
Nurul masih menatap wajah lesu atasannya itu. Ada harapan yang terselip dari rasa sedih yang dialami Wisnu. Pantaskah dia sekarang merasa senang karena orang yang dia sukai sedari awal kini sedang latah hati karena wanita itu adalah istri dari bosnya? bukankah dia menjadi sangat egois saat ini jika dia menginginkan Wisnu melihat dirinya yang tulus mencintai dan bukan yang lain? ah, itu hanya ada dibenak Nurul saja!
Faktanya, Nurul hanya bisa memendam perasaan yang hampri satu tahun belakangan ini muncul dari dalam dirinya. Entah sejak kapan rasa itu muncul namun yang pasti dia sudah sejak lama menaruh hati pada atasannya itu.
Kenapa dunia selalu mempermainkan ku seperti ini? disatu sisi aku bahagia karena cintaku masih memiliki harapan untuk berlabuh, disatu sisi aku juga ikut sedih karena pria yang aku cintai malah mencintai wanita lain! batin Nurul.
"Kalau saja investor sial itu tidak membuat onar, maka aku akan tetap berada disana saat acara pertunangan, dan aku akan tahu lebih awal tentang hal ini, akkhhh siallll!" umpat Wisnu sambil menjambak rambutnya kasar.
Sungguh dia terlihat seperti orang lain saat ini. Lawakan Wisnu yang tenang dan ceria kini digantikan dengan sosok Wisnu yang urakan, rambut acak-acakan, dan wajah yang emmm bisa dibilang kurang enak dipandang
# (canda😂)
*Flashback On*
Sehari sebelum pertunangan Darel dan Mentari, semua undangan sudah dibagikan kepada seluruh karyawan, termasuk Wisnu. Wisnu yang memang kebetulan saat itu sedang sibuk mengatur ulang investor yang "kurang menguntungkan" bagi perusahaan pun belum sempat melihat pasangan Dari penerus perusahaan Sanjaya Group.
__ADS_1
"Nurul, besok aku akan terbang ke Negara Cina, ada beberapa investor yang licik disana. Aku harap kau bisa mewakilkan aku untuk menghadiri pertunangan tuan muda." ucap Wisnu kepada Nurul yang memang ruangan mereka sama namun tempat nya yang sedikit terpisah.
"Emm, apa anda yakin tidak ingin saya saja yang pergi kesana tuan? tuan muda adalah teman anda, dan ini juga pertunangan teman anda jadi saya rasa..." ucap Nurul terpotong.
"Aku justru tidak tenang jika meninggalkanmu disana sendirian menghadapi para investor licik itu! mereka bukan hanya bermain saham namun juga mereka bisa membunuh siapa saja yang menghalangi jalan mereka. Aku khawatir mereka akan menghabisi mu jika kau yang pergi." jelas Wisnu sambil membereskan beberapa dokumen yang hendak dia bawa kenegara Cina.
Nurul tidak bisa mengatakan apa-apa, dia memilih mematuhi perkataan Wisnu, meskipun didalam hatinya dia juga khawatir akan keselamatan Wisnu.
"Baiklah aku pergi dulu, aku akan disana selama satu minggu itupun jika masalah bisa diatasi dengan cepat." ucap Wisnu memberikan senyuman kepada Nurul kemudian meninggalkan ruangannya.
*Flashback Off*
"Tuan!" panggil Nurul dengan lembut.
Wisnu yang awalnya tertunduk lesu meratapi nasib buruknya itu mendongak menatap wajah Nurul.
__ADS_1
"Mungkin ini terdengar gila, tapi jika memang nona Mentari bukan jodoh anda meskipun nona tidak menikah dengan tuan muda tapi dia tetap tidak tidak akan bersama dengan anda bukan?" ucap Nurul.
'Nona' sebutan yang sekarang jatuh dan melekat dalam nama Mentari terlepas dari dia yang telah menikahi atasannya, membuat hati Wisnu semakin diremas-remas dan terasa perih. Oh Tuhan kenapa kau selalu tidak adil pada orang yang tulus mencintai seseorang? bukankah Darel sendiri juga bukan tipe orang yang setia terlepas dari Darel yang suka 'bermain' dengan para wanita? sedangkan Wisnu yang baru merasakan apa itu cinta harus dia kubur lagi dalam-dalam perasaan itu.
"Hem, kau benar mungkin dia memang bukan jodohku, tapi perasaan ini sudah terlalu dalam dan aku tidak mudah melupakan cinta pertamaku!" ucap Wisnu lesu.
"Kau harus terus semangat tuan, aku yakin kau bisa menghilangkan perasaan itu, bukankah kau juga salah satu orang yang pantang menyerah? apa kau tidak ingat disaat yang lain menyerah untuk mengajariku diawal aku bergabung ke perusahaan, namun kau? kau tidak pernah menyerah kepadaku. Kau terus membimbing ku hingga aku bisa sampai dilevel sekarang ini, menjadi asisten mu!" ucap Nurul memberi semangat.
Wisnu sedikit lega mendengar ucapan Nurul tadi. Entah bagaimana namun itu membantu mengembalikan semangat hidupnya yang sempat menghilang.
"Kau benar, aku Wisnu tidak pernah menyerah dalam keadaan apapun dan aku juga akan melakukan itu sekarang!" ucap Wisnu kembali bersemangat.
Nurul ikut tersenyum saat Wisnu melontarkan senyuman kearahnya.
"Terimakasih Nurul!" ucap Wisnu yang membuat rona merah dipipi Nurul.
__ADS_1
Andai perasaan ini juga bisa berlabuh pada hati yang tepat tuan! namun apalah daya, status sosial yang aku yakin tidak akan memungkinkan aku untuk memilikimu! batin Nurul.