Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 85


__ADS_3

Mentari dan Darel terbangun pukul 19.00 malam. Mereka mandi bergantian. Setelah itu mereka keluar apartemen untuk mencari makan malam. Mereka berdua berhenti disebuah kios pedagang kaki lima didekat apartemen yang menyediakan makanan halal.


"Kami pesan dua porsi." ucap Mentari.


"Alright!" ucap pedagang itu yang sedikit-sedikit mengerti bahasa Indonesia.


"Ini silahkan dinikmati!" ucap istri pedagang kaki lima.


"Emm, kau bisa bahasa Indonesia?" tanya Mentari.


Darel memilih memakan makanannya dari pada mendengarnya perkataan yang kurang bermutu baginya.


"Saya juga orang Indonesia, kalau suami saya dari Paris. Kami dulu bertemu di Singapura saat saya sedang menjadi TKW disana dan suami saya sedang berwisata." ucap wanita itu.


"Oh begitu, pantas saja suami anda mengerti bahasa Indonesia hehehe!" ucap Mentari cengengesan.


Setelah obrolan yang cukup lama, Mentari pun akhirnya memakan makanannya. Darel yang memang sudah makan duluan, makanannya tersisa sedikit saat Mentari mulai makan.


Mentari tidak berkomentar lagi, perutnya sudah tidak bisa diajak kompromi karena meminta jatah makan. Sebenarnya mereka bisa saja memasak di apartemen, namun karena samping apartemen banyak pedagang kaki lima Mentari memilih menikmati makanan mereka meskipun sebenarnya Darel meragukan kebersihannya.


Setelah makan malam, Darel membawa Mentari melihat-lihat keindahan kota Paris dari atas menara Eiffel.

__ADS_1


"Wahhh, indah banget!!" ucap Mentari terkagum-kagum.


"Harusnya kau bawa jaket tadi! disini sangat dingin kalau malam." ucap Darel ketus.


"Ya udah sih, lagian udah sampai sini juga kok masa mau balik ke apartemen?" ucap Mentari malas berdebat.


Hari semakin malam, membuat udara diatas menara Eiffel semakin dingin. Mentari yang saat itu hanya memakai pakaian tipis merasa sangat kedinginan.


Melihat Mentari yang menggigil kedinginan, Darel berinisiatif untuk melepas jaketnya dan memakaikannya ketubuh Mentari.


"Kita pulang saja, lagian sudah malam juga. Kalau sampai kamu sakit disini bisa habis aku sama papa!" ucap Darel dingin.


Sebenarnya dia masih ingin tetap disana, tapi tubuhnya tidak bisa diajak kompromi lagi saking kedinginannya.


Mereka pun kembali ke apartemen. Darel meminta Fery untuk menjemput mereka. Sesampainya di apartemen, Mentari langsung membaringkan tubuhnya tanpa berganti pakaian.


Lain halnya dengan Darel yang langsung mandi dan berganti baju tidur. Mentari memilih langsung tidur dibawah selimut yang tebal dan hangat.


********


Erik dan Ozan terus diawasi oleh pimpinan kelompok yang setia dengan Darel dari jauh. Iyan yang memang sudah memiliki bukti penghianatan mereka tidak diijinkan Darel untuk mengintai mereka lagi. Karena pastinya Erik dan Ozan mengetahui kalau selama ini Iyan sudah memata-matai mereka, dan hal itu akan menjadi fatal jika Iyan terus mengintai mereka. Darel tetap ingin Erik dan Ozan berlaku seperti biasanya, dengan semua penghianatan dan penipuan mereka hingga saat yang tepat Darel akan membasmi penghianat-penghianat dikelompoknya.

__ADS_1


Maka dari itu tugas mengintai Erik dan Ozan diserahkan pada pemimpin kelompok lain selain Iyan.


********


Malam ini Daniar tidak bisa tidur. Dia terus menatap bintang-bintang yang ada dilangit melalui jendelanya. Selama seharian ini Daniar terus tersenyum, memancarkan aura kebahagian serta berbunga-bunga. Senang karena dirinya sudah mengatakan perasaannya yang sesungguhnya kepada Zanu, dan berbunga-bunga karena ternyata cintanya tidak bertepuk sebelah tangan.


Ingin sekali rasanya Daniar bertelepon ria dengan Zanu sebelum dia tidur, namun sebuah pesan singkat dari Zanu yang mengatakan bahwa dia sedang sibuk membuat Daniar mengurungkan niatnya dan tidak ingin mengganggu Zanu.


Ah, andai saja aku bisa mendengar suara Zanu malam ini pasti aku akan tidur dengan sangat-sangat nyenyak! batin Daniar sambil memandang bintang yang gemerlap di angkasa.


"Aduh Daniar kau ini, baru juga menyatakan cinta pada Zanu sudah membuatmu bucin maksimal gitu apa lagi nanti kalau udah resmi pacaran?" ucap Daniar yang membuat rona merah di pipinya.


Tentu saja, Membayangkan pria idaman menjadi pasangan kita adalah hal yang membahagiakan bukan? itu pula yang Daniar rasakan saat ini mengingat Zanu adalah cinta pada pandangan pertama dan juga cinta pertamanya. Zanu yang pertama, dan Zanu juga harus jadi yang terakhir pikir Daniar.


Malam semakin larut, Daniar menutup jendela kamarnya dan membaringkan tubuhnya dibawah selimut hangat dan bersiap menuju ke alam mimpi.


********


Hallo kakak-kakak, aku udah kumpulin semua vote kalian yaπŸ˜‹ jadi aku akan up setiap hari Senin dan Jum'at, kalau untuk berapa episode setiap up nya itu belum tahu.


Oh ya aku ucapkan SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI, MINAL AIDZIN WALL FA'IDZIN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATINπŸ™πŸ™πŸ•ŒπŸ•Œ untuk yang beragama Islam. Semoga amal baik kakak-kakak semua selama bulan Ramadhan ini menjadi gudang pahala bagi kakak semuanya, aminn😊😊🀲🀲

__ADS_1


__ADS_2