Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 16


__ADS_3

"DARELLL!!!! DIMANA KAMUUU?!! HYUNAA!!!!" teriak seseorang dari bawah.


"Siapa itu teriak-teriak dirumahku?!" tanya Darel.


"Entahlah, kak!! aku juga tidak tahu." ucap Juna.


Mereka pun melihat siapa yang telah berani-beraninya berteriak dirumah Darel.


"Tomi?!" tanya Darel saat berada diujung lantai dua.


Darel bergegas turun menghampiri sahabatnya yang terlihat murka itu. Saat Darel sudah lebih dekat dengan Tomi, Tomi malah berlalu melewati Darel begitu saja.


"Hyuna, kamu baik-baik saja kan?!" tanya Tomi khawatir.


Tomi memegang kedua pundak Hyuna lalu memeriksa tubuh Hyuna apakah baik-baik saja.


"Uncle, aku baik-baik saja kok!!" ucap Hyuna.


"Syukurlah!!" ucap Tomi.


"Ngapain kesini?! mana teriak-teriak lagi!!" ucap Darel.


Darel masih kesal dengan Tomi karena mengacuhkannya dan melewatinya begitu saja tadi.


"Aku nggak sengaja lihat berita tentang video Hyuna yang viral barusan. Aku khawatir dan langsung kesini!" jelas Tomi.


"Hyunaa!!!" teriak Bagas.


"Paman Bagas?!" tanya Iwang bingung.


Rupanya Bagas tidak datang sendirian, melainkan bersama Rohan dan juga Arul. Entah mereka janjian untuk datang ke rumah Darel atau tidak sengaja bertemu dijalan, Darel juga tidak tahu.


"Hyunaa, bilang sama uncle!!! siapa yang berani berbuat hal semenjijikan itu sama kamu?!" tanya Arul.


"Hyunaa, apa benar Alvaro ikut dalam semua ini?" tanya Rohan.


"Alvaro?!" tanya Bagas, Tomi dan Arul.


"Alvaro, putra Zanu maksudmu?!" tanya Bagas.


Rohan tidak menjawab pertanyaan dari sahabatnya itu dan malah fokus pada Hyuna yang tidak berani menatapnya.


"Darel, apa maksud semua ini? Alvaro?! dia?!" tanya Tomi.


"Tuan, mereka sudah sampai!" ucap Adi.


Adi dan Harri sampai dirumah Darel dan dibelakangnya ada Zanu, Daniar dan tentunya Alvaro.


"Dwi?! ada apa ini? tadi Adi bilang kamu ingin bertemu?" tanya Zanu.


"Darel, apa semuanya baik-baik saja?" tanya Daniar.


Dari raut wajah khawatir Daniar dan Zanu, sepertinya mereka berdua belum melihat video Hyuna yang tengah viral. Namun berbeda dengan Alvaro yang terlihat pucat pasi juga ada guratan ketakutan disana.


"Hyuna? kamu habis menangis sayang?" tanya Daniar yang langsung mendekati Hyuna lalu memeluknya dengan erat.

__ADS_1


"Darel, katakan yang sebenarnya apa Alvaro juga terlibat?!" tanya Tomi mengulang pertanyaannya yang tadi.


"Alvaro?!" tanya Zanu dan Daniar bingung.


Daniar menatap Darel begitu juga dengan Zanu.


"Varo, kamu bikin ulah apalagi?" tanya Zanu menatap sengit putranya.


"Om belum tau?! ini lihatlah!" tunjuk Naruka.


Naruka memberikan ponsel miliknya dimana sudah ada tampilan rekaman video Hyuna yang tengah viral. Daniar yang penasaran pun ikut melihat apa yang ingin ditunjukkan Naruka.


"Astaghfirullahal'adzim!!! Varo, ini kamu, nak?!" tanya Daniar yang melihat jelas Varo juga ada dalan video itu.


"Jawab mama, Varo!!! apa kamu ada didalam video tadi?!" sentak Daniar sambil mengguncangkan bahu Alvaro.


Alvaro diam. Dia diam saja tanpa menyahut ucapan Daniar. Daniar sakit hati. Sakit hati karena putrinya telah dilecehkan, dan yang lebih membuatnya sakit hati putranya lah yang telah berniat melecehkan Hyuna.


PLAKKKK......


Sebuah tamparan mendarat di pipi kiri Alvaro. Zanu menampar Alvaro dengan begitu keras hingga tangannya ikut merasa panas.


"Papa tidak pernah mengajari kamu untuk memperlakukan seseorang seperti ini apalagi dia seorang wanita, Varo!!!" ucap Zanu.


"Apa?! apa saja yang telah kamu lakukan Varo?!" tanya Daniar namun Alvaro tetap bungkam.


"JAWAB MAMA!!!"


"YA, AKU MELAKUKANNYA, MA!!! AKU MELAKUKANNYAA!!!" teriak Alvaro.


Hati Daniar kembali hancur. Dia berharap ini hanya sebuah mimpi.


"Kenapa?! kenapa kamu melakukannya?!" tanya Daniar menangis.


Rasanya tak kuasa lagi Daniar menahan air mata ini untuk tidak jatuh.


"KARENA AKU MEMBENCINYA, MA!! AKU SANGAT MEMBENCI NAMANYA, SIKAPNYA, CARA BICARANYA, SENYUMNYA, AKU BENCI SEMUA YANG BERKAITAN TENTANG DIA!!!" teriak Alvaro lagi.


Darel yang mendengar itu mengepalkan tangannya namun kepalan tangan itu langsung diraih oleh Hyuna agar Darel lebih tenang. Sekilas, Darel menatap ke arah Hyuna. Terbuat dari apa hati putrinya itu sampai-sampai bisa menahan kesakitan seperti ini. Darel saja yang hanya mendengarkan ucapan dari Alvaro saja sudah sakit hati, apalagi Hyuna yang mendapatkan perlakuan serta hinaan langsung darinya.


"Aku benci dia, karena dia mengambil mama dariku!!! mama lebih sayang dia daripada aku putra mama sendiri!!! aku benci dirinya karena dia selalu menggangguku!!! aku benci, ma, pa!!!" ucap Alvaro lagi.


"Kenapa tidak kamu tolak saja saat mama bilang ingin menjodohkan kalian?! kenapa harus seperti ini?!" tanya Daniar.


"Karena mama yang meminta!!! mama bertanya namun seolah meminta!! aku tidak bisa menolak permintaan mama!! lagian aku sudah peringatkan Hyuna untuk tidak mendekatiku tapi dia saja yang kepedean dan terus menerus mengejarku!" ucap Alvaro.


Plak....bugg....buggg....buggg....


Darel tidak bisa menahan lagi. Dia menampar dan memukul Alvaro Sampar tersungkur beberapa kali kebelakang.


"Papi sudah, papi!! hentikan!!" ucap Hyuna berusaha melerai.


Iwang, Kaivan, Hyuna, Bagas, Arul, dan Rohan ikut melerai Darel yang terus memukuli Alvaro hingga berdarah-darah.


"LEPASKAN AKU!!! BIAR KU ROBEK MULUTNYA KARENA BERANINYA BERKATA BURUK RENTANG PUTRIKUU!!!" teriak Darel saat Bagas, Rohan, Arul, dan Iwang berhasil menahan tubuh Darel.

__ADS_1


Alvaro yang lemah dengan penuh luka itu dibantu berdiri oleh Shaki dan Kaivan, sedangkan Hyuna berdiri di samping papinya namun matanya tidak bisa lepas dari Alvaro. Hyuna ikut merasakan sakit itu. Sakit yang dirasa Alvaro, dia juga merasakannya. Air matanya menetes begitu saja.


"DENGAR, ALVARO!!! SAYA MEMBESARKAN PUTRI SAYA DENGAN KASIH SAYANG!! KU BERI APA YANG DIA INGINKAN!!! KU PENUHI SEMUANYAA!!! LALU TIBA SEORANG LAKI-LAKI PENGECUT DAN BRENGSE* SEPERTI MU YANG MEMPERMAINKAN KETULUSAN CINTA PUTRIKU DAN MEMBUATNYA MERASAKAN SAKIT YANG BERTUBI-TUBI. KAU KIRA AKU AKAN DIAM SAJA MELIHAT PUTRIKU HARUS MENANGIS SAMBIL MERINGKUK DITENGAH KEGELAPAN HANYA UNTUK MENANGISI DIRIMU?!!!" teriak Darel emosi.


"TAPI ITU FAKTA, OM!!!! SAYA SUDAH BERKALI-KALI MEMPERINGATKAN HYUNA AGAR MENJAUHI SAYA, TAPI DIA TIDAK MAU DAN TERUS MENGIKUTI SAYA!!!! LAGI PULA SEKARANG SAYA JUGA SUDAH PUNYA KEKASIH, SAYA TIDAK INGIN HUBUNGAN SAYA HANCUR KARENA DIA!!!" ucap Alvaro.


"VARO!!! DIAM KAMU!!! PAPA TIDAK PERNAH MENGAJARI KAMU UNTUK MELAWAN ORANG TUA!!! APALAGI SAAT INI KAMU YANG SALAH!!" bentak Zanu.


"Kenapa, pa?! aku putra papa, tapi kenapa papa membela wanita ini?!"


Kaivan, dia yang sedari tadi menyimak langsung menghadiahkan tinjuan ke pipi Alvaro hingga lagi-lagi dia tersungkur ke lantai.


"BANGSA* LOO!!! KALAU LO NGGAK SUKA TINGGA BILANG, PERJODOHAN BATAL, SELESAI!!! TAPI LO MALAH MEMBAHAYAKAN NYAWA ADEK GUE GARA-GARA KEEGOISAN LOOO!!! LO KIRA ADEK GUE CEWEK APAAN HAAAA!!!!" teriak Kaivan.


Shaki dan Hyuna langsung menahan tubuh Kaivan agar tidak menyerang Alvaro lagi.


"Kak, sudah cukup kak!! sudah!!! Hyuna mohon!!!" ucap Hyuna.


"Kenapa sih?! kenapa lo bodo* banget bisa suka sama cowok modelan begini?! banyak cowok yang ngantri demi dapatin lo, yang spek dewa pun rela mengantri demi lo, tapi lo?! low malah suka sama spek dajjal kayak dia!!!" ucap Kaivan emosi.


"Dwi, aku minta maaf mewakili putraku! aku tidak tahu kalau dia berbuat seperti ini pada Hyuna! rasanya aku sangat malu menatap kalian semua, terutama kamu Hyuna!" ucap Zanu.


"Kau tidak salah, Zanu! putramu saja yang gelap mata tidak bisa membedakan berlian dengan batu jalanan yang tidak berharga sama sekali!!!! dan kau Alvaro!! kau akan menyesal karena telah memperlakukan Hyuna seperti ini!!! kau telah membuang berlian paling berharga!!" ucap Bagas.


"Terserah kalian!!! yang jelas, aku bahagia karena perjodohan ini telah batal dan aku bisa bebas darinya!" ucap Alvaro.


"Varo, papa akan menyita semua fasilitas kamu, mulai dari mobil, black card, semua fasilitas yang papa berikan sama kamu!!!" ucap Zanu.


"Loh, pa, nggak bisa gitu dong!!! terus aku ke kampus naik apaan?!" keluh Alvaro.


"Itu bukan urusan papa!" ucap Zanu enteng.


Daniar melangkah pelan menuju ke arah Hyuna.


"Sayang, mama.....mama minta maaf yaa!! mama nggak tau kalau akhirnya akan jadi seperti ini! mama kira Alvaro bisa melindungi kamu tapi ternyata dia malah berusaha mencelakai kamu! mama malu, nak!!" ucap Daniar.


"Tante, jangan bicara seperti itu! Hyuna baik-baik saja kok! Hyuna tidak apa-apa!" ucap Hyuna.


"Tuan, saya sudah menghubungi media. Nanti malam kita adakan pertemuan pers!" ucap Nakala yang baru datang.


Darel meminta Nakala untuk menghubungi media untuk meluruskan masalah ini.


"Hyunaa, kamu bersiap-siap lah! karena papi ingin mempublikasikan identitas kamu didepan media!" ucap Darel.


"Tapi, pi! apa tidak terlalu cepat?!" tanya Hyuna.


"Tidak! ini jalan yang terbaik! dan untuk orang-orang yang ada di video ini juga sudah papi urus!" ucap Darel.


Jika sudah begini, Hyuna tidak berani membantah.


"Dwi, walaupun Alvaro adalah putraku! tapi tetap hukum dia sesuai hukum yang berlaku!!! dia harus menerima konsekuensi dari apa yang telah dia perbuat agar bisa menjadi pembelajaran untuknya!" ucap Zanu.


"Papa nggak bercanda kan?! papa ingin aku masuk penjara?! hanya demi membela dia?!"


"KARENA KAMU SALAH, VARO!!! APA KAMU PERNAH TERPIKIRKAN BAGAIMANA KALAU TIDAK ADA YANG MENOLONG HYUNA SAAT ITU?! APA KAMU BISA MENJAMIN TEMAN-TEMAN KAMU TIDAK MELECEHKAN HYUNA SEDANGKAN EKSPRESI SEBAGIAN BESAR DARI MEREKA SEOLAH KELAPARAN MENATAP HYUNA?! HARUSNYA KAMU MIKIR, WALAUPUN KAMU MEMBENCI SEORANG JANGAN SAMPAI KAU RUSAK MASA DEPANNYA!!! KAU BENAR-BENAR SUDAH KETERLALUAN DAN PAPA TIDAK INGIN KAMU MENGULANGINYA LAGI!!" tegas Zanu.

__ADS_1


Alvaro pergi dari tempat itu dengan keadaan kesal. Dia pergi berjalan kaki sampai ke jalan raya lalu menghentikan sebuah taxi.


Sial!!! kenapa jadi begini sih?!!! ngapain juga harus ada yang upload ke sosial media!!! batin Alvaro.


__ADS_2