Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 185


__ADS_3

Disepanjang perjalanan, Darel, Zanu, Tomi, dan Arul membagikan beberapa buah delima itu kepada pengemis. Hingga akhirnya hanya tersisa untuk mereka juga orang" terdekat mereka.


Arul pulang dengan membawa dua peti. Anisa yang mendengar mobil datang langsung keluar rumah.


"Sayang!!! kenapa lama sekali?! aku sudah menunggumu dari tadi tau!" kesal.


"Iya-iya maafkan aku ya ,sayang! aku tadi mampir memberikanmu delima!" ucap Arul.


"Lalu, mana delimanya?" tanya Anisa celingukan.


"Kalian tolong bawa itu ke dapur ya, dan siapkan juga untuk istri tercintaku ini!" menoel dagu Anisa gemas.


"Wahhhh, banyak sekaliii! ini semua untukku?" tanya Anisa girang.


"Tentu saja! ayo masuk! aku mau mandi juga, gerah nih!" ucap Arul.


"Ayoo!" menggandeng lengan suaminya manja.


Semenjak hamil, mood Anisa selalu berubah-ubah dalam sekejap. Satu detik tertawa lalu didetik berikutnya bisa saja menangis lalu kembali tertawa lagi.


Pernah Arul diminta membelikan martabak saat Anisa ngidam. Karena waktu itu sudah larut malam, Arul berpikir untuk membelikannya saja besok. Diluar dugaan Arul, Anisa justru menangis dengan kencang sembari mengatakan ingin martabak itu sekarang juga. Arul yang terkejut pun berusaha menenangkan Anisa, tapi malah dirinya yang diomeli. Alhasil semalaman itu Anisa tidur di kamar lain, bahkan hingga pagi harinya Anisa seolah acuh kepada Arul dan saat sudah dibelikan martabak tingkahnya langsung seperti kucing lucu yang menggemaskan.


"Gimana rasanya?" tanya Arul yang baru saja selesai mandi.


Anisa kini tengah berada di kamarnya sembari menonton televisi. Butiran-butiran buah delima juga menemani aktivitasnya itu.


"Enak sekali! manis pula!" jawab Anisa menggemaskan.


"Aku minta dong!" langsung mendudukkan dirinya ke samping Anisa seraya hendak meminta buah delima.


"Nggak...nggak... nggak! kamu suruh bibi aja sana buat siapin lagi! ini kan buat aku!" ucap Anisa menjauhkan piringnya dari Arul.


"Dih, dasar pelit!" berdiri dan meninggalkan Anisa.


"Sayang, pakai dulu bajumuuu!" teriak Anisa ketika Arul sudah keluar kamar.


Sedetik kemudian Arul kembali ke kamar dengan ekspresi malu namun berusaha dia tahan. Dia pun segera memakai bajunya lalu keluar kamar lagi. Anisa yang melihat tingkah Arul saat memasuki kamar menahan tawanya, dan saat Arul sudah keluar kamar dia langsung tertawa terbahak-bahak.


********


Zanu membawa mobilnya memasuki halaman rumah Daniar. Begitu Zanu turun dari mobilnya, Daniar langsung berlari menghampirinya dengan senyum yang merekah dibibir indahnya.


"Hai! kemana aja seharian ini? kok nggak ada kabar?!" tanya Daniar.


"Maaf ya, aku tidak sempat memegang handphone tadi!" ucap Zanu.


"Dih, alasan!" ngambek.

__ADS_1


"Ulululu....sayangnya aku lagi ngambek nihhh! duhh gemez banget dehh!" ucap Zanu sembari mengacak-acak rambut Daniar gemas.


"Ihhh Zanu, jangan! nanti rusak!" teriak Daniar berusaha menjauhkan tangan Zanu dari kepalanya.


Tin.....tin....


suara bunyi klakson mobil. Sebuah mobil pick up yang mengangkut pesanan Zanu baru saja memasuki halaman rumah Daniar. Karena penasaran, ayah dan ibu Daniar sampai keluar dari rumahnya.


"Loh, nak Zanu itu mobil buat apa?" tanya mama Daniar bingung sekaligus penasaran.


"Tolong turunkan disini ya!" perintah Zanu kepada pengemudi pick up tersebut.


Mereka berdua pun menurunkan dua peti dari mobil pick up dan membawanya ke teras rumah tepat di samping mama dan papa Daniar.


"Sudah, tuan! kami permisi dulu ya!" ucap pengemudi pick up tersebut.


"Oh iyaa terimakasih ya! ini untuk kalian!" ucap Zanu sembari memberi lima lembar seratus ribuan.


"Alhamdulillah, terimakasih tuan!" ucap pengemudi pick up tersebut setelah mengambil uang dari Zanu.


"Sama-sama!"


Mobil pick up itu pun mulai pergi dari rumah Daniar. Zanu beralih kepada Daniar beserta orang tuanya yang masih menatap bingung kepada Zanu.


"Ini tadi kami mampir ke ladang delima karena salah satu istri sahabat saya ngidam. Jadi ya saya beli sekalian!" ucap Zanu menjelaskan.


"Ayo masuk dulu! nak Zanu pasti belum makan malam kan? mama baru saja selesai masak, kita makan sama-sama yuk!" ucap mama Daniar.


"Baiklah, ma kalau tidak merepotkan!" ucap Zanu.


"Tidak, tidak repot kok nak Zanu! lagian kamu sebentar lagi jadi bagian dari rumah ini juga kan! ayo silahkan masuk!" ucap papa Daniar.


Mereka pun mulai masuk kedalam rumah. Sebelum makan, Zanu diminta papa Daniar untuk mandi terlebih dahulu agar lebih segar. Setelah Zanu selesai mandi, mereka pun melanjutkan dengan makan malam ditemani jus buah delima yang Zanu bawa barusan.


"Wahhh, ini enak sekali! manis dan segar!" ucap papa Daniar setelah meneguk hampir setengah gelas jus delima.


"Iya, sangat manis! ini imporkah?" tanya mama Daniar.


"Bukan kok, ma! ini buah delima lokal! tapi memang kualitasnya setara dengan yang impor. Dan memang kebetulan taun ini kualitas panennya sangat bagus, buahnya besar-besar dan manis kan!" ucap Zanu.


"Wahh, papa jadi mau lagi nih!" ucap papa Daniar bercanda.


"Papa nih, bisa aja deh!" ucap mama Daniar pelan.


"Tau tuh papa, bisa aja bercandanya!" ucap Daniar.


Kehangatan sebua keluarga yang lama dirindukan Zanu akhirnya dia rasakan lagi. Berada ditengah keluarga Daniar membuat Zanu seolah berada di keluarganya sendiri.

__ADS_1


********


Berbeda dengan Arul dan Zanu yang disambut hangat oleh orang tersayangnya, Darel justru mendapat tatapan tajam dari sang istri ketika dia pulang. Meskipun Mentari menerima buah tangan darinya, namun menyedihkannya dia tetap saja dihukum tidur disofa kamar.


"Sayang!!! kan aku sudah membawakan mu delima yang enak itu, maafkan aku yaaa!" rengek Darel yang duduk dipojokan sofa.


"Nggak!" ucap Mentari dingin.


Perhatiannya tetap fokus kepada televisi yang menampilkan film kartun favoritnya ditemani buah-buahan dan snack.


"Tapi tidur disini tuh dingin loh sayangg! enakan tidur di kasur!" ucap Darel terus merengek.


"Kamu mau tidur di kasur?" tanya Mentari.


Wajah Darel yang semula mengiba langsung ceria mendengar pertanyaan Mentari.


"Iya...iya...iya!" menjawab dengan cepat sambil tersenyum lebar.


"TIDUR DIKAMAR LAIN SANA!" ucap Mentari sembari melotot kearah Darel.


Seketika Darel langsung lemas mendengar ucapan Mentari.


"Aaa sayangggg, aku minta maaf! ini tadi sangat mendesak soalnya!!!!" kembali merengek.


"Tauklah! aku mau tidur! jangan berisik atau kamu mau tidur diluar!" ucap melati menatap tajam kearah Darel.


"Ishhh sayanggg!!!"


"DIEMM!!" bentak Mentari.


Perkataan Mentari membuat percakapan mereka berakhir sampai disitu. Dengan terpaksa Darel harus tidur disofa dengan selimut ala kadarnya.


"Tapi kan aku pengen tidur sambil peluk kamu!" gumam Darel lirih.


Darel pun ikut tidur. Sebelum matanya terpejam, dia melihat kearah ranjang tempat Mentari tidur.


"Mimpi indah, sayangg!" gumam Darel kemudian memejamkan matanya.


*


*


*


*


*

__ADS_1


Hai para reader setia novel SUAMIKU MR. MAFIA!! author mau mengucapkan minal aidzin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin bagi para reader yang beragama muslim☺️. Semoga puasa dan amal kita selama satu bulan ini diterima oleh Alloh SWT. Author mau minta maaf jika masih banyak kekurangan dari novel ini, maklum lah masih amatiran jadi masih perlu banyak belajar lagi😁 semoga kalian tidak bosen ya dengan alur ceritanya😉 Terimakasih juga buat kalian yang selalu memberi dukungan kepada author melalui like, komen, dan vote karena itu sangat berarti untuk author biar lebih semangat lagi update nya🥰🥰💙💙


__ADS_2