
Begitu mobil Kaj memasuki halaman rumah Darel, semua orang telah berdiri didepan rumah menunggu kedatangan mereka. Shaki, Kaivan, Iwang, Arya, bahkan Darel sendiri langsung menghampiri mereka sesaat setelah mereka keluar dari mobil.
"Kamu darimana aja sih, dek?! Kami semua khawatir nyariin kamu loh!" ucap Iwang.
"Kenapa kamu pakai baju ini? Bukannya tadi pakai baju lain?!" tanya Shaki.
"Masih kecil juga keluyuran nggak ajak-ajak!" celoteh Kaivan.
"Kalian darimana?! Kenapa Hyuna bisa sama kamu, Kaj?! Lalu, pakaian siapa yang dipakai Hyuna?!" tanya Darel.
"Gue lebih penasaran kenapa kalian bisa bersama sih sama kemana baju Hyuna tadi?! Jangan-jangan...."
Arya mendapatkan tatapan tajam dari semua orang terlebih Darel dan ketiga anak laki-lakinya menatap tajam ke arah Arya kecuali Kaivan yang melototkan matanya sambil berkacak pinggang. Bukannya terlihat seram malah ekspresi Kaivan itu terlihat lucu. Untung saja tidak ada yang melihatnya seperti itu.
"Ceritanya panjang, om." ucap Kaj.
Kaj mulai menceritakan awal ceritanya hingga akhirnya kenapa Hyuna mengenakan kemejanya. Sepanjang cerita, Hyuna hanya mempu tertunduk takut, namun sesekali melirik ke arah kakak, papi, dan kakak sepupunya. Saat mata Hyuna melirik ke arah Shaki, pria itu juga tengah menatapnya penuh amarah. Hyuna takut melihatnya yang kemudian langsung tertunduk kembali. Shaki mati-matian menahan diri sampai Kaj menyelesaikan ceritanya. Bukannya redam, emosi Shaki malah semakin membuncah kala Kaj menceritakan Hyuna yang hampir saja di perkos* oleh pemuda itu. Tangan yang sedari tadi terkepal itu semakin erat kepalannya. Kuku-kukunya sampai memutih dengan wajah memerah menahan amarah.
Baru juga Kaj selesai bicara, Shaki langsung pergi begitu saja menaiki mobilnya.
"Kak?! Kakakkk!!!!" panggil Hyuna.
Namun terlambat. Mobil Shaki terlanjur melesat meninggalkan kediaman Darel.
"Harriii, cepat ikuti diaaa!!!" perintah Darel sambil memasuki mobil.
Harri langsung tancap gas untuk mengejar mobil Shaki. Begitu juga yang lainnya. Hyuna yang reflek langsung memasuki mobil Kaj yang posisinya lebih dekat darinya sehingga kini dia kembali satu mobil dengan pria itu. Hyuna tidak sadar karena terlalu khawatir pada kakaknya itu. Takut kalau Shaki akan berbuat sesuatu yang buruk terhadap Kairo terlebih Hyuna masih sangat ingat ancaman kakaknya tadi di telepon.
Shaki mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi. Karena sudah lebih dari jam sepuluh malam, jalanan kota terlihat cukup senggang sehingga bisa digunakan Shaki untuk memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi. Didalam pikiran Shaki saat ini adalah bagaimana cara membalaskan amarahnya pada Kairo. Laki-laki yang sebelumnya dia ragukan kedekatannya kepada adik perempuan satu-satunya itu namun karena Hyuna terlihat begitu mencintai Kairo juga karena Shaki merasa tidak dihargai oleh adiknya karena berpacaran secara sembunyi-sembunyi membuat Shaki mulai luluh. Namun salah!!! Dirinya salah besar!! Kairo justru hendak melangkah lebih jauh dari perkiraan Shaki selama ini. Shaki pernah menduga bahwa Kairo mendekati adiknya itu hanya untuk harta, namun nyatanya Kairo menginginkan lebih dari itu. Dia menginginkan tubu* adiknya.
"SIALLL!!!! AKU KECOLONGAN LAGIII!!!!" umpat Shaki sambil memukul kemudi mobil.
Shaki merutuki kebodohannya yang bisa kecolongan. Dia kecolongan lagi. Namun Shaki lebih kesal pada Hyuna karena dia terlalu polos sehingga tidak bisa melihat sifat asli dari Kairo.
Menempuh perjalanan sekitar lima belas menit, Shaki sampai disebuah apartemen. Dia langsung turun dari mobil kemudian memasuki apartemen itu. Shaki seolah tahu benar dia ada dimana dan tujuannya kemana. Tidak lama setelah Shaki memasuki gedung itu, mobil Kaj sampai di sana diikuti oleh yang lain juga baru sampai. Hyuna melepaskan sabuk pengamannya lalu bergegas turun mengejar Shaki. Hyuna bahkan tidak menghiraukan nyeri pada kakinya akibat terkena pecahan vas tadi.
DOK.....DOK....DOK.....
Sebuah pintu apartemen diketuk dengan sangat keras membuat penghuni apartemen itu langsung turun dari sofa.
"Siapa sih?!! Ganggu aja orang lagi mau senang-senang juga!!!" gerutu pemilik apartemen dari dalam apartemen.
Pemilik apartemen itu berjalan menuju pintu karena jarak sofa dengan pintu hanya berjarak beberapa meter saja.
"Siapa si..." terpotong.
Buk....buk...buk....
Pemilik apartemen dihajar habis-habisan begitu membuka pintu. Seorang gadis yang awalnya duduk di sofa langsung berdiri melihat kekasihnya dipukuli oleh orang asing.
"BAJINGA*!!!! BERANI BANGET LO MAU SENTUH HYUNA!!!!" teriak Shaki.
"Am..ampun, kakkk!!!!" teriak Kairo.
__ADS_1
Wanita yang tadi berdiri diam mematung itupun mulai berjalan mendekat sambil membawa botol bir yang telah kosong.
Pyarrrr.....
Wanita itu menghantam kepala Shaki dengan menggunakan botol bir yang telah kosong hingga membuat botol itu pecah mengenai kepala Shaki. Walau darah mengucur dari kepala Shaki, namun tidak menghentikan aksi Shaki menghajar Kairo. Pria itu telah babak belur berlumuran darah dibuat Shaki.
"Kakak?!!!" teriak Hyuna yang baru memasuki apartemen Kairo.
Hyuna melihat kepala kakaknya mengeluarkan darah. Dia langsung menghampiri Shaki. Hyuna juga terkejut melihat wanita yang berada didalam apartemen itu begitu juga dengan Kairo yang telah terkapar di lantai dengan luka tonjokkan yang cukup parah.
"Amanda?!!" tanya Hyuna.
Hyuna tidak menyangka bahwa Amanda, kekasih Alvaro ada ditempat ini. Bersama Kairo pula.
"Kalian..." tunjuk Hyuna ke arah Amanda dan Kairo.
"Dek?!"
"Shaki?!!!"
Darel dan yang lain baru tiba di apartemen itu. Mereka begitu terkejut melihat kepala Shaki.
"Sudah aku tepati janjiku, dek..."
Tubuh Shaki mulai lemah. Kesadarannya mulai menghilang. Dia jatuh dalam pelukan Hyuna. Namun karena tubuh Shaki yang lebih besar dari pada Hyuna, membuat Hyuna ikut terjatuh ke lantai karena tidak kuat menyangga tubuh kakaknya.
"Pi, tolong bawa kakak ke rumah sakit!!!" mohon Hyuna.
"Shaki, bertahan, nak!!" ucap Darel.
********
Dirumah sakit. Shaki telah mendapatkan perawatan dari Angel. Untung saja tadi pasien cukup senggang dan kebetulan Angel dapat jaga malam hari ini sedangkan suaminya, Bagas tengah melakukan operasi dadakan pada pasien yang mengalami kecelakaan beberapa jam yang lalu. Bagas dan Angel sempat datang ke acara Ana tadi, namun mereka pamit lebih dulu karena Bagas yang mendapat panggilan dari pihak rumah sakit.
"Untung saja lukanya tidak terlalu dalam. Sudah tante perban yaa, nanti kalau kamu pusing atau ada keluhan lain di kepala bisa langsung telpon tante. Ini juga ada obat untuk menghilangkan nyeri malam ini, juga obat untuk jaga-jaga siapa tahu nanti kamu demam akibat luka ini." jelas Angel lembut.
"Terimakasih, Angel!" ucap Darel.
"Sama-sama, tuan. Oh ya, Hyuna. Luka kaki kamu biar tante bersihkan sini. Tante kasih antiseptik aja, takutnya nanti lukanya parah." ucap Angel.
Semua orang langsung menoleh kearah Hyuna lalu ke arah kakinya. Kaki Hyuna yang di plaster memang di bagian tumit, namun lukanya berada di tumit bagian sisi kiri membuat plasternya sedikit terlihat.
"Kamu luka?! Apa karena pria bajinga* tadi?!" tanya Shaki langsung turun dari ranjang rumah sakit dan menghampiri Hyuna.
Shaki berjongkok untuk melihat luka adiknya itu.
"Hanya luka kecil kok kak, nggak apa-apa." ucap Hyuna.
"Walaupun luka kecil, itu tetaplah luka, sayang. Angel, tolong obati dia ya." pinta Darel menatap Angel.
"Baik, tuan." ucap Angel.
Tidak butuh waktu lama, Angel pun selesai mengobati luka Hyuna.
__ADS_1
"Sudah?!" tanya Iwang.
"Maaf." ucap Hyuna.
Saat ini, kakak dan papinya ada dihadapannya.
"Untuk apa?" tanya Darel.
"Karena Hyuna buat kekacauan lagi. Apalagi sampai kak Shaki terluka di kepala seperti itu. Hyuna minta maaf. Hyuna salah karena tidak menghiraukan peringatan kakak, apalagi kak Shaki. Hyuna benar-benar minta maaf." ucap Hyuna.
Isakan kecil mulai terdengar dari Hyuna. Dia menangis. Dia menyesal tidak mengindahkan peringatan dari kakak-kakak dan abangnya. Dia yang keras kepala itu akhirnya membuat banyak orang kerepotan ulah dirinya. Sampai Shaki juga menjadi korbannya.
"Sudahlah. Papi tahu kamu gadis papi yang baik. Kamu selalu melihat sesuatu dari sisi baiknya. Persis seperti mami mu." ucap Darel.
Darel membawa putri satu-satunya itu kedalam pelukannya, diikuti Shaki lalu Iwang kemudian Kaivan yang terakhir. Sungguh, mereka terlihat seperti keluarga yang harmonis.
Dari kejauhan, Bagas dan Angel melihat mereka dengan senyum penuh haru. Bagas yang baru menyelesaikan operasinya langsung menghampiri sang istri kala mendapat pesan kalau Shaki terluka dan dibawa ke rumah sakit.
"Andai saja Mentari masih hidup ya." gumam Bagas sambil membawa kepala Angel agar menyender pada bahunya.
"Aku rindu sekali dengan Tari. Melihat Hyuna mengingatkan aku pada Mentari. Senyumnya, kebaikannya, dan sifatnya persis seperti Mentari." ucap Angel tersenyum haru bahkan sampai menangis.
"Aku tahu kenapa Darel bisa betah menduda selama ini." ucap Bagas lagi.
"Karena tidak akan dia temukan sosok Mentari dalam diri wanita manapun. Bagi Darel yang dulu hidupnya penuh dengan kegelapan, sosok Mentari seperti cahaya baginya. Dengan kesabaran dan keikhlasan Mentari, Mentari bisa membawa Darel dari dunia suramnya itu kedalam dunia Mentari yang penuh warna. Jatuh bangunnya rumah tangga mereka juga sudah mereka lalui. Pahitnya pernikahan telah mereka teguk. Namun sayangnya, begitu hampir tiba bagi mereka meneguk manisnya madu pernikahan mereka, Mentari justru harus tiada." ucap Bagas panjang lebar.
Dia masih ingat betul bagaimana frustasinya Darel saat itu. Tubuh Darel bahkan sampai sangat kurus dulu. Namun karena anak-anaknya, Darel kembali bangkit. Juga karena dukungan dari sahabat dan keluarganya. Darel akhirnya mampu melewati semuanya. Tanpa sadar Bagas sampai mengeluarkan setitik air mata. Begitu perih hatinya kala mengingat perjuangan sahabatnya itu bersama Mentari. Wanita sederhana yang rupanya mampu menggetarkan hati seorang Darel Sanjaya.
"I love you!" ungkap Angel menatap ke arah suaminya.
"Love you more!" balas Bagas.
Pelukan Bagas pada istrinya semakin mengerat. Angel juga semakin nyaman menyandarkan kepalanya dipundak sang suaminya. Bahu suami adalah tempat ternyaman bagi istrinya. Pelukan dari suami mampu mengembalikan tenaga sang istri yang telah lelah baik yang bekerja diluar rumah maupun yang bekerja didalam rumah sebagai ibu rumah tangga.
Hal sederhana namun tidak semua suami bisa melakukannya. Banyak diluar sana para suami yang mengeluh lelah dan bertingkah semena-mena hanya karena dia menjadi tulang punggung keluarga yang telah memberi makan anak dan istrinya. Banyak dari para suami yang buta mata. Mereka tidak melihat kesibukan si istri selama dirumah dan hanya mampu memaki hanya karena kesalahan kecil dari si istri tanpa bisa melihat kebaikan lain yang dilakukan sang istri dirumah. Terkadang suami berkata kasar hanya karena masakan yang dimasak terlalu asin atau hambar, pakaian yang terkadang belum dicuci atau kadang tidak terlalu bersih. Rumah yang terkadang masih berantakan dan kotor. Tanpa mereka ketahui sang istri telah bekerja seharian penuh dirumah apalagi jika sudah memiliki anak. Anak ditinggal sebentar saja pasti akan langsung menangis mencari ibunya sehingga melakukan apapun menjadi kurang fokus. Belum lagi kalau si anak rewel.
Belum lagi kalau si anak sudah mulai berjalan. Rumah dijadikannya tempat bermain sehingga banyak perabotan yang berserakan ulah di anak yang mulai aktif dan rasa keingintahuannya semakin besar.
Banyak dari para suami hanya mau enaknya saja tanpa mau susahnya. Tidak jarang juga si istri dituntut harus bekerja namun juga tetap menjalankan kewajibannya mengurus anak dan suami. Sedangkan suami?? Hanya dituntut bekerja saja tanpa mau membantu mengurus rumah dan anak.
Hal-hal seperti ini banyak sekali terjadi dalam kehidupan rumah tangga di sekeliling kita atau bahkan ada dari para reader yang mengalaminya. Author sendiri juga telah menyaksikan sendiri anarki seperti ini, dimana wanita dituntut untuk bisa dan mampu mengerjakan semua. Wanita dituntut untuk mandiri, punya penghasilan, cantik, berpenampilan menarik, dan mampu mengurus rumah, memasak, dan sebagainya.
Maka dari itu saat ini banyak wanita yang menjadi janda. Ada beberapa faktor, namun salah satunya wanita merasa suami tidak bisa menghargainya sebagai istri yang telah memberikan uang terbaik untuk suami dan rumah tangga mereka tanpa adanya feedback baik dari sang suami. Juga karena si istri yang telah memiliki penghasilan lebih besar dari suami karena sebelumnya suami selalu menuntutnya untuk bekerja hingga si istri berpikir untuk apa bersuami jika dia dituntut mencari dan menghasilkan uang sendiri?!
*
*
*
*
*
__ADS_1
Hai para reader setia novel SUAMIKU MR. MAVIA!! Author mohon maaf karena tidak bisa selalu update karena saat ini author pindah ke daerah yang susah sinyal🙏🙏 jadi mohon bersabar menanti kelanjutan ceritanya karena author usahakan untuk tetap update yaa☺️ untuk yang telah memberi dukungan author ucapakan terimakasih. Dukungan dari para reader yang membuat author menjadi semakin semangat untuk terus update 😊♥️♥️