lagi! sekarang aku tidak tahu arah jalan pulang!" ucap Mentari sambil meneteskan air mata mengenang nasib buruknya hari ini.


Mentari terus berjalan dijalanan sepi itu, tidak ada taxi ataupun ojek yang bisa mengantarnya pulang.


Aduh ini bener jalan pulangnya nggak sih? mana didepan ada orang mabuk lagi, jalan terus nggak ya? tapi kayaknya diujung sana jalan raya mungkin aku bisa minta tumpangan disana. batin Mentari yang melihat jauh diujung jalan ada jalan raya sedangkan tidak jauh dari tempatnya sekarang ada segerombol pria yang terlihat sedang mabuk.


"Huuuuhh, tenang Mentari lewati aja mereka, kalau mereka ngejar kamu lari aja sampai jalan raya itu!" ucap Mentari menguatkan batinnya sendiri.


Dia pun melangkahkan kakinya, ketika melewati segerombolan pria itu Mentari mempercepat langkahnya.


"Eh-eh ada cewek cantik tuh!" ucap seorang pria pada rekannya.


"Samperin yuk!!" ucap rekannya pada yang lain.


Mereka pun menghadang jalan Mentari membuat Mentari ketakutan.


"Kalian mau apa sih? minggir!!" bentak Mentari.


Pria yang sedang mabuk itu kira-kira ada 9 orang. Mentari berusaha untuk keluar dari kepungan mereka.


"Cantik-cantik kok sendirian aja, mau abang temenin nggak?" goda salah satu pria itu sambil mencolek pipi Mentari.


"Minggir nggak? kalau nggak aku teriak nih!!" ancam Mentari.


"Hahahahahaha, teriak aja sana! teriak yang kenceng sampai suara kamu hilang juga nggak bakalan ada yang denger!" tawa pria itu.


"Jangan jual mahal gitu dong, cantik! mending temenin kita-kita 'main'!" ucap pria berkaos hitam sambil menarik tangan Mentari.


Mentari berusaha memberontak, namun karena jumlah mereka yang terlalu banyak membuatnya susah untuk melawan.


Mentari mencoba kabur dengan menginjak kaki salah seorang dari mereka dan menendang area vi**l pria yang lain agar bisa kabur.


"Aaakkkhhhhh, sial!!!" ucap pria yang ditendang dan diinjak kakinya oleh Mentari.


"Cepat kejar dia!!!" perintah pria yang ditendang area vi**l nya kepada rekannya.


Segerombolan pria itu mengejar Mentari. Mentari berlari kedepan sambil menengok kebelakang melihat jarak antara mereka.


Dikit lagi, dikit lagi! selamatkan aku Tuhan!!!! batin Mentari yang melihat jalan raya sudah dekat.


Sampai dipertigaan jalan Mentari berhenti sebentar mengatur nafasnya dan melihat jarak pria yang mengejarnya sudah mulai dekat. Mentari celingukan mencari kendaraan yang melintas namun hasilnya nihil.


"Hayooo mau kemana lagi kamu sekarang haaa!!!" teriak salah satu pria yang sudah menangkap tangan Mentari.

__ADS_1


"Lepaskan aku, aku mohon!! TOLONGGGGGG!!!!!!" teriak Mentari berharap ada yang mendengarnya.


"Teriak sana!!! teriak yang kenceng!!!! nggak bakal ada yang mendengar teriakan kamu disini!!" bentak pria itu.


Kini segerombol pria yang tadi sudah menghampiri rekannya yang sudah menahan tangan Mentari. Mentari menjadi sangat ketakutan.


Ya Tuhan, tolong bantu aku!!!! hikssss.....hikssss...hikkksss....


Mentari sangat ketakutan dan akhirnya menangis sesenggukan.


"Ayo ikut!!!" ucap pria itu sambil menarik tangan Mentari kasar.


"Lepaskan aku, tolonggggg!!!" teriak Mentari lagi.


Pria-pria itu sebagian melepas baju yang mereka kenakan.


WREEEKKKKKKKK.....


Mereka merobek baju yang dikenakan Mentari membuat pundak dan perut Mentari terlihat oleh mereka. Mereka semakin tergiur oleh tubuh putih nan mulus Mentari.


Cakep banget nih cewek! pasti bakal puas gue 'main' sama dia, hahahaha! bati. salah satu pria itu.


"Tolong lepaskan aku, aku mohonnn!!" menangis sejadi-jadinya berharap ada belas kasihan dari mereka.


Sebuah tamparan keras mendarat dipipin Mentari hingga meninggalkan cap tangan yang memerah disana.


"Diam kau!!! atau kau mau aku bunuh disini haaaa!" teriak salah satu pria mabuk itu.


Tuhan aku mohon tolong akuuu, hiksss....hikss....hiksss...


Mentari semakin menangis, rambut yang disisir rapi saat dia berangkat dari rumah tadi kini sudah acak-acakan.


Sekilas Mentari mengingat wajah Darel, pria yang sudah menolongnya waktu dia dicopet beberapa hari yang lalu.


Aku harap kamu ada disini menolongku........D....Darel!!!!!


Salah satu pria itu hendak 'menyentuh' Mentari, Mentari hanya bisa menutup matanya karena kaki dan tangannya sudah dikunci oleh mereka membuatnya tidak bisa bergerak.


Darel!!!!! dimana kamu, aku mohon datanglah, huhuhuuuuu...hikssss....hikssss!! batin Mentari.


********


Mobil Darel sudah jauh dari jalan itu. Namun perasaannya bertambah tidak karuan.

__ADS_1


Kenapa aku terus memikirkan gadis bodoh itu sih!!!???


"Putar balik!!" perintah Darel tiba-tiba.


"Apa tuan?" tanya Harri yang ingin memastikan pendengarannya itu.


"Cepat putar balik!!!" bentak Darel.


"I...iya tuan!" jawab Harri menjadi gugup.


Ada apa dengan tuan Darel? dia terlihat sangat gelisah. Apa karena dia meninggalkan nona Mentari dijalanan itu sendiri? batin Adi yang melihat kegelisahan diwajah tuannya.


Siallll!!!! kenapa sih aku ini!!!! batin Darel entah mengapa menjadi sangat gelisah.


Butuh waktu yang lumayan lama untuk sampai ditempat dia meninggalkan Mentari tadi karena mobilnya sudah berjalan sangat jauh.


Apa gadis bodoh itu kenapa-kenapa? kenapa aku terus memikirkannya?


Darel semakin gelisah. Entah mengapa perasaannya ingin segera sampai ditempat Mentari tadi.


"Harri kau bisa lebih cepat sedikit tidak?!! atau perlu kau ku ganti saja dengan Lukas haa!!" bentak Darel tidak sabar.


"I..ini juga sudah cepat tuan!!" bantah Harri.


Darel melontarkan tatapan tajamnya kearah Harri.


"Harri tambah saja kecepatannya!" ucap Adi yang melihat tatapan membunuh Darel.


"Baiklah!" ucap Harri pasrah.


Mobil itu melaju sangat cepat dijalanan. Untung saja jalan saat itu sedang sangat sepi jadi tidak akan masalah mereka mengendarai secepat apa.


Tenanglah Mentari, aku akan segera sampai!!! aku harap kau tidak kenapa-kenapa!!


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hallo kakak-kakak jangan lupa VOTE LIKE DAN KOMEN ya biar aku tambah semangat up ceritanya 😊😉


__ADS_2