Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 156


__ADS_3

Zanu terlihat sangat cemas, dia bahkan tidak menghiraukan luka di lengannya yang terus meneteskan darah. Yang ada dipikirannya saat ini hanyalah Daniar, Daniar, dan Daniar.


********


Dirumah Darel, Mentari sangat bosan. Bagaimana tidak, Darel menyuruhnya untuk tetap diam di kamar dan tidak boleh kemana-mana. Jika Mentari butuh sesuatu, dia akan memanggil dua penjaga yang ada di luar kamar.


"Ahh, bosan sekaliiii!!!" sembari merebahkan dirinya kedepan.


"Emm, aku mau nonton televisi! tapi kan televisinya ada dibawah!!!" ucap Mentari lesu.


"Kok aku jadi pengen seblak yaa!" ucap Mentari lagi sembari memegang perutnya.


"Emm, penjagaa!!!! penjagaa!!!!" teriak Mentari.


Dua orang penjaga masuk kedalam kamar Mentari dengan sikap siaga.


"Apa nona memerlukan sesuatu?" tanya salah satu penjaga.


"Emm aku ingin makan seblak, tolong belikan yaa!" ucap Mentari.


"Maaf nona, tapi tuan melarang anda memakan makanan dari luar!" patuh pada perintah Darel.


"Kalau begitu suruh koki disini untuk membuatkan seblak! bahan-bahannya simpel kok, cuma butuh kerupuk bawang mentah, telur, sayuran, sosis, seafood, itu aja!" jelas Mentari.


Kedua penjaga itu saling melempar pandangan.


"Maaf nona, kami tidak berani melanggar peraturan tuan Darel! jika nona mau, nona bisa menunggu tuan pulang dulu baru dan minta persetujuan tuan, baru kami berani membelikannya untuk nona!" jelas salah satu penjaga.


Raut wajah takut terlihat di wajah keduanya. Takut melanggar perintah Darel, dan takut kena marah oleh Darel. Begitulah yang ditangkap Mentari. Karena Mentari juga tidak ingin membuat kedua pengawal itu kena marah nantinya, akhirnya dia pun menahan keinginannya untuk makan seblak.


"Emm, kalau begitu tolong suruh koki untuk membuatkan ku cake matcha ya, juga camilan yang enak-enak!" ucap Mentari.


"Baik nona!" ucap kedua pengawal itu.


"Eh, tunggu!" ucap Mentari ketika kedua pengawal itu hendak pergi.


"Iya nona?"


"Apa disini ada televisi? aku sangat bosan! atau jika tidak ada, apa bisa televisi yang dibawah dipindahkan keatas? hehehehe." ucap Mentari yang menurutnya terdengar sangat tidak masuk akal.


"Disini ada televisi kok nona!"


"A...apa? mana?" ucap Mentari sembari mencari-cari dimana letak televisi itu.

__ADS_1


Salah seorang penjaga maju ke depan kasur dimana disana hanya ada dinding kosong. Mentari mengangkat satu alisnya tidak mengerti.


Tahu kalau nonanya itu tidak peka, penjaga itu mengambil sebuah buku yang ada dibawah dan ketika membuka buku itu, ternyata isinya adalah sebuah tombol. Penjaga itu menekan tombol dan dinding berputar menampilkan sebuah televisi yang besar.


"Wahhhhhh!!!! hebatt.....hebat.....! aku mau coba donggg!!!!" hendak turun dari ranjang.


"Maaf nona, tapi anda tidak dibenarkan turun dari ranjang! ini perintah tuan Darel!" memperingati.


"Apa? tapi kan aku hanya mau lihat!" cemberut.


"Nanti kalau aku mau ke kamar mandi gimana dong kalau nggak boleh turun dari ranjang?" omel Mentari.


Dua penjaga itu saling melempar pandangan seolah mengatakan "Benar juga yaa?!".


"Kecuali untuk itu nona!"


"Ishhh, ya sudah berikan remote nya! jangan lupa ya cake matcha dan camilannya!" ucap Mentari.


"Baik nona!" ucap kedua penjaga itu kemudian keluar dari kamar meninggalkan Mentari yang tengah sibuk menekan-nekan tombol remote mencari saluran televisi yang bagus.


Derrttt....derttt.....dertt.......


Sebuah pesan dari aplikasi hijau muncul dilayar ponsel Mentari.


Pesan itu dikirim oleh seseorang yang berisi foto-foto seorang perempuan bersama Darel. Dalam foto itu mereka terlihat sangat mesra.


Ini bukannya mantannya Darel? batin Mentari.


Mentari membalas pesan itu.


# ISI PESAN MENTARI DENGAN PRETTY #


" Maksud kamu apa mengirim saya foto-foto seperti itu?" Mentari.


"Yah, bukan apa-apa sih. Cuma mau kasih tahu aja kalau SUAMI kamu itu sangat mencintainya aku!" Pretty.


"Dengar ya, mau siapapun kamu, secantik apapun kamu saya tidak perduli! yang jelas Darel milik saya, SUAMI saya! jadi bisa kan jauh-jauh dari rumah tangga saya?!!!" Mentari.


"Hahahaha, kamu pikir aku akan dengan mudah memberikan Darel padamu? no!! tidak akan! aku yakin Darel menikah denganmu hanya karena terpaksa dan bukan karena cinta!" Pretty.


"Dan aku juga tahu kalau kalian menikah karena dijodohkan! kau tahu apa yang paling Darel benci? menikah dengan perempuan yang tidak dia cintai! mungkin sekarang Darel terlihat sangat mencintaimu, mengkhawatirkan mu! tapi kau jangan senang dulu! mungkin saja itu hanya tipu daya Darel agar membuatmu semakin terpuruk nanti jikalau Darel meninggalkan mu!" Pretty.


"Darel orang yang paling handal menerbangkan seseorang sampai ke langit, lalu dalam sekejap dia menjatuhkan orang itu dengan sangat kerasnya hingga untuk berdiri saja dia tidak mampu!" Pretty.

__ADS_1


********


Setelah pesan terakhir dari Pretty, Mentari terdiam cukup lama. Bagaimana kalau yang dikatakan Pretty itu benar? Darel hanya main-main dengannya dan semua ini hanyalah sandiwara Darel? banyak pertanyaan yang memenuhi otaknya sekarang. Mood Mentari jadi tidak baik setelah berbalas pesan dengan Pretty.


Sedangkan ditempat lain, Pretty merasa menang karena sudah berhasil membuat celah keraguan dihati Mentari.


"Tunggu sebentar lagi sayangku! dan kau, akan jadi milikku sepenuhnya! hahahahaha!!!!!" mengusap foto Darel dengannya.


*********


Kembali kepada Daniar. Mobil yang dikendarai oleh Broto telah sampai ke dermaga. Broto memerintahkan anak buahnya menggotong Daniar yang masih pingsan.


"Ayo....ayo.....ayo....cepatttt!!!!" ucap Broto berlari menuju sebuah kapal yang telah menanti mereka.


"Cepattt masukkk!!!!" ucap Broto sembari mengayunkan tangannya agar anak buahnya lebih cepat.


Dengan tergesa-gesa, Broto dan anak buahnya yang menggotong Daniar berlarian menuju kapal. Mereka akan meninggalkan tempat itu dengan jalur laut.


"Hahhh....hah.....hah.....hah...." nafas mereka ngos-ngosan.


"Untung kita bisa masuk ke kapal ini!" ucap Broto kelelahan.


"Benar bos! sepertinya mereka tidak bisa mengejar kita!" ucap salah satu anak buah Broto.


"Sudah! ikat wanita itu ke tiang!" ucap Broto menata nafasnya.


"Lalu wanita ini akan kita apakan bos?" tanya anak buah Broto.


"Akan aku pikirkan nanti! untuk sekarang ikat saja dulu!" ucap Broto pergi.


"Wihh, cuy boleh juga nih cewek!!" ucap anak buah Broto yang lain sembari memandang Daniar dengan tatapan mesum.


"Heh, jangan cari mati kau! tunggu instruksi dari tuan dulu!" ucap yang lain memperingati.


********


"Pah, kok Daniar belum pulang-pulang juga yaa?" tanya mama Daniar kepada suaminya.


"Mungkin mereka sedang jalan-jalan dulu ma! mama tenang saja! sebentar lagi pasti mereka pulang!" ucap papa Daniar menenangkan istrinya.


Papa Daniar sebenarnya tahu apa yang terjadi kepada anaknya. Zanu sudah menceritakan semuanya, namun karena takut istrinya cemas akhirnya mereka sepakat untuk tidak memberitahu mama Daniar tentang hal ini.


Semoga kamu baik-baik saja, nak! semoga Zanu bisa melindungi kamu dan membawamu pulang dengan selamat!!

__ADS_1


__ADS_2