Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 274


__ADS_3

Pranggg....


Bagas memukul cermin di sebelahnya. Cermin itu pecah hingga berkeping-keping bercampur dengan tetesan darah segar yang keluar dari tangan Bagas.


"Baiklah! ku lepaskan kau jika dia bahagia mu! kini, kita kembali seperti orang asing!" ucap Bagas lirih lalu berjalan keluar kamar.


"Satu hal lagi! aku ingin memberi kejutan dengan melamarmu di acara Tomi tadi, tapi ternyata aku yang terkejut dengan hal ini, heh!" ucap Bagas diambang pintu.


Bagas meninggalkan kamar itu dengan perasaan kalut. Marah dan kecewa dia rasakan. Tidak menyangka kekasihnya akan berbuat hal semenyakitkan ini terhadapnya.


Semua sahabat Bagas keluar dari kamar, kecuali Rohan. Rohan tahu siapa Angel, dan paham benar bagaimana watak Bagas sahabatnya.


"Angel!" panggil Rohan lirih.


Angel yang masih berdiri di tempatnya menatap dengan tatapan sendu ke arah Rohan.


"Apa kau benar berselingkuh dari Bagas?" tanya Rohan.


"Ya!" jawab Angel lirih.


Jiwa polisi Rohan akan sangat peka jika ada seseorang yang mengatakan kebohongan. Hal itu dia lihat juga dari raut wajah Angel. Dari yang Rohan tangkap, Angel juga tidak rela melepaskan Bagas. Namun apa yang terjadi, semua ini hanya Angel dan pria itu yang tahu. Sedangkan pria asing ini, menatap prihatin ke arah Angel. Angel masih diam, namun Rohan yakin dia tengah menahan air matanya agar tidak jatuh sedari tadi.


"Saranku, jika kau tidak rela meninggalkan Bagas, kau harus mengatakan alasanmu berbuat seperti ini! aku yakin kau juga terluka akibat hal ini, bukan hanya Bagas saja. Jadi, pikirkan hatimu dan hatinya juga. Jangan mengambil keputusan yang akan kau sesali nanti. Kau harus bertanya apa yang Bagas inginkan dan tidak." ucap Rohan lalu pergi meninggalkan Angel dan pria itu.


Sepeninggal Rohan, Angel jatuh terduduk di lantai. Dia menangis sejadi-jadinya. Pria itu mendekati Angel dan mengusap lembut punggung nya.


"Apa kau tidak mau jujur saja dengan apa yang kau alami?" tanya pria itu hati-hati.


"Tidak! begini lebih bagus! biarkan dia membenciku! ini akan lebih baik untuk kami berdua." ucap Angel mengusap kasar air matanya.


"Jadi ini alasanmu memintaku untuk bertemu disini?" tanya pria itu.


"Maaf! aku tahu kalau dia meminta seseorang untuk mengikutiku, maka dari itu aku mengganti tempat pertemuan kita." jawab Angel lirih.


# Flashback beberapa jam yang lalu #


Dertt....


Ponsel Angel berdering. Terlihat nama Vian meneleponnya.


"Hallo? baiklah, aku akan segera ke sana sekarang!" ucap Angel mengangkat panggilan dari Vian.


Angel berjalan mendekati Bagas yang tengah berbincang dengan sahabatnya yang lain.


"Sayang, aku pulang dulu yaa ada urusan!" ucap Angel berbisik di samping telinga Bagas.

__ADS_1


"Kamu mau kemana?" tanya Bagas.


Ada sedikit curiga dihati Bagas.


"Aku...aku mau kerumah paman!" jawab Angel berbohong.


"Oh, mau aku antar?" tanya Bagas.


"Tidak usah! sudah ada yang jemput kok!" jawab Angel.


"Baiklah! hati-hati yaa!" ucap Bagas.


"Iyaa!"


Angel pun meninggalkan acara Tomi. Didepan gedung, terlihat sebuah mobil berwarna hitam tengah menunggunya. Angel memasuki mobil itu dan kemudian meninggalkan tempat acara Tomi.


Saat keluar dari gedung, Angel melirik ke arah spion diatasnya, ada sebuah mobil berwarna putih dengan kaca hitam tepat di belakangnya.


"Kak, coba kita berputar-putar dulu yaa!" ucap Angel.


Bukan tanpa sebab angel meminta itu, dia hanya ingin menghilangkan kecurigaannya terhadap mobil putih dibelakangnya itu.


"Kemana?" tanya Vian.


"Terserah!" jawab Angel singkat.


Itu pasti mobil suruhan Bagas untuk membuntuti ku! batin Angel.


"Kak kita ke hotel ini saja!" ucap Angel memperlihatkan sebuah alamat hotel.


"Ini hotel yang sangat biasa loh? nggak yang bagus aja?" tanya Vian bingung.


"Nggak usah! yang ini aja! kita ketemuan dengan dia disini!" ucap Angel.


Vian tidak banyak bertanya lagi, dia pun mengikuti GPS untuk ke hotel itu.


# Flashback off #


"Kamu nggak jujur aja, Angel? kakak nggak mau kamu sakit! lagi pula dia kaya, pasti bisa membantu kita!" saran Vian.


"Enggak kak! berjanjilah padaku untuk tidak memberitahu dia! apapun yang terjadi padaku, dia berhak untuk bahagia! mungkin bukan takdir kami untuk bersatu!" ucap Angel kembali menangis.


"Aku melihat binar cinta di matanya! bahkan saat dia terluka dan kecewa pun aku masih bisa melihat cinta itu dimatanya! dia sangat mencintaimu, Angel! jangan turuti keinginan konyol ini! kau juga berhak bahagia! dan Bagas adalah bahagia mu!!" ucap Vian.


"Kak, hentikan!! aku mohon!!! Bagas akan bahagia jika jauh dariku! ini yang terbaik untuk kami!" ucap Angel.

__ADS_1


"Kau egois Angel!! kau hanya memikirkan perasaan Bagas dari sudut pandangmu! bukan dari apa yang Bagas inginkan! dan yang Bagas ingin hanyalah kamu!! bukan yang lain!! apa kau pikir Bagas akan bahagia jika kau menjauhinya? sadar, Angel!! buka matamu!! Bagas adalah cintamu begitupun dengan Bagas, kau adalah cintanya! jangan lakukan kesalahan ini adikku!!" ucap Vian memegang pundak Angel.


"Biarlah begini kak! lebih baik kita fokus pada urusan kita!!" ucap Angel menatap nanar ke arah lain.


********


Esok harinya, Angel datang ke rumah sakit. Dia berniat untuk mengundurkan diri dari rumah sakit ini.


Tok...tok....tok...


"Masuk!" ucap Bagas dari dalam ruangannya.


Angel masuk ke dalam ruangan Bagas. Dia tidak berani menatap mata Bagas. Begitu melihat Angel yang masuk ke ruangannya, Bagas kembali merasa sesak. Sakit hatinya kembali menganga namun dia juga cinta. Masih sangat mencintai Angel.


"Maaf, saya kesini hanya ingin memberikan surat pengunduran diriku!" ucap Angel menyodorkan selembaran amplop berisi surat pengunduran dirinya.


"Cih! setelah berselingkuh, apa kau malu saat bertemu denganku?" cibir Bagas.


Angel tidak bergeming sedikitpun mendengar ucapan Bagas. Satu hal yang pasti, dia sangat sakit saat Bagas menatapnya dengan tatapan benci meskipun dia yang menyebabkan hal itu.


"Maaf! urusan saya sudah selesai! saya permisi dulu!" ucap Angel.


Saat Angel hendak keluar dari ruangan, Bagas langsung menggapai tangannya dan memojokkannya ke tembok. Pintu yang sudah terbuka tadi kembali ditutup oleh Bagas.


"Bagas lepaskan akuu!!! apa yang kau mauu!!" berontak Angel.


Bagas tidak bergeser sedikit pun. Justru dia semakin memangkas jarak diantara keduanya hingga Angel bisa merasakan deru nafas Bagas.


"Bagas, apa yang mau kau lakukan??!! lepaskan akuu!!" Angel masih berontak.


Tidak bisa!! dia tidak bisa begini!! bisa-bisanya Angel akan kembali luluh karena cintanya pada Bagas yang memang sangat besar.


Cup...


Tanpa aba-aba Bagas mengecup bibir Angel membuat mata Angel membulat saking terkejutnya. Bagas terus menempelkan bibirnya ke bibir Angel. Semula hanya kecupan tanpa pergerakan, lama-kelamaan berubah menjadi luma*** lembut. Entah siapa yang mulai lebih dulu. Bagas merasakan bibir manis nan lembut milik Angel semakin memabukkan dirinya.


Mereka berciu*** dengan sangat panas. Hingga akhirnya Angel merasa kehabisan oksigen. Angel mendorong tubuh Bagas sekuat tenaga hingga akhirnya tubuh Bagas berhasil dia dorong menjauh.


"Huaahhhh!! huhhhh!!!" Angel menghirup nafas sebanyak-banyaknya lalu mengeluarkannya.


Angel menatap Bagas yang juga menatapnya. Entah apa yang ada dipikiran Bagas hingga dia berani merebut ciu*** pertamanya ini. Angel menatap Bagas dengan tatapan kecewa lalu keluar ruangan Bagas dengan derai air mata.


"Akhhh!!! siall!!! bodoh banget sih kamu, Gas!!!" umpat Bagas pada dirinya sendiri.


Angel berlari di koridor rumah sakit dengan air mata yang mengalir di pipinya. Angel menangis bukan karena Bagas merebut ciuman pertamanya, melainkan sakit hatinya karena Bagas memperlakukannya seolah dia wanita murahan yang dengan leluasa dia bisa berbuat apapun pada diri Angel.

__ADS_1


"Kau jahat, Bagas!!! kau jahat!!! tapi aku mencintaimu!!" batin Angel.


__ADS_2