Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 268


__ADS_3

Aku duduk dengan tangan gemetaran. Tatapan mata pak Darel dan yang lain seolah mengintimidasi diriku. Surtiii!!! awas saja kalau sampai aku dipermalukan akibat ulahmu!!! batinku.


"Ini!" pak Darel menyodorkan selembaran kertas padaku.


"Silahkan dibaca!" ucapnya lagi.


Dengan tangan gemetaran aku ambil kertas itu lalu ku baca satu persatu kalimat yang tertulis disurat itu. Mataku melotot, astaga!! apa ini benar??


"P... pak, i...ini?" tanyaku terbata saking syoknya.


"Ya! itu surat pemberitahuan mu untuk bekerja kembali!" ucap pak Darel menatapku dengan wajah datar.


Semula aku lega sekaligus senang mendengarnya. Bekerja diperusahaan ini adalah impian semua orang termasuk aku. Pasalnya hanya bekerja sebagai satpam saja gajiku hampir enam juta sebulan. Belum lagi jika ada event-event tertentu atau hari-hari besar, seperti idul Fitri, idul Adha, Imlek, dan lain-lain. Biasanya dihari-hari itu akan dikasih uang tambahan. Misal kalau idul Fitri biasanya berupa uang tunai dan parsel yang sangat banyak. Kalau hari Imlek biasanya dikasih ampau yang jumlahnya tidak main-main besarnya.


"Tapi..."


Senyumku meremang.


"Gajimu akan aku turunkan menjadi empat juta dalam satu bulan. Salah satu syarat kau bekerja disini adalah istrimu itu tidak boleh menemui istriku kecuali jika ada acara keluarga. Jika aku mendapat laporan istrimu dengan sengaja menemui istriku dan merusak mood dan mentalnya tidak akan segan-segan aku membuatmu sengsara!!" ucap pak Darel tajam.


"Adi!!" pak Darel menatap pak Adi, salah satu orang kepercayaannya.


Kulihat pak Adi memberikan sebuah gulungan kertas entah apa isinya itu.


"Peraturan apa yang boleh dan tidak boleh kau lakukan selama kembali ke perusahaan lagi ada disini!!" ucapnya memberikan gulungan itu padaku dengan cara melemparkannya.


Untung aku sigap menangkap gulungan kertas itu lalu membukanya. Astaghfirullah hal'adzim!!! begitu aku membuka gulungan yang terlihat sedikit itu, keluarlah rentetan peraturan dari nomer satu sampai nomer seratus. Ini peraturan apa peraturan, panjang sekali!! gumamku.


"Baca dan hafalkan! jangan sampai kau melakukan salah satu dari yang tertulis disana, karena aku tidak akan mentolerir kesalahan itu lagi! jangan lupa! kau bisa kembali kesini karena istriku yang memintaku! aku hanya tidak ingin dia memikirkan orang munafik seperti kalian yang hanya bisa merepotkan dirinya!!" ucapnya tajam.


Entah mengapa aku tersinggung dengan ucapan pak Darel. Ya, dia memang tidak salah mengatakan hal ini karena memang aku dan Surti sudah banyak merepotkan Mentari. Ah, aku jadi merasa bersalah pada anak itu.


"Sudah!! sekarang kau boleh pergi! mulai besok kau bisa bekerja kembali di cabang 5!" ucap pak Darel.

__ADS_1


Aku memberi hormat kepadanya lalu meninggalkan ruangan mewah itu. Cabang 5 adalah cabang kantor yang tidak terlalu luas. Tugas cabang itu hanya memperoduksi satu barang saja, yaitu minuman teh kemasan. Perusahaan pak Darel meliputi semua barang, mulai dari snack, minuman kaleng, makanan kaleng, minuman botol, susu ibu hamil & menyusui, susu anak dari umur 0-14 tahun, dan lain-lain. Tidak perlu dihitung berapa banyak keuntungan yang dia dapatkan karena hanya akan membuat kepala sakit saking banyaknya.


Aku berdiri di pinggir jalan, menunggu angkutan umum yang lewat. Tidak menunggu lama angkutan berwarna biru melaju kearahku. Segera kulambaikan tanganku isyarat ingin menaikinya.


********


# Author POV #


Dikantor Darel.


"Tuan, apa benar kita mempekerjakan dia lagi? apa tuan tidak ingat yang Lukas katakan pagi tadi?" tanya Adi.


Pagi tadi sebelum yang lain bangun, Darel mengumpulkan Adi, Harri, Lukas, dan mbok Tini di ruang kerjanya. Bukan tanpa sebab dia melakukannya. Hal itu karena ingin tahu apa saja yang dilakukan Surti selama dia dirumahnya.


Lukas mengatakan bahwa wanita itu bertindak tidak sopan kepada seisi rumah termasuk Mentari. Hal itu juga dibenarkan oleh mbok Tini.


"Aku tidak bisa berbuat banyak! hanya Mentari saat ini yang aku pikirkan! jika dia tidak dimasukkan kedalam perusahaan lagi, bisa jadi wanita itu akan terus mengincar Mentari dan terus mengganggunya!! kalian awasi saja wanita itu! suruh beberapa anak buah kalian menyamar untuk memata-matai Surti!! aku yakin dia tidak akan berhenti sampai disini!" ucap Darel.


"Jika sekali saja dia melakukan hal buruk lagi pada Mentari, akan aku habisi mereka semua!!!" ucap Darel memukulkan tangannya diatas meja membuat meja itu terlihat sedikit retak.


"Kenapa anda tidak langsung membungkam mulut mereka dengan uang, tuan?" tanya Harri tiba-tiba.


"Bisa saja aku melakukan itu! tapi tidak menutup kemungkinan wanita akan menemui ku untuk kembali meminta uang dengan alasan keamanan Mentari! dia wanita yang licik!!" ucap Darel menjelaskan sesuai yang dia baca dari karakter Surti.


"Ohhh, benar juga yaa!!!" ucap Harri menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Darel.


Cukup lama hening tercipta diantara mereka. Wisnu meminta ijin untuk pergi dari ruangan Darel karena masih banyak pekerjaan. Darel pun mengambil ponselnya didalam saku celananya lalu menekan sebuah nomor kemudian meneleponnya.


"Hallo, Lukas! apa wanita itu kembali lagi?" tanya Darel yang ternyata menelepon Lukas.


"Iya, tuan! dia kesini lagi tadi sekitar pukul delapan! dia bilang ingin berterimakasih kepada nona! tapi untung saja nona tidak ada jadi mereka tidak bertemu atau jika tidak nona akan membawanya masuk lalu menghabiskan semua makanan dirumah!" jelas Lukas.


Benar sekali dugaan Darel. Surti akan terus mengganggu Mentari. Kali ini dia memaafkannya karena tidak sampai mengganggu Mentari. Tapi kemana istrinya pagi-pagi sudah pergi? batin Darel.

__ADS_1


"Hallo tuan!! tuann!!! apa anda masih disana?" tanya Lukas.


"Ah, iya! apa Mentari mengatakan sesuatu sebelum dia pergi? maksudku kemana dia pergi?" tanya Darel khawatir sekaligus penasaran.


Pasalnya, Darel sudah meminta Lukas untuk menjaga dan mengawasi istrinya termasuk mengantarkan kemana saja istrinya akan pergi.


"Dia pergi bersama nona Daniar dan orang tuanya tadi tuan! mereka bilang mau kerumah nenek nona Daniar! ada tuan Zanu juga yang akan menjaga mereka!" ucap Lukas di telepon.


"Apa pria itu juga ikut?" tanya Darel.


"Tuan Galih? sepetinya tidak! aku tidak melihatnya tadi saat membukakan pintu untuk nona!" jawab Lukas seolah tahu siapa yang dimaksud Darel.


"Baiklah! lanjutkan pekerjaanmu!" ucap Darel memutuskan panggilan telepon.


Dia kembali menekan sebuah nomor. Tutt....tutt...


Suara sambungan telepon.


"Hallo, sayang! ada apa?" tanya Mentari.


"Kamu dimana? kata Lukas kamu sedang pergi?" tanya Darel tidak sabaran.


"Iya! aku kerumah nenek Daniar! dia bilang kangen sama kami, jadi kamj memutuskan untuk berkunjung kesana." jawab Mentari.


"Aku kan juga sudah mengirim pesan padamu, apa tidak kau baca?" tanya Mentari yang terdengar kesal sekarang.


Darel cepat-cepat melihat aplikasi hijaunya, dan benar saja Mentari mengiriminya beberapa pesan termasuk saat dia berpamitan ingin kerumah nenek Daniar yang ada di Jakarta Selatan.


"Ah baiklah!! maaf yaa, aku belum sempat membaca pesanmu tadi jadi aku tidak tahu!! jangan pulang malam-malam yaa!" ucap Darel.


"Baiklah suamiku!!" ucap Mentari terdengar lembut sedikit menggoda Darel.


"Awas saja nanti malam yaaa!!" ucap Darel.

__ADS_1


"Nanti malam apanya?! jangan macam-macam yaa, putriku pulang nanti pasti letih jadi jangan mengambil jatahmu duluu!!!!" ucap papa Daniar yang terdengar ketus.


Alamakkkk!!!! maluuu lahhh ketahuan mertua!!!!


__ADS_2