Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 7


__ADS_3

Hyuna sampai dirumah tepat saat Shaki berjalan menuju pintu.


"Kak, mau kemana?" tanya Hyuna.


"Biasa!" jawab Shaki.


Hyuna memperhatikan style pakaian Shaki saat itu. Celana jeans hitam, kaos hitam dengan jaket kulit berwarna hitam. Hmm, Hyuna tau kakaknya ini mau kemana.


"Kak, Hyuna ikut dong!" pinta Hyuna.


"Lain kali aja! udah ditungguin tuh sama kak Iwang! dah ya, kakak pergi dulu, udah terlambat!" ucap Shaki bergegas pergi.


Hyuna hanya bisa memanyunkan bibirnya kecewa sambil melihat tubuh Shaki yang telah keluar rumah. Dengan terpaksa, Hyuna pun berjalan menuju kamar Iwang, dimana Shaki mengatakan bahwa dia telah ditunggu oleh kakak pertamanya itu.


Tok...tok... tok....


"Masuk!" jawab Iwang dari dalam kamarnya.


Hyuna pun membuka pintu kamar Iwang dan betapa terkejutnya Hyuna karena melihat kamar Iwang begitu berantakan.


"Kakakk....." panggil Hyuna sembari melihat sekeliling.


"Eh, kamu! baru pulang?" tanya Iwang namun hanya dijawab anggukan kepala oleh Hyuna.


"Kakak cari apa sih? tumben kamarnya kayak kapal pecah begini? kalau kak Ivan sih aku nggak kaget!" ucap Hyuna.


"Kamu jangan bilang siapa-siapa yaa?" ucap Iwang.


"Amannn!!!" ucap Hyuna.


"Kakak mau kencan!" ucap Iwang setengah berbisik.


"HAH?!! SERIUSSS?!!" teriak Hyuna.


"Ssstttt!!! jangan teriak juga dongg!!" ucap Iwang.


"Eh, maaf-maaf! serius kakak mau kencan? sama siapa?" tanya Hyuna penasaran.


"Sama kak Bela!" jawab Iwang.


"Kak Bela yang..." mengingat-ingat.


"Iya, yang itu!" jawab Iwang cepat.


"Udah ya kakak buru-buru nih! ceritanya kapan-kapan aja!" ucap Iwang mendorong tubuh Hyuna agar keluar kamarnya.


"Eh tapi kak Hyuna kan masih banyak yang mau ditanyain!!!" ucap Hyuna saat punggungnya didorong oleh Iwang.


"Iya nanti aja! byeee!!" ucap Iwang menutup pintu kamarnya meninggalkan Hyuna yang masih berdiri di sana.

__ADS_1


Drt.....drttt....


"Hallo?! kapan? oke aku kesana!" ucap Hyuna.


Hyuna bergegas menuju kamarnya berganti pakaian lalu pergi lagi dengan mengendarai motor sport kesayangannya.


********


Di sebuah jalanan kosong, ada banyak anak muda yang berada disana. Tempat itu adalah tempat favorit untuk mereka. Biasanya mereka akan berkumpul disana di waktu tertentu untuk mengadakan lomba balap motor.


Raisa juga terlihat berada disana, mengenakan masker berwarna hitam dan jaket kulit miliknya. Bedanya, sekarang dia tengah duduk di sebuah motor sport miliknya.


"Dimana dia?" tanya seorang wanita kepada Raisa.


"Tunggu aja dulu!! paling bentar lagi juga sampai!" jawab Raisa.


Terlihat beberapa orang wanita mendekati ke arah Raisa dan teman-temannya.


"Itu geng The Blues, kan? ngapain mereka kesini?" celetuk salah seorang teman Raisa.


"Dimana teman lo yang katanya ratu balap itu? kok nggak kelihatan?" tanya ketua dari geng The Blues, Alexa.


"Kenapa?! lo takut yaa kalau dia beneran datang?!" tanya Raisa.


Disini Raisa dikenal dengan nama Yunira. Nama itu diambil dari nama tengahnya, Raisa Yuniaria Blows.


"Gue?? takut? jangan harap!!" ucap Alexa.


"Oke, deal!! tunggu aja, bentar lagi juga datang kok!" ucap Raisa.


"Kita lihat aja!" ucap Alexa lalu pergi bersama teman-temannya menuju motor mereka.


Brumm....brum...brummm....


Sebuah motor melaju dengan kecepatan tinggi lalu berhenti secara mendadak membuat ban bagian belakangnya melayang ke udara. Penampilan itu membuat semua orang takjub dan menatap ke arah motor itu.


"Nah, itu dia!" ucap Raisa.


Pemilik motor tadi turun dari motornya masih mengenakan helm yang tidak pernah dia lepas saat ada di arena. Wajahnya pun menjadi misteri karena belum pernah ada yang melihat bagaimana rupa wanita yang di juluki ratu balap itu.


Wanita itu berjalan menuju ke tempat Raisa.


"Ada tantangan buat lo, dari dia! taruhannya sepuluh juta, gimana?!" tanya Raisa.


Tanpa menjawab, ratu balap itu berjalan lagi menuju motornya, menyalakan mesin motornya lalu menuju garis start. Alexa yang melihat itu pun langsung mengenakan sarung tangan dan helm miliknya lalu menyusul menuju ke garis start. Seorang pria bernama Jakis yang saat itu tengah menikmati minumannya langsung mengambil bendera untuk memulai lomba itu.


"Kalian bersediaa!!!!" teriak Jakis tepat di tengah-tengah Alexa dan ratu balap namun masih berjarak beberapa meter saja.


"Satu....duaa.......tiigaaaa!!!" teriak Jakis memulai lomba dengan mengibarkan bendera yang dibawanya.

__ADS_1


Alexa dan ratu balap itu memacu motornya dengan kecepatan tinggi. Mereka sama-sama lihai dalam arena kali ini. Ratu balap memimpin dengan jarak yang tidak terlalu jauh, namun Alexa berhasil menyalipnya. Adegan salip menyalip pun terjadi hingga pada akhirnya ratu balap kembali menyalip Alexa dan memenangkan pertandingan kali ini.


Sebagai pertunjukan akhir, ratu balap itu berputar-putar sebelum mengehentikan motornya. Semua orang pun bersorak dengan kemenangan ratu balap yang tiada tanding itu. Alexa dan geng nya menatap marah karena telah gagal dalam lomba ini. Raisa mendekati Alexa untuk menagih uang taruhan yang telah dimenangkan ratu balap.


"Jadi, mana uang taruhanmu?" tanya Raisa menagih uang taruhan.


"Gis, kasih dia sepuluh juta!" ucap Alexa.


Wanita bernama Agis itu pun memberi uang kas sebesar sepuluh juta kepada Raisa.


"Thanks ya, senang berbisnis dengan anda!" ucap Raisa lalu berjalan pergi.


********


Pagi hari kembali menyapa. Hyuna kembali menuju ke dapur. Sekali lagi, dia membuatkan bekal untuk Alvaro. Hyuna yakin kalau suatu saat Alvaro akan menerimanya dan melihatnya sebagai bintang yang paling gemerlap. Hyuna lupa kalau ada ribuan bahkan jutaan bintang di angkasa.


Hari ini Hyuna memasak sandwich. Dengan hati gembira, Hyuna memasukkan empat potong sandwich itu kedalam kotak bekal. Harapannya semoga kali ini Alvaro mau mencicipi masakannya.


Begitu sampai didepan kelas Alvaro, Hyuna menunggu didepan sana. Satu persatu siswa mulai berdatangan termasuk Amanda dan geng nya.


"Duhh, liat deh si cewek nggak punya malu! masih aja ya punya muka ngejar-ngejar Varo!! mana bawa bekal segala lagi, emangnya Varo mau makan makanan dari lo?!" ejek Amanda.


"Dikiranya Varo mau kali ya makan masakan dari dia, hahahaaa!!" timpal Vanesa.


"Nggak kapok apa makanannya dibuang sama Varo?! mau makanannya dibuang lagi, iyaa?!" timpal Sabrina.


"Lo tuh baiknya ngaca sana, Varo nggak bakal liat cewek model kayak lo!! mendingan lo pergi jauh-jauh deh dari diaa!" ucap Oliv.


"Aku nggak ada urusannya ya sama kalian! kenapa kalian sibuk banget sih ngurusin urusan aku?! ohh atau jangan-jangan kalian ngefans ya sama aku, iyaa?!" jawab Hyuna.


"Apa lo bilang?n ngefans?! siapa lo sampai kita harus ngefans sama lo?! nggak banget deh, iyuhhh!!!" jawab Amanda.


"Kalau gitu kenapa masih ngurusin hidup aku, mau aku ngejar-ngejar kak Varo terus itu bukan urusan kalian, mau aku ngejar yang lain juga itu bukan urusan kalian!!" jawab Hyuna.


"Berani ya lo jawab gue?!" kesal Amanda.


"Kenapa?! ada alasannya gue harus takut sama kamu?!" tantang Hyuna.


"Ada apa ini?" tanya Alvaro yang baru datang.


Hyuna yang melihat kedatangan Alvaro pun menatap pria itu dengan senyum semanis mungkin.


"Dia tuh Varo, aku cuma ngingetin dia aja kalau kamu nggak bakal mau makan makanan dari dia, ehh dia malah ngotot!" ucap Amanda.


"Bisa tingalin kita berdua nggak?" ucap Alvaro.


"Tapi Va...." terhenti.


"Gue mau bicara berdua sama dia!" ucap Alvaro.

__ADS_1


Amanda menatap kesal ke arah Hyuna dan Alvaro secara bergantian. Sedangkan Hyuna menampilkan wajah penuh kemenangan saat Amanda menatapnya seolah dia telah berhasil meluluhkan Alvaro.


__ADS_2