Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
EPISODE 169


__ADS_3

Darel sudah tiba di perusahaannya. Aura mencengkam yang dirasakan setiap karyawan mengiringi derap langkah kaki Darel menuju aula pertemuan karyawan.


"Tu...tuan Darel datang ke perusahaan setelah sekian lama? apa ada masalah?" tanya salah seorang karyawan pria kepada rekannya.


"Aku juga tidak tahu, tapi auranya sangat kuat. Tatapannya juga sangat mengerikan, aku bahkan tidak berani menatap matanya selama tiga detik saja!" jawab rekannya.


"Iya kau benar!"


Sementara itu disisi Daniar.


"Ada apa kalian berkumpul disini?" tanya Daniar yang merasa heran dengan tingkah rekan kerjanya itu.


"Itu, Presdir kita, tuan Darel Sanjaya! aku dengar dia sudah lama tidak datang keperusahaan dan akan datang jika ada hal yang sangat amat mendesak! kira-kira hal mendesak apa ya yang akan dia tangani kali ini?" ucap Rasya.


"Iya benar! aku dengar pukul 08.30 nanti kita harus berkumpul di aula karena akan ada hal penting yang akan disampaikan tuan Darel!" tambah Ica.


"Hal penting? hal penting apa?" tanya Daniar.


"Kalau itu hanya tuan Darel yang tahu!" jawab Rasya dan Ica bersamaan membuat Daniar mendengus kesal.


Pukul 08.30 tepat, seluruh karyawan mulai memasuki aula pertemuan. Suara gaduh para karyawan terdengar bersahut-sahutan.


Tap.....tap....tap.....


Terdengar suara langkah kaki memasuki ruangan. Para karyawan yang semula gaduh menjadi diam mematung. Darel memasuki ruangan itu diikuti Wisnu dan Nurul yang berdiri disampingnya. Bukan hanya Darel saja yang datang, tuan Ardi juga datang kesana.


Rasa penasaran dari para karyawan semakin memuncak tatkala wajah tuan Ardi juga muncul bersama Darel. Selama ini setelah menyerahkan jabatan dan perusahaan ke tangan Darel, tuan Ardi tidak pernah sekalipun terlihat memasuki perusahaan lagi. Dia sudah sepenuhnya pensiun.


"Kalian mungkin bertanya-tanya kenapa ada pemimpin dan pembangun perusahaan Sanjaya ini berdiri didepan kalian setelah sekian lama." ucap Darel membuka percakapan.


"Seperti yang kalian tahu, seluruh masalah keuangan dihandle oleh Wisnu yang juga merupakan tangan kananku di perusahaan ini. Kalian juga pasti tahu bahwa aku sangat jarang datang ke perusahaan jika bukan karena hal yang mendesak."


Para karyawan mendengarkan dengan serius. Tidak ada dari mereka yang berani berpaling muka dari podium tempat Darel berdiri.


"Oleh karena itu, saya sekalu Presdir saat ini dan juga pendiri Sanjaya Grup akan melantik seorang Presdir baru menggantikanku mengurus perusahaan ini. Dan dia adalah....." menoleh kebelakang sembari mengarahkan tangan kearah Wisnu.


"Wisnu!"


Prok....prok....prok....pro....prok.....

__ADS_1


Suara gemuruh tepuk tangan mengiringi langkah Wisnu menjadi seorang Presdir menggantikan posisi Darel. Wisnu maju ke podium memberikan sambutan.


"Saya sangat berterimakasih atas jabatan baru yang diberikan tuan Darel kepada saya. Saya akan bertanggungjawab dan membuat perusahaan kita semakin maju kedepannya. Dan jika nanti penerus kita sudah lahir, maka jabatan ini akan saya serahkan kembali kepada penerus Sanjaya." ucap Wisnu.


"Aku yakin kau akan memenuhi tanggungjawab ini dengan sangat baik, Wisnu!" ucap Darel sembari menepuk pelan pundak Wisnu.


"Terimakasih atas kepercayaan anda tuan Darel, tuan besar!" ucap Wisnu.


Acara hari itu berakhir dengan akan diadakannya pesta penyambutan Presdir baru yang akan dilangsungkan setelah Darel kembali dari berlibur bersama sahabatnya. Sebelum itu, mereka akan mendapatkan cuti selama tujuh hari dihitung dari hari esuk hingga tujuh hari kedepan.


Hal ini memudahkan Daniar karena tidak perlu ijin lagi karena harus mengikuti liburan bersama Zanu dan para tuan muda di pulau milik Zanu.


Mentari, kau benar-benar sudah merubah hati singa liar menjadi kucing jinak! semoga saja hubungan kalian akan tetap baik-baik saja hingga maut memisahkan kalian! batin Daniar tersenyum melihat kehangatan dari wajah Darel yang berbeda dengan Darel yang dulu.


Beberapa hari sebelum itu Darel dan tuan Ardi sudah membicarakan perihal perusahaan. Sedari awal Darel memang tidak menginginkan menjadi seorang pengusaha, oleh sebab itu pula lah dia terpaksa melanjutkan usaha keluarga. Tapi setelah kedatangan Wisnu, Darel mempercayakan perusahaan kepada Wisnu dan Darel akan lebih leluasa dengan kelompok mafianya.


Tuan Ardi sendiri juga setuju dengan usulan Darel untuk menyerahkan kepengurusan perusahaan kepada Wisnu sepenuhnya dan hari ini mereka melakukannya.


Hari itu karyawan disuruh menyelesaikan tugasnya sebelum cuti panjang selama satu minggu. Untung saja Daniar sudah menyelesaikan pekerjaannya meski harus begadang selama tiga hari tiga malam, jadi dia bisa pulang bersama Darel untuk berlibur. Wisnu dan Nurul juga ikut dengan menaiki mobil Wisnu sendiri.


Seperti rencana, Zanu akan menunggu dirumah Darel dan Daniar akan berangkat dari kantor bersama Darel ke rumah Darel untuk menjemput Mentari dan Zanu. Selanjutnya Darel dan Zanu juga Adi, Harri, Lukas, Wisnu, dan Nurul akan berangkat ke bandara menuju pulau pribadi Zanu.


"Untuk?" cuek.


Dih, sikapnya tetap saja cuek! Mentari, bagaimana bisa kau hidup dengan pria secuek iniiiii!!!!??????


"Karena sudah menjaga sahabatku, dan kau juga memberikan kebahagian yang kurang darinya!"


"Itu adalah tugasku! jangan lupa, sahabatmu adalah istriku sekarang. Jadi sudah seharusnya aku membuatnya bahagia dan memberikan keindahan dunia ini ditangannya." jawab Darel.


Disisi lain, Mentari sudah bersiap menunggu kedatangan Darel ketika sebuah mobil memasuki pekarangan rumah Darel.


"Darel?!!!" ucap Mentari berlari menuruni tangga menuju pintu depan.


Ceklekkk......


"Loh?" terkejut.


Ternyata Zanu yang datang dan bukan Darel.

__ADS_1


"Ah, silahkan masuk!" canggung.


"Iyaa terimakasih! apakah Darel belum kembali?" tanya Zanu sembari memasuki rumah Darel.


"Belum, mungkin sebentar lagi sampai!" jawab Mentari.


Benar saja, tidak berselang lama mobil Darel memasuki halaman rumah.


"Nah itu mereka!" ucap Mentari.


"Sayang!" panggil Darel sembari keluar mobil dan menghampiri Mentari.


"Ayo kita berangkat, semuanya sudah berangkat lebih dulu!" ucap Zanu.


Darel hanya menganggukkan kepalanya. Mereka pun berangkat menuju bandara lalu ke pulau milik Zanu. Arul, Tomi, Bagas, Jack, Rohan, dan Wisnu sudah berangkat lebih dulu.


"Dwi tunggu!" menghentikan langkah Darel.


"Ada apa?" tanya Darel.


"Aku ingin berbicara denganmu!"


"Bicara? apa yang mau kau bicarakan?" tanya Darel.


"Em itu..."


"Sudahlah kita bicarakan saja nanti di sana!" ucap Darel.


"Ayo!" ucap Darel lagi sembari menyusul Mentari dan Daniar yang sudah berada di mobil lebih dulu.


Duh bagaimana aku mengatakannya Dwi, keputusanmu untuk tetap membiarkan Pretty di kehidupanmu ini bisa membahayakan hubunganmu dengan Mentari. Haisss kapan kau sadar bahwa dia bukan seorang wanita, melainkan iblis berwajah menusia!!!! batin Zanu.


Zanu tahu dari Bagas jika Darel membelikan apartemen untuk Pretty agar bisa mengendalikan wanita itu. Zanu merasa itu berbahaya bagi Darel dan Mentari terlebih Zanu tahu benar bagaimana sifat Pretty.


"Zen! ayo cepat!!!" teriak Darel dari dalam mobil.


"Ah, iyaaaa!!!!" teriak Zanu lalu berlari memasuki mobil.


Darel, Zanu, Daniar dan Mentari berada dalam satu mobil dengan Harri sebagai sopirnya. Karena mobil itu sangat besar bahkan cukup untuk delapan orang. Sedangkan Adi dan Lukas membawa mobil lain.

__ADS_1


__ADS_2