Suamiku Mr. Mafia

Suamiku Mr. Mafia
SEASON 2 episode 27


__ADS_3

Semuanya selesai diperiksa menjelang maghrib tiba. Ada beberapa warga yang rupanya mengidap penyakit serius. Awalnya hanya sakit biasa saja yang mereka rasakan namun dibiarkan sehingga menjadi penyakit yang lebih serius.


"Nona, pak dokter, dan bu dokter, mari berbuka disini saja. Kami sudah menyiapkan makanan untuk berbuka, tapi maaf seadanya saja!" ucap Pak Acep agak malu.


Pak Acep yakin jika Hyuna dan para dokter itu terbiasa memakan makanan yang enak-enak, maka dari itu dia merasa rendah diri karena hanya bisa menyajikan makanan sederhana yang menurut mereka itu sudah yang paling enak.


"Tidak apa-apa pak, ini juga sudah lebih dari cukup. Ayo kita berbuka dulu disini!" ucap Hyuna pada para dokter.


Mereka diberi alas berupa piring yang terbuat dari bahan plastik. Menu yang disiapkan oleh warga ada oseng kangkung, bakwan jagung, dan telur ceplok. Sebagai takjilnya, mereka melarutkan minuman sachet rasa jeruk dengan diberi es batu.


Tidak lama kemudian, adzan berkumandang. Mereka berdua terlebih dahulu dengan dipimpin oleh anak laki-laki yang pertama kali ditemui Hyuna yang baru dia ketahui namanya Ical.


Setelah berdoa, mereka pun menyantap makanan itu dengan lahap. Makanan yang terlihat biasa saja namun memiliki rasa yang luar biasa. Bukan masakannya, namun kebersamaannya yang membuat makanan itu terasa semakin nikmat.


Sembari menyantap makanan, mereka pun saling melempar candaan. Bahkan beberapa dokter sampai menambah makanannya karena saking enaknya. Hyuna terharu dengan warga ini, mereka sendiri tengah kesusahan tapi karena ingin mengungkapkan rasa terimakasih, mereka sampai rela berpatungan membeli bahan-bahan ini. Untuk kangkung mereka tidak membeli, melainkan mengambil di samping aula yang terdapat sebuah kolam.


Entah apa isi kolam itu, yang jelas banyak sekali kangkung segar yang mengapung diatasnya. Hyuna pernah bertanya darimana asal kangkung tersebut kepada pak Acep. Katanya kangkung itu didapat dari benih yang diberikan oleh pemerintah. Dulu kolam itu berisi ikan yang saat waktu panen bisa dijual atau sekedar untuk kebutuhan protein warga. Mereka mengelolanya secara bersama dan menikmatinya pun juga bersama.


********


Di meja makan, Nakala tengah membantu membersihkan piring bekas berbuka, tepat saat Adi datang menghampirinya.


"Miguel!" sapa Adi.


"Adi, tolonglah! kita tidak bisa bersama!" ucap Nakala tanpa menatap ke arah Adi.


Semenjak Nakala bekerja tetap dirumah ini, Adi selalu menemuinya dan mengungkapkan perasaannya. Tapi Adi juga masih bingung. Dia tidak bisa bahagia sekarang sebelum menjamin keluarga Darel aman dan bahagia.


"Miguel! kita bisa coba! aku tahu kau juga merasakannya, jangan acuhkan aku!" ucap Adi menatap sendu punggung Nakala.


Nakala mengehentikan aktivitasnya. Berbalik, menatap ke arah Adi.


"Adi, kisah kita hanya bagian dari masa lalu dan bukan masa depan! lupakan aku, Adi! carilah wanita lain yang bisa menggetarkan hatimu saat menatapnya! yang bisa mengukir senyum di bibirmu saat kau memikirkannya." ucap Nakala.

__ADS_1


Sedih. Nakala juga sedih saat mengatakannya. Namun kisahnya bersama Adi telah kandas bertahun-tahun lamanya. Jujur saja, Nakala tidak pernah membuka hatinya lagi untuk orang lain setelah kepergian Adi. Hanya Adi, nama yang akan kekal abadi di dalam hatinya.


"Baiklah! aku akan melakukannya jika kau pun melakukan hal yang sama!" ucap Adi menatap marah ke arah Nakala.


Adi merasa Nakala berbohong dengan apa yang dia rasakan. Adi tahu itu!! Nakala juga sangat mencintainya! tapi Nakala enggan mengungkapkannya.


"A...apa maksudmu, Adi?!" tanya Nakala terkejut.


"Aku akan membuka hatiku untuk wanita lain, jika kau juga membuka hatimu untuk pria lain. Seberapa sanggup dirimu melihatku ada didekat wanita lain, Miguela?!" ucap Adi menantang Nakala.


"Adi...."


"Tidak Miguela!! kau menyuruhku mencari wanita lain sedangkan di hatimu sendiri masih terukir jelas namaku! jika kau menghukumku, maka hukuman itu juga akan sampai padamu! rasa sakit ini juga akan terbagi padamu!" ucap Adi lalu pergi meninggalkan Nakala dengan emosi yang memuncak.


Nakala melemah, hampir saja dia terjatuh namun segera berpegangan pada meja. Air mata Nakala jatuh begitu saja. Bagaimana dia bisa mencari pengganti Adi sedangkan menghapus namanya saja Nakala tidak bisa?!


Disisi lain, Adi pergi dari rumah Darel dengan keadaan penuh emosi. Dia melakukan motornya menuju sebuah taman yang telah sepi pengunjung.


"KAU EGOISS MIGUELA!!!!!! KAU HANYA MEMIKIRKAN PERASAANMU SAJAAA!!!" teriak Adi.


"Kenapa kau tega mengatakannya, Miguela?! kau tahu benar hatiku, jiwaku, hanya untukmu!! hanya kamu!!!" ucap Adi sendu.


Udara malam ini sangat dingin. Entah sudah berapa lama Adi berada di sana sampai akhirnya dia memutuskan untuk kembali pulang.


Ceklek...


"Adi!!!" teriak Nakala.


"Cukup Nakala!" ucap Adi mengacungkan lima jarinya ke depan membuat Nakala yang berlari ke arahnya langsung berhenti seketika.


"N...Nakala?!" tanya Nakala.


"Kenapa?! itu namamu bukan?! kau membuangku, dan aku pun akan melakukan hal yang sama!" ucap Adi dingin.

__ADS_1


Baru kali ini Nakala ndengaren Adi memanggil namanya selain Miguela. Apa Adi berubah secepat itu?!


"Biar aku bantu!!!" ucap Nakala khawatir saat Adi berjalan terhuyung dan hampir jatuh.


"Aku bisa sendiri!!!" hardik Adi menghempaskan tangan Nakala yang menyentuh lengannya.


Adi terus berjalan menuju kamarnya dirumah Darel. Nakala menatap kepergian pria yang dia cintai dengan perasaan sendu. Tidak tega melihat Adi seperti ini. Namun Nakala juga tidak ingin memberi harapan palsu pada perasaannya. Mereka tidak mungkin bisa bersatu. Tidak akan pernah.


********


Di rumah sakit tempat papa Daniar dirawat. Alvaro menatap sang kakek yang tengah tertidur pulas diatas ranjang rumah sakit. Ya, Alvaro sudah dibebaskan beberapa hari yang lalu.


"Kamu harus berterimakasih pada Darel dan juga Hyuna karena telah membebaskan mu!! papa rasanya tidak punya muka lagi saat bertemu dengan sahabat papa itu!" ucap Zanu.


Saat ini yang bertugas menunggu papa Daniar adalah Zanu dan Alvaro, sedangkan Daniar dan mamanya telah pulang setelah berbuka tadi. Mereka bergantian menjaga papa Daniar. Untuk Galih?! setelah menikah dengan Ainur lima tahun yang lalu, Galih dan juga Ainur menetap di kota Paris atas permintaan Ainur. Sejak saat itu pula komunikasi keluarga Daniar dengan Galih menjadi terputus. Mereka tidak pernah mendengar kabar mengenai Galih lagi.


Nb : Bagi yang lupa siapa Ainur bisa baca lagi episode 269 yaa😉


Alvaro menatap layar ponselnya. Biasanya dulu di saat-saat seperti ini Hyuna selalu mengirimkannya pesan sampai ratusan pesan. Dulu Alvaro sangat risih dengan pesan-pesan dari Hyuna. Tapi sekarang, ponselnya terasa sepi tanpa ada notifikasi pesan dari Hyuna.


Apa benar Hyuna telah berubah menjadi membenciku? batin Alvaro.


"Wanita baik tidak datang dua kali, nak! kau harus memperlakukan wanita dengan baik karena jika wanita itu sudah memutuskan untuk pergi, maka dia tidak akan pernah mau lagi menoleh ke arahmu!" ucap Zanu.


Zanu sepertinya tahu kegundahan putranya itu. Diakui atau tidak, Alvaro sebenarnya mulai menyukai Hyuna. Namun karena gengsi yang besar di diri pemuda itu membuatnya tidak mengenali perasaannya sendiri sampai akhirnya dia kehilangan cinta Hyuna.


"Tidak!!! aku yakin Hyuna hanya marah sementara saja, pa! aku yakin setelah kemarahannya sudah reda dia akan kembali mengejarku seperti dulu!" ucap Alvaro yakin.


"Jangan terlalu yakin atau kau akan merasakan sakit yang begitu parah, nak! Hyuna gadis yang baik. Papa rasa Hyuna tidak akan kembali lagi padamu, meski kau memohon, bersimpuh dikakinya, atau bahkan menangis darah sekalipun!" ucap Zanu mantap.


Jujur saja, Alvaro takut perkataan papanya itu menjadi kenyataan. Namun lagi-lagi egonya menutupi semuanya.


Tidak! dia tidak akan berani melakukannya!! tidak akan pernah!!! batin Alvaro.

__ADS_1


Alvaro lupa bahwa Hyuna juga wanita biasa, yang bisa lelah mengejar cinta Alvaro. Alvaro lupa jika sebagai wanita Hyuna juga mau cintanya terbalaskan. Alvaro lupa bahwa Hyuna telah terlalu sakit dengan semua kata-kata pedas yang Alvaro dan teman-temannya lontarkan pada Hyuna. Hyuna telah lelah! dia telah memutuskan untuk berhenti. Memutar haluan, dan tidak akan pernah kembali pada jalan yang sama. Mencari jalan lain yang lebih mudah untuk dilalui!


__ADS_2