Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 129


__ADS_3

Darel meminta Harri mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia ingin meminta maaf kepada Mentari dan mengakui bahwa dia bersalah karena sudah membohongi Mentari.


"Kau tidak bisa lebih cepat sedikit apa!!!" bentak Darel.


Hanya makian itu saja yang sedari awal perjalanan dari rumah sakit Darel ucapkan. Darel tidak ingin kehilangan Mentari. Dia sudah benar-benar mencintai Mentari sekarang dan karena kebodohannya yang menyembunyikan sisi gelapnya, Darel terancam bisa kehilangan Mentari.


Baru sampai didepan rumah, Darel langsung berlarian memasuki rumah.


"Mentariiii!!!! Mentariii!!!!" panggil Darel.


Orang yang dipanggil namanya tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya membuat Darel semakin frustasi. Darel berlari lagi menuju kamarnya. Dia ketuk pintu kamar dan terus memanggil nama Mentari namun nihil, Mentari tetap tidak mau muncul.


"Tuan!" ucap seorang pembantu rumah tangga.


"Dimana kunci cadangannya, apa Mentari tidak keluar kamar dari tadi?" Darel mulai panik.


"Emm, duhh bagaimana ya saya bilangnya?? nona...."


"Bicara yang benar!!!" bentak Darel.


"Nona Mentari pergi dengan membawa koper tuan!" ucap pembantu itu refleks karena teriakan Darel.


"Apa???!!!! bagaimana bisa??? panggil semua pengawal kesini, CEPATTT!!!" teriak Darel.


Darel mengacak-acak rambutnya kesal. Tidak butuh waktu lama seluruh pengawal yang jumlahnya puluhan itu segera berdiri dihadapan Darel.


"Kalian itu kerjanya apa sih!! jagain nona Mentari aja nggak becusss!!! kenapa nggak kalian cegah dia pergi tadi haaa!!!"


Darel melampiaskan kekesalannya kepada anak buahnya. Omelan, makian, dan kata-kata kasar terus keluar dari mulut Darel. Dia benar-benar tidak menyangka kalau Mentari bisa meninggalkan dirinya.


# Flashback On #


Mentari terus-menerus menitihkan air matanya. Baru saja dia mulai membuka hatinya untuk Darel berharap pernikahan mereka bisa langgeng, namun justru kenyataan pahit yang Mentari dapatkan.


Mentari berdiri dari duduknya dan mengusap kasar sisa air mata yang jatuh di pipinya.


"Tidak Mentari kau tidak boleh menangis lagi untuknya!!! kau harus kuat, dia tidak pantas kau cintai!!!" ucap Mentari berusaha tegar.


Hatinya sudah cukup hancur melihat semua hal ini hingga Mentari memutuskan untuk meninggalkan rumah ini dan semua yang berhubungan dengan keluarga Sanjaya. Mentari mulai mengemasi pakaiannya, semua perhiasannya juga ikut dia masukkan kedalam koper berharap perhiasan-perhiasan itu bisa mencukupi kebutuhannya kelak.


Setelah semuanya selesai sudah masuk ke kopernya, Mentari membuka pintu dan bersiap pergi.


"Lho, nona? nona mau kemana? kok bawa-bawa koper segala?" tanya seorang pembantu.


"Aku mau pergi dari sini!" ucap Mentari terus melangkah pergi.


"Tidak boleh nona, nona kan mengerti sifat tuan Darel bagaimana, kalau tuan Darel tahu dia bisa marah sama nona. Jangan pergi nona!!" bujuk pembantu itu.


"Kamu jangan halangi aku ya, keputusanku sudah bulat!!" ucap Mentari.

__ADS_1


Pembantu itu tidak hilang akal, dia menarik koper milik Mentari berusaha mencegahnya agar tidak keluar rumah.


"Bibi, lepaskan!!!!" Mentari mencoba menarik kembali kopernya.


"Tidak nona, anda tidak boleh pergi!!! kalau tuan tahu, tuan bisa marah sama nona!!"


"Kamu yang memaksaku berbuat kasar ya, maafkan aku!" ucap Mentari.


Mentari melepaskan pegangan koper dan membuat pembantu itu tersungkur ke lantai. Dengan cepat Mentari membawa kopernya dan melarikan diri dari sana. Melihat Mentari lolos, pembantu itu pun meminta bantuan kepada para penjaga agar mencegah Mentari keluar.


Untungnya Mentari memiliki tubuh yang mungil sehingga dengan mudah dia menghindari penjaga yang hendak menangkapnya.Secepat kilat Mentari memasuki taxi dan meninggalkan rumah Darel.


"Habislah kita, kalau tuan Darel tahu kita bisa dipenggal sama tuan!" ucap salah seorang penjaga pasrah.


"Nona gesit sekali yaa! padahal dia tadi berlari sambil menggendong kopernya loh!! aku saja capeknya minta ampun kok!" timpal penjaga yang lain.


# Flashback Off #


Darel memerintahkan seluruh anak buahnya mencari mobil taxi yang membawa Mentari tadi. Mereka pun melihat rekaman CCTV dimana menampilkan nomer plat mobil taxi itu.


Dengan cepat Adi bisa mengetahui lokasi terkini dari mobil yang membawa Mentari. Darel, Adi, dan Harri pun bergegas menuju lokasi yang ditunjukkan GPS tadi.


Aku akan membawamu kembali padaku bagaimana pun caranya!! tidak akan aku biarkan kau lepas dan menjauh dariku Mentari!!!


********


Dikediaman keluarga Sanjaya.


"Apa, Mentari melarikan diri? bagaimana bisa pa?" tanya nyonya Ardi cemas.


Tuan Ardi menerima panggilan dari Darel dan meminta bantuan Merish untuk membantu meretas CCTV di seluruh bandara untuk mencari Mentari.


"Kau benar-benar keterlaluan Darel!! jika kau tidak bisa membawa pulang menantuku jangan harap kau bisa memanggilku papa lagi!!!" ucap tuan Ardi mematikan sambungan telepon.


Tuan Ardi segera menekan sebuah nomor, dimana nomor itu milik Merish.


"Hallo, Merish! cek semua CCTV yang ada di bandara dan semua kota cari Mentari sampai dapat bagaimanapun caranya?"


"Nona Mentari menghilang? ada apa tuan?" tanya Merish kebingungan.


Melihat sosok Mentari tidak mungkin jika dia bisa melarikan diri hanya karena masalah sepele. Merish berpikir pasti ada yang tidak beres dan pasti ada hubungannya dengan Darel.


"Kita bertemu setelah ini, nanti aku ceritakan!!" menutup telepon dengan marah.


"Pah, ada apa sama Mentari, Mentari kenapa?" tanya nyonya Ardi cemas.


"Mentari melarikan diri, ma!"


Tuan Ardi mulai menjelaskan semuanya kepada sang istri seperti yang Darel ceritakan padanya barusan. Mendengar hal itu, nyonya Ardi semakin syok bahkan hampir tidak percaya.

__ADS_1


"Ya ampun pa, bawa Mentari kembali secepatnya!! mama takut dia kenapa-kenapa!!" ucap nyonya Ardi mulai meneteskan air mata kekhawatiran.


"Mama tenang saja, biar papa yang urus ini!" ucap tuan Ardi bergegas pergi.


Diluar rumah, Joni sudah menunggu tuan Ardi. Mereka berdua bergegas menuju tempat yang sudah diberikan Darel tadi, sebuah toko perhiasan.


Setelah menghabiskan waktu yang cukup lama, tuan Ardi pun sampai ditempat tujuan dan melihat Darel dan Harri juga sudah berada disana. Tanpa banyak bicara tuan Ardi langsung mendekati Darel dengan wajah penuh kecewa dan amarah. Dengan brutal tuan Ardi memukuli Darel hingga membuatnya babak belur.


"Berani-beraninya kau menyakiti menantuku!!!"


Plakkk....plak....bukkk ...bukk.....


Tamparan, pukulan, dan tendangan diterima Darel dari papanya sendiri.


"Tuan, sudah tuan! dengarkan dulu penjelasan tuan muda!" ucap Merish yang baru saja datang dan melihat pertengkaran ini.


Pak Joni dan Merish berusaha melerai pertengkaran diantara ayah dan anak ini.


"Lihat itu, anak yang selalu kau banggakan, lihat!!! lihat dia!!! cuuiiihhhhh, aku tidak sudi mengakuinya sebagai anakku!!!" ucap tuan Ardi meludah ke sampingnya.


"Tuan muda, apa yang sebenarnya terjadi? Nona muda itu orang yang sangat kuat, tidak mungkin dia akan kabur seperti ini kalau bukan karena masalah yang besar!!!" tanya Merish.


"Aku.....aku... Mentari mengetahui bahwa aku tidur dengan wanita bayaran, dia...tidak terima dan akhirnya kabur!! aku mohon bantu aku temukan Mentari, aku akan menebus semua kesalahanku dengan apapun itu!!!" ucap Darel terlihat menyedihkan.


Dulu disia-siakan, setelah pergi dicari-cari. Dasar kehidupan😌 #Author POV


"Memang pantas kau ditinggalkan oleh Mentari!! kau tidak layak mendapatkan wanita sebaik dan setulus Mentari, kau tahu ituuu!!!" maki tuan Ardi.


"Tuan dari rekaman CCTV ditempat ini, nona Mentari memang kesini namun hanya untuk menjual beberapa perhiasannya saja. Ada seorang penjual perhiasan yang melayani nona tadi mengatakan bahwa nona datang dengan koper lalu menjual satu kalung berlian, dua anting emas, dan satu gelang emas yang jika ditotal semua yang nona dapatkan sebesar 1,2 Milyar!" ucap Adi yang baru saja datang dari dalam toko perhiasan.


"Untuk apa Mentari menjual perhiasan itu?" tanya Darel.


"Tentu saja untuk menjauh darimu bodoh!!!" maki tuan Ardi.


"Merish cek semua CCTV yang ada di bandara internasional, aku yakin Mentari berniat kabur ke luar negeri." ucap tuan Ardi.


"Baik tuan! sebelum tuan memerintahkan saya, saya sudah melakukan hal itu lebih dulu." ucap Merish.


********


Sedangkan dirumah sakit, Tomi mendapat kabar dari Darel bahwa Mentari kabur dari rumah dan meminta Jack untuk melacak keberadaan Mentari melalui GPS yang terhubung dengan ponsel Darel.


"Apa??!!!! bagaimana ini bisa terjadi!!! inilah yang aku takutkan, dan kau sudah melihatnya sendiri kan sekarang!!!" teriak Tomi.


"Kau datanglah kemari membawa alatnya, kami sedang tidak membawanya tadi!!" ucap Tomi lagi.


Sambungan telepon pun terputus. Semua orang yang ada didalam ruangan menatap Tomi yang terlihat sangat kesal dan khawatir. Kesal karena sarannya tidak didengarkan Darel, dan khawatir jikalau Mentari benar-benar pergi dari Darel, Darel bisa saja berubah menjadi Darel yang dulu.


Kembalilah Mentari, aku mohon kembalilah!!! rubah singa jantan ku ini menjadi manusia kembali! ajari dia cara mencintai seseorang dengan tulus, hanya kau saja yang bisa melakukan semua itu!!! batin Tomi.

__ADS_1


Tomi pun menjelaskan apa yang Darel katakan padanya lewat telepon tadi. Mendengar hal itu Daniar dibuat syok dan menjadi sangat khawatir tentang keselamatan Mentari.


"Aku akan memberi pria itu pelajaran, lihat saja nanti!!!" ucap Daniar marah.


__ADS_2