Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 297


__ADS_3

Darel yang baru selesai meeting pukul dua siang itu terlihat sangat letih. Dia menyenderkan kepalanya dengan terpejam di kursi kebesarannya. Baru saja hendak terlelap sebuah ketukan membangunkan dirinya.


"Aihhh, baru juga mau istirahat!!" keluh Darel.


"Masuk!" ucap Darel.


Adi, Harri, juga Lukas datang bersamaan dengan Wisnu dan Nurul. Entah kenapa mereka bisa berbondong-bondong datang menemuinya, Darel sendiri juga tidak tahu.


"Ada masalah apa sampai kalian menemuiku beramai-ramai begini?" tanya Darel.


"Tuan....itu...em... eh, Di, kamu aja sana yang ngomong sama tuan!" ucap Harri menyikut lengan Adi yang berdiri di sampingnya.


"Kenapa aku! kau kan tadi udah mau ngomong!!!" ucap Adi.


"Kalian mau ngomong apa tidak!!! kalau tidak siap-siap kalian merasakan amarahku karena telah mengangguk jam istirahat ku!" ucap Darel menatap tajam ketiga anak buahnya ini.


"Maaf tuan! kami mendapat informasi bahwa kecurigaan anda benar adanya!" ucap Lukas menengahi.


"Maksudnya?" tanya Darel.


"Ada seorang pria yang tengah mengunjungi makam ibunya melihat tuan besar disana. Awalnya dia tidak tahu, namun setelah kami menunjukkan foto tuan besar dia langsung mengenalinya." jelas Lukas.


"Jadi, benar! papa ada sangkut pautnya dengan semua ini?" ucap Darel lirih.


"Apa kalian ada bukti lain?" tanya Darel memastikan kecurigaannya.


Dia sudah terlalu muak dengan teka teki yang bagai tiada ujungnya ini.


"Kami juga telah menemukan beberapa orang yang pertama kali menyebarkan rumor mengenai tuan Mario, tuan! mereka masih hidup dan masih tinggal di kampung lama nona Mentari!" ucap Adi.


"Kalian sudah mendapatkan informasi dari mereka? bayar berapapun agar mereka mau buka mulut! uang ku takkan habis hanya untuk membayar curut-curut macam mereka!" ucap Darel.


"Kami sudah mendapatkan informasi dari mereka, tuan! dan sayangnya, lagi-lagi kecurigaan anda benar adanya! tuan besar jugalah yang ada dibalik pemfitnahan tuan Mario." ucap Adi.


BRAKKKK....


"BRENGSE*!!!!"


Teriak Darel menggebrak meja sekeras mungkin hingga mereka terlonjak kaget.


"Apa motif papa sebenarnya?! apa karena mama Maya adalah mantan kekasihnya hingga papa tega melakukan ini pada sahabatnya?! aku harus menemui papa sekarang juga! Adi, kau mendapatkan rekaman itu?" tanya Darel.


"Semua ada disini, tuan!" ucap Adi memberikan sebuah perekam suara kepada Darel.


"Terimakasih!" ucap Darel.


"Kita pergi menemui papa sekarang!" ucap Darel pergi lebih dulu keluar ruangannya.


Pa, apa yang telah kau lakukan? apa selicik itu papaku? aku sungguh tidak menyangka kau berbuat seperti ini! batin Darel.


********


Darel sampai direstoran yang telah dia kirimkan alamatnya kepada papanya. Sepanjang perjalanan tadi, Darel bertelepon dengan papanya untuk menemuinya di restoran ini. Untungnya papanya saat itu tengah berada didekat sana hingga dia bisa secepatnya menuju restoran itu.


"Atas nama tuan Darel!" ucap Darel memperkenalkan diri kepada pelayan restoran.

__ADS_1


"Mari tuan! tuan Sanjaya sudah menunggu anda!" ucap pelayan itu membawa Darel dan yang lain ke ruang VIP yang tertutup.


Rupanya tuan Ardi telah sampai lebih dulu sehingga dia memesan ruangan VIP untuk bertemu dengan Darel. Begitu sampai diruangan, Darel, Adi, Harri, dan Lukas pun memasuki ruangan itu. Disana, tuan Ardi tengah menikmati teh hijau kegemarannya.


"Ah, Darel! ayo duduk!" ucap tuan Ardi dengan sumringah.


Darel muak tatkala menatap senyum papanya. Namun dia tetap membalas dengan senyum walau terkesan dipaksakan.


"Jadi, ada hal apa hingga kau mengajak papa ketemuan diluar?" tanya tuan Ardi dengan santainya.


"Apa yang telah papa lakukan kepada papa Mario dan mama Maya?!" tanya Darel tanpa basa-basi.


Tuan Ardi terkejut mendengar pertanyaan Darel semakin menguatkan kecurigaan Darel bahwa memang papanya lah dalang dibalik meninggalnya orang tua Mentari.


"M...Mario?!" tanya tuan Ardi gugup.


Entah mengapa diruangan yang ber-AC ini, tuan Ardi malah berkeringat dingin. Ekspresi wajahnya juga terlihat sangat gugup setelah Darel mengatakan mengenai papa dan mama mertuanya berbeda saat dia baru sampai tadi.


"Apa yang papa lakukan dengan kedua orang tua Mentari?!" tanya Darel menekan setiap katanya.


"Papa...pa...pa..." jawab tuan Ardi gugup.


"Apa hanya karena kisah asmara yang belum usai hingga semua itu membutakan mata papa sampai papa tega membunuh dua orang yang tidak bersalah?! memisahkan anak dari orang tuanya?! merenggut masa kecil anak itu?! merebut dunia impiannya?" cerca Darel semakin membuat tuan Ardi kelabakan.


Mata Darel memanas. Jujur Darel bingung berada diposisi ini. Dia ingin marah kepada papanya, namun jika terjadi apa-apa dengan papanya dia juga yang merasakan sakitnya. Terlebih mamanya pasti akan sangat sedih jika papanya terluka.


"Darel....papa...papa khilaf, nak!! maafkan papa!" ucap tuan Ardi setelah lama hening tercipta.


"Aku kecewa kepada papa! mengapa papa melakukan hal ini, pa?! pertama, papa selingkuh dari mama. Kedua, papa tega membunuh orang tua Mentari demi ego papa sendiri!" ucap Darel tidak habis pikir dengan jalan pikiran papanya saat itu.


"Maafkan papa Darel!!" hanya itu yang dapat tuan Ardi lakukan.


"Jadi, mengapa papa melakukan semua ini?" tanya Darel sekali lagi.


Tuan Ardi menghela nafas panjang. Mencoba menutupi masalah yang telah dia pendam puluhan tahun pun rasanya percuma karena Darel, putranya itu pasti telah menemukan banyak bukti sebelum sampai pada dirinya.


"Kisah ini terjadi saat papa berusia 27 tahun." ucap tuan Ardi menerawang jauh kedepan.


# Flashback 23 tahun yang lalu #


Tuan Ardi berjalan menuju toko bunga yang ada didekat perusahaannya waktu itu. Hari ini adalah acara pertemuan pertamanya dengan sahabat istrinya. Tuan Ardi yang terlambat memutuskan untuk pergi sendiri menuju ke restoran tempat pertemuan berlangsung.


"Maaf, saya terlambat!" ucap tuan Ardi kala telah sampai di meja yang dipesan oleh istrinya.


Wajahnya yang semula tersenyum ramah mendadak pias tatkala melihat tamu yang dimaksud istrinya. Wanita memakai dress press body berwarna biru diatas lutut itu menatap ke arahnya sama terkejutnya.


"Sayang, kenalkan ini Maya sahabatku yang sering aku ceritakan itu, dan itu suaminya, Mario! Maya, Mario, ini suamiku!" ucap Rumi memperkenalkan sahabatnya.


"Ardi!" sapa tuan Ardi mengulurkan tangan berjabat tangan.


Mario menyambut hangat jabatan tangan Ardi, sedangkan Maya terlihat salah tingkah namun berusaha dia sembunyikan. Dari pertemuan pertama itulah mereka berempat menjadi seorang sahabat.


Suatu hari, tuan Ardi menelepon Maya untuk bertemu di sebuah kamar hotel. Awalnya Maya ragu, namun akhirnya dia pun mengiyakan ajakan Ardi yang tak lain adalah mantan kekasihnya.


Sesampainya di hotel yang menjadi tempat pertemuannya dengan tuan Ardi, Maya pun masuk ke kamar yang telah diberi tahu sebelumnya.

__ADS_1


Didalam kamar.


"Maya! aku sangat merindukanmu!" ucap tuan Ardi memeluk tubuh mantan kekasihnya itu dengan sangat erat seolah tidak ingin kehilangan untuk yang kedua kalinya.


"Ardi lepaskan akuu! aku sudah menikah begitupun denganmu! aku sahabat istrimu kalau kau lupa!" ucap Maya mendorong tubuh Ardi menjauh darinya hingga pelukannya pun terlepas.


Ardi menatap Maya dengan tatapan penuh rindu. Perpisahan mereka dahulu karena Maya harus melanjutkan kuliah S2 di luar negeri.


"Kau tidak rindu padaku, Maya?" tanya Ardi menatapnya pilu.


"Ardi, sadarlah! kita sudah berbeda kondisinya dengan dahulu! kita sudah terpisahkan oleh dinding yang sangat tinggi. Kau dan aku telah memiliki pasangan masing-masing, kau juga telah memiliki seorang putri dan satu putra." ucap Maya.


Walau jujur didalam hati Maya, dia pun sama merindukan Ardi seperti pria itu. Namun dia sadar akan posisi mereka sekarang.


"Baiklah! sebagai salam perpisahan, bolehkan aku mentraktirmu minum!" tawar Ardi.


"Baiklah! untuk terakhir ini saja!" ucap Maya.


Dia menerima minuman yang diberikan oleh Ardi tanpa curiga sedikitpun. Begitu meneguk minuman itu hingga habis, tubuh Maya rasanya menjadi sangat pusing dan tiba-tiba dia mengantuk berat. Dia pun tertidur diatas ranjang hotel.


"Maafkan aku, Maya! aku terpaksa melakukan ini! aku mencintaimu! aku tidak ingin kau dimiliki orang lain!" ucap Ardi disamping tubuh Maya yang terlelap akibat obat tidur


Ya, sebelum Maya datang, Ardi telah mempersiapkan dua buah gelas minuman dimana salah satu dari dua minuman itu telah dia campur dengan obat tidur. Ardi memposisikan ponselnya agar mengarah telat pada ranjang. Perekam layar pun dinyalakan. Ardi memulai aksi bejatnya kepada Maya.


Beberapa jam setelahnya, Maya tersadar dari pengaruh obat tidur itu. Dia memarahi Ardi karena telah melecehkan dirinya. Ardi mengancam akan menyebarkan video yang telah dia ambil sewaktu Maya tidur jika Maya tidak menuruti keinginannya. Sejak hari itu, Ardi terus menuntut agar Maya memuaskan dirinya. Karena Ardi melakukannya tanpa pengaman, Maya berkali-kali sampai kebobolan. Namun Maya selalu menggugurkan kandungannya karena posisinya saat itu Mario pergi keluar negeri sehingga akan gawat jika tiba-tiba Maya hamil tanpa ada suami disampingnya.


Begitu Mario kembali dari luar negeri, Maya dengan gencar mengajak suaminya untuk berhubungan. Alasannya hanya satu, agar menutupi hubungan menyimpangnya dengan Ardi.


Beruntungnya Maya, tiga minggu setelah berturut-turut berhubungan dengan suaminya, Maya dinyatakan mengandung. Hal yang sama juga didapatkan dari Rumi yang juga mengandung anak ketiganya.


Perselingkuhan Ardi dan Maya tidak hanya sampai disana saja. Selepas melahirkan, Ardi terus memaksa Maya melakukan keinginannya. Hingga pada puncaknya saat putri pertamanya telah tumbuh besar. Maya muak dengan Ardi yang terus memaksa dirinya. Dia pun mengancam Ardi juga dia terus memaksa Maya melakukan keinginannya, Maya tidak segan-segan bunuh diri. Saat itu juga posisinya Maya baru saja menggugurkan kandungannya hasil benih dari Ardi.


Ardi yang frustasi karena ditinggalkan oleh Maya lagi pun dengan gelap mata membayar beberapa orang di kampung Mario untuk memfitnah Mario menggelapkan uang perusahaan. Ardi tidak pikir panjang jika hal itu bisa sampai membunuh kedua orang itu dan menyisakan putri mereka, Mentari. Karena merasa bersalah Ardi membawa jenazah keduanya untuk dimakamkan disebuah kampung tidak jauh dari kampung Mario. Dan untuk menutupi kejahatannya, Ardi meminta bawahannya yang terpercaya untuk menggabungkan dana investasi Mario diperusahaannya menjadi kas perusahaan.


Semuanya nampak baik-baik saja, hingga Ardi tahu bahwa kepala bagian keuangan yang dia mintai untuk menggabungkan dana investasi Mario berkhianat. Dia merencanakan untuk malaporkan kejahatannya ke polisi. Tidak punya pilihan lain, Ardi pun menyuruh anak buahnya untuk membunuh kepala bagian keuangan dan memintanya agar kematiannya dibuat seperti murni akibat kecelakaan.


# Flashback Off #


"Papa minta maaf atas semuanya! papa khilaf melakukannya! papa terus merasa bersalah kepada Mentari karena itu papa menyayanginya seperti anak papa sendiri. Karena belum tentu Maya mengandung benih dari Mario. Ada kemungkinan Mentari itu anak papa. Tapi untungnya hal itu tidak benar, karena papa telah melakukan tes DNA dan Mentari bukan anak papa." ucap tuan Ardi menyelesaikan ceritanya.


Darel, Adi, Lukas, dan Harri sampai tercengang dengan fakta baru yang diutarakan tuan Ardi. Bak iblis yang menyamar sebagai malaikat, seperti itulah tuan Ardi dimata mereka sekarang.


Darel yang tidak kuasa menahan amarahnya, memutuskan untuk pergi. Sebelum dia pergi, Darel mengatakan sesuatu kepada tuan Ardi.


"Aku tidak akan mengatakan kebenaran ini kepada istriku, karena jika dia mengetahui semua kebenaran ini maka kau sebagai sosok pengganti ayahnya akan menjadi tercoreng dan itu pasti akan berdampak pada kondisi kesehatan dan kehamilannya. Sebagai putramu aku kecewa padamu. Mewakili mama, aku katakan padamu, kau adalah pria paling pengecut yang pernah aku temui. Aku mungkin pernah melakukan kesalahan namun aku mengakuinya dan berusaha memperbaiki nya. Tapi kau, kau telah menyembunyikan kesalahanmu dan menyingkirkan orang-orang tidak berdosa untuk menyembunyikannya! dosamu terlalu besar untuk dimaafkan!" ucap Darel tanpa melihat kearah papanya.


Darel pergi dari ruangan itu disusul ketiga anak buahnya. Perasaannya sangat hancur, sehancur harga diri mama mertuanya yang dijadikan budak nafsu oleh papanya. Begitu beja*nya papanya hingga tega melakukan itu semua. Bukan hanya melukai orang tua Mentari dan Mentari, namun juga orang-orang yang tidak bersalah pun ikut menjadi korban. Terlebih mamanya yang selama ini mengira papanya adalah orang yang setia, padahal nyatanya papanya tidak lebih dari seorang iblis yang menyamar menjadi malaikat.


*


*


*


*

__ADS_1


*


Hai para reader!! author ucapkan terimakasih kepada kalian yang masih setia pada novel SUAMIKU MR. MAFIA hingga sampai pada bab ini☺️ dukung author terus dengan like, komen, share+tips agar author semakin semangat update nya🤭


__ADS_2