Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 280


__ADS_3

"Kamu dari mana aja sih?!" cerca Mentari saat Darel baru saja kembali dari rumah pak Tejo.


"Emm, itu tadi apa...anu..." jawab Darel gelagapan.


"Anu...anu apaa??!!!" tanya Mentari.


"Tadi aku mau belikan kamu gado-gado yang kemarin, tapi karena tutup makanya aku beli in es krim aja yaa!" ucap Darel alesan.


"Es krimmm!!!!" ucap Mentari dengan mata berbinar.


Mentari langsung menyambar es krim di tangan Darel dan langsung memakannya.


Hufttt, untung aja tadi sempet ke supermarket!! kalau nggak, bisa dipotong nih jatahku malam ini!! batin Darel.


"Sayang, aku mandi dulu yaa! gerah banget nih!" ucap Darel membuka dua kancing kemejanya.


"Hem!" jawab Mentari.


Darel pun naik ke atas untuk mandi. Begitu dia selesai mandi, ponselnya berbunyi. Begitu dicek terdapat sebuah pesan dari Bagas.


"Hallo, Gas! ada apa?" tanya Darel langsung menelepon nomor Bagas.


"Apa?! jadi begitu ceritanya! kenapa dia tidak mau bilang yang sejujurnya? oke-oke kita kesana besok!" ucap Darel kemudian memutus sambungan telepon.


"Dari siapa yang telepon tadi? mukanya tegang banget!" tanya Mentari yang sudah berdiri diambang pintu.


Bibir Mentari penuh dengan lelehan es krim coklat, membuat Darel gemas sendiri karena istrinya seperti anak kecil yang makan es krim sampai belepotan.


Hap....


Darel berhasil Melu*** bibir Mentari. Masih bisa dia rasakan sisa-sisa es krim tadi di dalam mulut istrinya.


"Hemm, enak banget kalau makan es krim dari sini!" ucap Darel.


"Ihh, apaan sih!! nih kalau mau makan, makan dari sini!" ketus Mentari.


"Nggak ah!! enakan juga dari sini!" sahut Darel.


"Bisa nggak sih sehari aja nggak mesum gitu!!" omel Mentari.


"Nggak bisa!" jawab Darel singkat namun terdengar menyebalkan ditelinga Mentari.


"Dasar!!!"


"Eh, oh iya, besok aku mau keluar pagi-pagi! kamu dirumah aja yaaa!" ucap Darel.


"Kemana?" tanya Mentari menyipitkan matanya.


"Pergi bersama Bagas dan yang lain!" ucap Darel.


"Nggak bohong kan?" tanya Mentar.


"Ya enggak lah!! mana berani aku bohong lagii!"


"Yaudah!! ayo turun. Makan malam udah siap tuh!" ucap Mentari.


********

__ADS_1


Esok harinya ditempat Angel. Dia sudah dirias sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna putih lengkap dengan siger dan aksesoris yang lainnya. Namun sorot mata Angel terlihat sangat sedih dihari bahagianya. Mungkin Angel akan bahagia jika yang bersanding dengannya adalah Bagas, orang yang dia cintai. Namun nyatanya itu hanya akan menjadi angan-angan saja.


"Duhh, mbakk!!! jangan nangis terus dongg!! make up nya jadi luntur nihh!" ucap penata rias.


"Maaf, mbak!" ucap Angel mengambil tissue lalu menghapus air matanya pelan.


Angel sebisa mungkin menata hatinya untuk tidak menangis, tapi itu lebih sulit dari yang dia bayangkan. Rasanya sangat sakit dipaksa menikah dengan pria yang bukan dia cintai, apalagi dia bukan istri satu-satunya melainkan salah satunya.


"Apa semuanya sudah siap?" tanya Vian.


"Sudah!" ucap penata rias.


"Boleh tinggalkan kami berdua saja!" ucap Vian.


Penata rias dan beberapa orang lainnya segera meninggalkan ruangan itu, kini hanya tersisa Angel dan Vian didalam ruangan tersebut.


"Pikirkan lagi keputusanmu, dek!! aku tidak mau hidupmu menjadi hancur karena ini!! larilah dari sini, pergilah ke tempat yang jauh, bersembunyi lah dari mereka selama beberapa waktu!" ucap Vian menatap adiknya dengan tatapan sendu.


"Tidak kak!! jika aku melakukan itu kau dan ayah akan dalam masalah! aku tidak mau itu terjadi! bagaimanapun dia, dia tetap ayah kandungku! meskipun aku tidak pernah mendapatkan kasih sayang darinya atau dari ibu kita!" ucap Angel tersenyum getir.


"Angel!! kakak mohonn!!! jangan rusak masa depanmu demi ayah seperti dia!!" ucap Vian memohon kepada adiknya.


"Kak, jika ini jalan takdirku, sejauh apa aku pergi, akan tetap seperti ini akhirnya!! aku akan mencoba ikhlas begitu pula denganmu!" ucap Angel menggenggam tangan kakaknya.


Angel berusaha menyakinkan kakaknya juga dirinya bahwa semuanya akan baik-baik saja.


"Aku tetap tidak akan rela adikku satu-satunya dijadikan barang jual beli seperti ini!!! pergilah Angel, ku mohon pergilah!!! masih ada waktu untuk kau pergi dari tempat terkutuk ini!!!"


"Pengantin wanita harap keluar yaa!" ucap penghulu yang terdengar sampai ke ruangan mereka.


"Angel, ayo pergilah!!! waktumu tidak banyak lagi, Angel!!! ayo!!"


"Kak, sudah!!! biarkan seperti ini!! jangan persulit aku!! jangan buat keputusanku menjadi goyah!! kumohon dukung akuu!!" ucap Angel menatap kakaknya sendu.


"Angel...."


Seorang wanita datang lalu membawa Angel keluar dari ruangan itu. Vian menatap kepergian adiknya sampai dia keluar dari kamar. Dia merasa gagal sebagai seorang kakak karena tidak bisa melindungi adiknya sendiri.


"Semoga bantuanmu segera datang!!!" ucap Vian lirih kemudian ikut keluar.


********


"Saya nikahkan, Rusdi Bagus Cahyono dengan Angela Lucmanista dengan mas kawin mas murni seberat 25gram dibayar tunai!!" ucap penghulu.


Dada Angel bergemuruh. Detik-detik yang paling dia tunggu adalah menjadi seorang istri. Istri dari pria yang dia cintai. Namun nyatanya khayalan itu tinggalah khayalan. Dia dipinang dengan cara yang menyedihkan dengan pria yang menyedihkan pula. Bahkan kelima istri tuan Rusdi juga ada disini menjadi saksi pernikahan suami mereka. Angel bertanya-tanya apakah wanita-wanita ini rela suami mereka menikah lagi? setahunya, jika seorang wanita mencintai seorang pria, maka dia tidak akan rela berbagi hati dengan wanita lain, apalagi ini sampai ke lima dan akan menjadi yang ke enam kalinya tuan Rusdi menikah lagi.


"Saya terima nikah dan kawinnya...."


"STOPPPP!!!" teriak seseorang dari arah pintu depan.


Suara itu?! apa itu suara Bagas? batin Angel.


Angel langsung menoleh ke sumber suara. Bibirnya tersenyum bahagia mendapati pria yang dia cintai berada disini. Untuk sekejap dia ingin Bagas menyelamatkannya dari pernikahan terpaksa ini. Namun dia juga bingung bagaimana Bagas bisa sampai ditempat ini? Angel celingukan mencari dimana kakaknya berada. Tepat saat mata Angel menemukan kakaknya, Vian terlihat tersenyum menatap kearah Bagas.


Apa ini ulah kakak? apa kakak yang memberitahu Bagas?


"Apa-apaan kalian?! siapa kalian ini? kenapa mengacaukan acaraku?!" tanya pak Rusdi.

__ADS_1


"Saya kesini untuk menebus semua hutang-hutang ayahnya Angel!!" ucap Bagas tegas.


"Ohhh, apa ini kekasihmu, Angel?" tanya tuan Rusdi.


"Bagas, kenapa kamu bisa sampai disini? dan...darimana kau tahu kalau ayahku meminjam uang kepadanya?" tanya Angel yang sudah berdiri disamping Bagas.


"Itu kita bahas nanti!! sekarang..." Bagas mengalihkan pandangannya ke arah tuan Rusdi.


"Berapa sisa hutang yang harus dibayarkan?" tanya Bagas menatap tajam ke arah tuan Rusdi.


Hemm, sepertinya pria ini cukup kaya!!! aku bisa meminta harga yang tinggi biar bisa untung banyakk!!! batin tuan Rusdi.


"Ohh, tidak banyak kok!!! hanya 1 milyar sajaaa!!" ucap tuan Rusdi dengan eskpresi yang memuakkan bagi Bagas.


"Heii, penipu!!! kau jangan coba-coba menipu kami yaa!! hutang ayahku tinggal 500juta saja!!!" teriak Vian.


"Hei anak kecil diam saja!!" ucap tuan Rusdi menatap kearah Vian.


"Baiklah!! ini 1 milyar mu!! sekarang kau bisa pergi dari sini!" usir Bagas setelah memberikan sekoper uang berjumlah 1 milyar.


"Hahahaa, senang berbisnis dengan anda, tuan!" ucap tuan Rusdi yang langsung mengambil koper itu dari tangan Bagas.


"Daa maniss!!! jangan nangis yaa karena tidak jadi menikah dengan abang!" ucap tuan Rusdi sambil menoel dagu Angel.


"Sekali lagi anda sentuh dia, akan saya patahkan tangan anda!" ucap Bagas sambil memelintir lengan tuan Rusdi membuat si pemilik tangan itu menjerit kesakitan.


"Ayo kita pergi!!!" ajak tuan Rusdi setelah tangannya terlepas.


Mereka semua pun. pergi satu per satu. Kini tinggal Bagas, Angel, Vian, dan juga sahabat Bagas yang lain. Mereka dibawa Bagas karena intim sampai di ruangan ijab harus melewati anak buah tuan Rusdi yang berjaga didepan. Tentu itu akan sangat melelahkan terlebih Bagas tidak terlalu mahir dalam bela diri. Makanya dia meminta sahabat-sahabatnya untum datang membantunya.


Setelah kepergian mereka, Bagas langsung membawa Angel ke dalam pelukannya. Angel pun membalas pelukan Bagas. Mereka cukup lama berpelukan hingga Tomi membuyarkan kemesraan mereka.


"Ehemmm!!! mau sampai kapan pelukannya?! sampai kiamatt?!" ucap Tomi yang tidak mengerti situasi.


"Dih, ganggu saja!!" cibir Bagas.


Angel hanya bisa tertawa mendengar ocehan Bagas. Para tuan muda ini memang tidak akan pernah berubah.


"Kenapa kamu tidak bilang yang sebenarnya padaku?! kamu tidak percaya padaku?" tanya Bagas menatap lekat kedua manik Angel.


"Tidak!! bukan begitu!! aku tidak ingin merepotkan mu!" jawab Angel.


"Kau tahu!! karena kau tidak mau merepotkan ku, kita hampir kehilangan satu sama lain!! untung saja kakakmu menghubungiku telat waktu dan menceritakan semuanya hingga kesalahpahaman ini bisa diatasi!! aku hampir saja kehilanganmu karena ini!! kau tahu betapa marahnya aku saat tahu kau berduaan dengan pria lain?!"


"Maaf....maafff....." ucap Angel menangis.


Bagas kembali membawa Angel kedalam pelukannya. Pelukan ini lebih lama dari yang tadi karena sahabatnya telah pergi bersama Vian. Vian sangat pengertian hingga dia mengajak sahabat Bagas untuk menikmati jamuan yang telah terlanjur dipesan dan meninggalkan Bagas bersama Angel berdua saja.


"Jangan ulangi lagi yaa?! aku tidak suka!! aku terluka!! aku frustasi, dan marah tapi tidak bisa!! karena aku sangat mencintaimu!!!" ucap Bagas menatap lekat mata Angel.


Kini jarak diantara mereka semakin dekat. Deru nafas Angel bisa Bagas rasakan di posisi ini.


Cup..


Bagas mengecup pelan bibir Angel. Hingga beberapa kali. Entah siapa yang memulai kecupan itu berubah menjadi luma*** panas. Nafas keduanya semakin menipis karena ciuman tiba-tiba ini. Bibir merah alami Angel terasa sangat manis. Semakin Bagas meluma* nya, bibir itu terasa semakin manis membuat Bagas tidak bisa berhenti.


"I love you, Angel!!" ucap Bagas setelah melepaskan ciumannya dengan nafas tidak beraturan.

__ADS_1


"I love you too, Bagas!!" jawab Angel dengan nafas yang tidak beraturan juga.


__ADS_2