Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 60


__ADS_3

Hyuna menatap sendu ke arah Naruka yang berbaring lemah. Sejak tadi, Naruka belum siuman juga. Hyuna merasa begitu menyesal terlebih perkataan Zoe tadi yang mengatakan dirinya pembunuh.


"Apa yang kau pikirkan?" tanya Shaki.


Shaki datang setelah kedatangan Daniar tadi bersama Kaivan dan Iwang. Di ruangan ini sekarang hanya ada Kaj, Hyuna dan Shaki sedangkan yang lain berada diluar untuk membeli makanan.


"Tidak ada." jawab Hyuna tanpa mengalihkan pandangannya dari Naruka.


Wajah pucat itu, Hyuna merasakan sakit dan putus asanya gadis itu.


"Jangan salahkan dirimu atas kejadian ini! Ini bukan salahmu!" ucap Kaj yang berdiri di samping Hyuna.


"Ini memang salahku! Aku meninggalkannya disaat-saat terpuruknya. Aku..." terhenti.


Kaj memeluk Hyuna. Membawa gadis itu kedalam dekapannya yang hangat. Bahu Hyuna bergetar dan terdengar isakan lirih. Shaki hendak protes saat Kaj memeluk adik perempuannya, namun dia urungkan niatnya itu.


"Bukan! Ini bukan salahmu! Jangan salahkan dirimu!" ucap Kaj.


"Kakak akan coba cari siapa laki-laki yang sudah menodai Naruka. Kemungkinan besar kita mengenali laki-laki itu, makanya Naruka tidak ingin mengungkap siapa laki-laki itu." ucap Shaki.


********


Beberapa hari telah berlalu. Kondisi Naruka telah pulih sepenuhnya. Dia telah diperbolehkan untuk pulang. Hyuna memohon pada Darel untuk sementara waktu Naruka pulang ke rumah mereka agar ada yang menjaganya. Darel tidak berani menolak keinginan putri tercintanya itu. Pertunangan Hyuna dan Kaj juga harus diundur satu minggu karena Hyuna ingin merawat Naruka. Naruka sendiri telah mengatakan pada Hyuna bahwa dia akan baik-baik saja dan meminta Hyuna tetap melangsungkan pertunangannya seperti yang telah direncanakan, namun Hyuna menolaknya. Kanaya dan Aditnya juga tidak keberatan dengan keputusan Hyuna itu.


"Kak, maaf telah merepotkan mu. Aku sudah baik-baik saja kok, kakak tenang saja. Jangan tunda pertunanganmu hanya karena aku." bujuk Naruka untuk yang kesekian kalinya.


"Naru, aku tidak tahu dimana aunty Zoe, atau uncle Rangga. Aku juga tidak bisa membujuk uncle Juna untuk datang dan merawat mu. Setidaknya kau masih punya aku yang akan merawat mu sampai kau sembuh. Papi, kakak, dan yang lain masih berusaha mencari siapa yang telah menodai mu. Jujur, aku tidak terima kau diperlakukan seperti ini." ucap Hyuna.


Naruka berkaca-kaca mendengar perkataan Hyuna. Gadis yang sebelumnya pernah ingin Naruka hancurkan, namun rupanya gadis ini pula yang selalu ada disaat terburuknya. Hyuna juga tidak mau meninggalkan Naruka walau sebentar saja. Hyuna takut Naruka akan nekat lagi seperti kemarin.


"Terimakasih kak, dan maaf untuk semua kesalahanku." ucap Naruka menangis.

__ADS_1


"Sudahlah, yang lalu biarlah berlalu." ucap Hyuna.


Disisi lain, Alvaro terlihat begitu gelisah. Entah apa yang dia rasakan saat ini, namun bayang-bayang Naruka terus saja menghantui pikirannya. Alvaro bahkan sampai tidak fokus menjalankan pekerjaannya dan sekarang dia dipanggil ke ruangan Zanu. Papanya itu menatap bingung padanya, seolah menemukan keanehan pada Alvaro.


"Kamu sakit?" tanya Zanu tiba-tiba.


Alvaro menggelengkan kepalanya.


"Lalu? Mengapa berkas seperti ini saja kamu bisa sampai salah mengerjakannya? Papa tahu kemampuan kamu sampai dimana, dan papa rasa berkas-berkas seperti ini bagi kamu hal yang mudah." ucap Zanu.


Tadi Zanu mendapatkan aduan dari Rama mengenai perilaku Alvaro yang beberapa hari ini terlihat aneh. Sering melamun saat jam kerja, pekerjaan yang terbengkalai. Bahkan tadi Alvaro salah mengerjakan berkas data pemasaran. Tidak terlalu fatal sebenarnya, namun aneh saja karena Alvaro biasanya juga mengerjakan berkas itu dan selalunya baik-baik saja tidak ada kesalahan.


"Maaf, pa!" ucap Alvaro.


Tidak ada kata lain yang terucap dari bibir Alvaro. Pikirannya terus saja terbayang wajah Naruka.


"Kamu pulang lah, dan istirahat. Tapi besok, papa harap kamu kembali bekerja seperti biasanya. Papa tidak mau mendengar aduan apapun mengenai kamu. Mengerti?!" ucap Zanu.


"Iya, pa!" ucap Alvaro.


"Saya tidak tahu apa yang anda pikirkan sampai salah mengerjakan berkas itu, tuan muda. Tapi saya yakin itu tidak jauh-jauh dari gadis yang bersama saya waktu itu."


Alvaro berbalik badan, menatap tajam ke arah pria yang mendekat ke arahnya dengan senyum mengejek.


"Saya tidak tahu ada hubungan apa anda dengan gadis itu. Emmm, siapa ya namanya?! Ah, Naruka!! Hahaha!" Rama tertawa mengejek.


"Tapi saya tahu apa yang kamu dan gadis itu lakukan. Hmmm, menurut anda, apa yang akan terjadi jika tuan Zanu tahu bahkan putra semata wayangnya menodai seorang gadis apalagi gadis itu tengah mabuk?!" tanya Rama dengan ekspresi menyebalkan bagi Alvaro.


Alvaro mencengkram kuat kerah Rama hingga membuat Rama terkejut apalagi tatapan tajam Alvaro membuat nyali Rama sedikit menciut.


"Kalau lo berani-beraninya membongkar hal ini pada papa, aku bakal pastikan bukan hanya kau tapi juga seluruh keluargamu akan menerima balasan dariku. Kau sangat mencintai adikmu bukan?! bisa bayangkan kalau aku melakukan sesuatu pada adik tersayang mu itu?!!" ucap Alvaro sedikit mengancam.

__ADS_1


Rama tersulut emosi. Rama dan adiknya, mereka berasal dari keluarga yang serba kekurangan dulunya. Ayahnya meninggal saat Rama berusia sebelas tahun dan adiknya berusia sembilan tahun. Ayahnya yang gila jud* dan mabuk-mabukan itu meninggalkan banyak hutang yang menjadi beban ibunya. Ibunya bahkan sampai harus terjun dalam dunia mala* untuk mencukupi kebutuhan mereka bertiga juga untuk membayar hutang-hutang ayahnya.


Saat usia Rama menginjak delapan belas tahun, ibunya meninggal karena disiksa oleh pelanggannya. Pelanggan ibunya itu memiliki kelainan dalam melakukan se* yaitu dengan berbuat kasar. Rama pernah mendengar dari seorang tetangganya dulu yang juga satu profesi dengan ibunya. Tetangganya mengatakan bahwa ibunya meninggal setelah dicambuk oleh pelanggannya. Tidak hanya itu, laki-laki itu juga memasukkan berbagai barang-barang seperti tongkat yang biasa dibawa satpam kompleks, dan benda-benda lainnya yang membuat bagian inti ibunya robek. Laki-laki itu juga melakukan kekerasan fisik hingga ibunya kehilangan banyak darah. Sejak saat itu, Rama dan adiknya harus berusaha untuk mencari kebutuhan mereka sendiri.


Rama membalaskan sakit hatinya dengan menidur* banyak gadis. Beberapa dari mereka bahkan mengaku hami* oleh Rama namun dengan teganya Rama justru meminta gadis itu menggugu*kan kandungannya. Bukan tanpa alasan Rama melakukannya. Nyonya yang menjadi atasan ibunya dulu adalah seorang wanita yang masih berusia dua puluhan tahun. Sebenarnya ibu dari wanita itulah majikan sebenarnya dari ibunya. Namun setelah meninggal bisnis gelap itu dilanjutkan oleh putrinya.


"LO TAU APA SOAL ADIK GUEE?!!! BERANI LO SENTUH DIA, GUE BAKAL BALAS PERBUATAN LO!!!" ucap Rama emosi.


Perdebatan Rama dan Alvaro itu memicu perhatian karyawan lain. Mereka sampai berkerumun untuk melihat apa yang terjadi namun dalam jarak yang cukup jauh.


"JANGAN HANYA KARENA LO ANAK PEMILIK PERUSAHAAN INI, LO JADI BISA SEENAKNYA SAMA GUE!!!" teriak Rama.


BUKKK...


Alvaro yang hatinya sedang buruk itu langsung melayangkan pukulan ke wajah Rama hingga sudut bibirnya robek dan berdarah.


"BRENGSE*!!!" maki Rama setelah mengusap sudut bibirnya yang berdarah.


Rama membalas pukulan Alvaro. Mereka pun terlibat sebuah perkelahian. Karyawan lain yang melihat itu tidak bisa berbuat apa-apa. Ingin memisahkan mereka namun takut terkena masalah.


Sementara itu, asisten Zanu yang melihat perkelahian itu langsung berlari menuju ruangan Zanu. Dia langsung masuk ke dalam ruangan Zanu tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


"Maaf karena saya langsung masuk begitu saja, pak! Tuan muda tengah berkelahi dengan Rama." lapor asisten Zanu.


Zanu yang mendengar laporan bahwa putranya tengah berkelahi itu memijit pelipisnya yang berdenyut sakit. Pusing dengan tingkah Alvaro.


Zanu berdiri dan dengan tatapan datar menghampiri pusat kerumunan dimana Alvaro dan Rama berkelahi. Saat berada di tempat itu, Zanu bisa melihat keduanya yang berkelahi dengan wajah yang sudah babak belur terutama Rama karena Zanu jago bela diri.


"BERHENTIIIII!!!!!!!" teriak Zanu memenuhi seluruh ruangan.


Alvaro yang hendak melayangkan pukulan di wajah boyok Rama yang saat itu posisinya tengah berbaring langsung menoleh ke sumber suara.

__ADS_1


"P...papa!!!" ucap Alvaro terkejut.


Zanu menatapnya tajam namun tatapan itu penuh dengan kekecewaan.


__ADS_2